09 October 2009

Re: [sobat-hutan] Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?

 

Gempa Padang Tertulis Dalam Al-Quran??
 dari goresan blog sahabatku.. anas

Pukul 17.16 waktu setempat, hari Kamis, 30 September 2009, Sumatera Barat diguncang dengan kekuatan 7,6 skala ricter (SR). Data terakhir menyebutkan, gempa di Padang sudah lebih dari 500 orang tewas yang sudah berhasil ditemukan dari reruntuhan. Diprediksi jumlah Korban tewas akan terus bertambah.

Betulkah gempa di Pariaman, Padang, Sumatera Barat itu sudah tertulis dalam al-Qur'an?? Menelisik waktu, tanggal serta bulan kejadian Gempa Padang, Sumatera Barat dengan mengkorelasikan ayat-ayat al-Quran. Dan hasilnya, Astagfirullah, aku berlindung dari azab dan murka-Mu, dalam dua ayat dari dua angka (waktu dan tangal-bulan) kejadaian gempa itu, Allah benar-benar membuktikan janji-Nya yang tertulis dalam al-Qur'an.

Pertama, dilihat dari waktu kejadian, yakni pukul 17.16 waktu setempat dikorelasikan dengan surat ke 17 (Al-Isra) ayat 16, dikutip dari al-Quran dan Terjemahnya, Departemen Agama, terjemahannya adalah:

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami). Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya". (Surat 17 (Al-Isra) ayat 16).

Kedua, dilihat dari tanggal dan bulan kejadaian, atau Tanggal 30 Bulan ke 9 (September) terjadinya gempa dikorelasikan dengan surat ke 30 (Ar-Rum) ayat 9. Dikutip dari sumber yang sama, terjemah ayat tersebut adalah:

"Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri," (surat 30:9)

Dan pada ayat selanjutnya atau ayat 10 surat yang sama , Allah berfirman: "Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu mengolok-oloknya," (Surat 30:10).

Tidak bermaksud menjustifikasi, namun sekedar mengingatkan kembali, dalam lima tahun terakhir ini ada lima rentetan gempa bumi skala besar dengan menwaskan puluhan hingga ribuan orang. 26 Desember 2004, Gempa yang disertai badai Tsunami di Aceh dengan 133.029 korban tewas. 28 Maret 2005 Gempa Nias dan P Simeulue jumlah korban tewas 900 orang. Disusul dengan gempa di Selatan Yogyakarta pada 27 Mei 2006, 3.000 orang meninggal dunia.

Dua peristiwa gempa besar terjadi pada tahun September 2009, yakni di Tasikmalaya dengan korban tewas 85 orang. Dan terakhir Gempa mengguncang di Pariaman, Padang, Sumatera Barat, pukul 17.16 atau beberapa jam saja sebelum anggota DPR/MPR dilantik yang banyak menghabiskan dana belasan milyaran rupiah….

"Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali (dalam setahun) atau dua kali (dalam setahun), namun mereka juga (tidak mau) bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran" [QS Attaubah (9): 126]

Kutipan ayat itu bukan untuk menjustifikasi korban adalah pendosa, karena bisa jadi mereka korban dari tangan-tangan berdosa. Dari QS itu saya hanya ingin mnegatakan bahwa Tuhan tidak pernah alfa dengan janjinya, dan bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita itu patut menjadi moment evaluasi dan pertaubatan nasuha massal sembari tetap berempati…

karena bisa jadi, besok, lusa, bulan depan, tahun depan giliran daerah kita, dan kita lah yang menjadi korban…

"Anas

--- On Fri, 10/9/09, sunny <ambon@tele2.se> wrote:

From: sunny <ambon@tele2.se>
Subject: [sobat-hutan] Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Date: Friday, October 9, 2009, 5:09 AM

 

 
Kamis, 8 Oktober 2009
BURAS
Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?

H. Bambang Eka Wijaya

 

"BANYAK orang protes gempa 7,6 SR, pada 30 September pukul 17.16 dikaitkan Surat 17 Ayat 16 Alquran; Tuhan akan membinasakan suatu negeri karena keingkaran orang-orang yang hidup mewah di negeri itu, kenapa terjadi di Sumbar, bukan di Jakarta yang serbamewah?" ujar Umar. "Warga Sumbar banyak yang miskin, taat beribadah!"

"Jawabnya di cerpen pujangga Sumbar, A.A Navis, Robohnya Surau Kami," timpal Amir. "Baca dari sini!"

Umar baca--Haji Saleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. "O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadah, paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau masukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman kami ditinjau kembali dan memasukkan kami ke surga seperti janji dalam Kitab-Mu."

"Kalian di dunia tinggal di mana?" tanya Tuhan./ "Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku."/"O, di negeri yang tanahnya subur itu?"/"Ya, benarlah itu, Tuhanku."

"Tanahnya yang mahakaya-raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai bahan tambang lainnya bukan?"/"Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami."/"Di negeri di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh tanpa ditanam?"/"Benar. Itulah negeri kami!"/"Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain yang mengambilnya, bukan?"/"Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau."/"Engkau rela tetap melarat bukan?"/"Benar. Kami rela sekali, Tuhanku."

"Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?"/"Sungguhpun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala."/"Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?"/"Ada, Tuhanku."

"Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu tetap melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Aku beri kau negeri yang kaya-raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka."/Semua jadi pucat pasi. ***


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

No comments: