11 September 2009

[sobat-hutan] Walhi: Pertambangan Kalteng Ancam Ekologi

 

 

Walhi: Pertambangan Kalteng Ancam Ekologi

 

PALANGKARAYA--Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengaku khawatir terhadap usaha pertambangan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan mengancam ekologi setempat.
Aktivis Walhi Kalteng Arie Rompas di Palangkaraya, Rabu, mengatakan, bila tidak dikendalikan, usaha pertambangan di wilayah ini akan merusak lingkungan hidup.
Menurutnya usaha pertambangan di Kalteng yang tidak terkendali akan menambah kemiskinan, kehancuran lingkungan, pelanggaran HAM, serta hilangnya lahan pertanian atau lahan perkebunan rakyat.

Dampak lain dari usaha pertambangan itu adalah akan robohnya sistem sosial budaya masyarakat, serta marginalisasi perempuan dan berbagai dampak lainya yang selalu mewarnai kehadiran industri ekstraktif itu.
"Sayangnya, biasanya tidak ada satupun perusahaan yang mau benar-benar bertanggung jawab atas berbagai macam dampak negatif yang ditimbulkanya usaha penambangan," katanya.
Fakta yang paling merisaukan dari usaha pertambangan adalah dampak buruk berantai dalam jangka panjang.
Intensitas dampak eksplorasi pertambangan tidak hanya mengubah derajat kualitas sumber daya alam dan lingkungan hidup yang merugikan generasi masa kini, tetapi juga kerugian bagi generasi yang akan datang.
"Pengalaan mengajarkan bahwa kegiatan pra-ekplorasi telah memicu pengrusakan hutan sebab kandungan emas, tembaga dan mineral berada dalam tanah pada kedalaman dan lapisan tertentu dari perut bumi," katanya.
Selain itu juga dijumpai fakta di berbagai kawasan eksplorasi pertambangan selalu menjadi kantong kemiskinan massif, kemiskinan aktif dan kemiskinan pasif, tambahnya lagi.
Berdasarkan data yang diperoleh Walhi Kalteng, ijin usaha pertambangan Kalteng sudah cukup banyak yakni mencapai 466 ijin.
Ijin usaha tambang tersebar di Kabupaten Murung Raya (37), Barito Utara (107), Kabupaten Barito Selatan (21), Kabupaten Barito Timur (37), Kabupaten Kapuas (100), serta 60 ijin di Kabupaten Gunung Mas.
Selain itu, 17 ijin di Kabupaten Lamandau, 17 di Kota Palangkaraya, 12 di Kabupaten Katingan, 22 di Kabupaten Kotawaringin Timur, 14 di Kabupaten Seruyan, serta 25 ijin di Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Kalau semua ijin ini beroperasi dengan tidak terkendali, betapa besar dampak negatifnya terhadap ekologi daerah ini," ujarnya. ant/taq

 
 
Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah
 
Jl. Cikditiro No. 16  Palangkaraya 73112 Kalimantan Tengah ; Indonesia
Telp     : +(62(0) 536-3226437,
Fax      : +62(0) 536-3238382
e-mail   : kalteng@walhi.or.id
            : rompas@walhi.or.id
Web    : http://www.walhi.or.id/kalteng

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Small Business Group

Share experiences

with owners like you

.

__,_._,___

No comments: