11 September 2009

[sobat-hutan] Walhi: 14 Perusahaan Pembakar Lahan

 

Headlines | Mon, Aug 10, 2009 at 23:49 | Palangkaraya, matanews.com

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah mendesak pemerintah daerah setempat mencabut perizinan perusahaan besar swasta (PBS) yang terbukti melakukan kegiatan pembakaran lahan. "Pemerintah daerah harus mencabut izinya, jangan hanya bilang prihatin saja atas aksi perusakan itu," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng Ari Rompas, di Palangkaraya, Senin.

Ari Rompas menilai, berbekal data titik api yang dipantau satelit, pemerintah seharusnya sudah bisa mulai melakukan pengecekan lapangan terkait aktivitas perusahaan dalam kegiatan pembukaan lahan (land clearing).

Selain itu, aparat kepolisian juga diminta menerapkan hukum pidana untuk dapat menyeret perusahaan-perusahaan pembakar lahan itu dengan sejumlah instrumen hukum lingkungan.

"Proses hukum dilakukan dengan pidana, sedangkan administrasinya dapat dilakukan dengan memberhentikan atau membekukan kegiatan perusahaan sambil menunggu proses penyidikan kepolisian," katanya.

Walhi menilai, pemerintah daerah masih setengah hati dalam menindak perkebunan pembakar lahan karena selama ini tidak pernah ada laporan tindakan atau sanksi untuk perusahaan "nakal" itu.

"Di satu sisi pemerintah berteriak kabut asap, tetapi di sisi lain tidak berani bertindak tegas terhadap situasi ini," kata Ari.

Salah satu alasan pemerintah enggan menerapkan sanksi tegas, lanjutnya, karena jajaran pemerintah masih berpikir pada dampak investasi yang telah ditanamkan perusahaan di wilayah itu.

"Bicara soal dampak, kerugian efek akibat kebakaran lahan dan kabut asap itu justru jauh lebih besar baik dari sisi ekonomi, kesehatan maupun ekologi, dibandingkan dari nilai investasi yang ditanamkan perusahaan," tegasnya.

14 Perusahaan

Sementara itu, jumlah perkebunan yang terindikasi melakukan pembakaran lahan dalam upaya pembersihan kawasan (land clearing) semakin bertambah menjadi 14 perusahaan hingga 7 Juli lalu.

Indikasi pembakaran lahan oleh perkebunan besar itu ditunjukkan dengan terpantaunya 22 titik panas di kawasan konsesi 14 perusahaan sejak tanggal 31 Juli hingga 7 Agustus kemarin.

Sebanyak 13 perusahaan yang terindikasi membakar lahan tersebut yakni PT Harapan Sawit Hibrida dan PT Kalimantan Sawit Kesuma di Kabupaten Sukamara, PT Bulau Sawit Bajenta, PT Sarana Titian Permata, dan PT Rimba Harapan Sakti, PT Tapian Nadegan, dan PT Sumber Mahardika Graha di Seruyan.

Perusahaan lain yakni PT Graha Inti Jaya di Kabupaten Kapuas, PT First Lamandau, PT Perkebunan Nusantara XIII, dan PT Kalimantan Sawit Abadi, di Kotawaringin Barat, PT Agro Bukit dan PT Maju Aneka Sawit di Kotawaringin Timur, dan PT Hampalit Jaya di Katingan.

Kebakaran lahan di kawasan perkebunan itu tersebar di tujuh kabupaten wilayah selatan Kalimantan Tengah yang merupakan kawasan bergambut tebal.

Perusahaan yang umumnya bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit itu diduga membakar lahan demi penghematan waktu dan biaya pengolahan lahan dibandingkan dengan metode tanpa bakar yang harus mengerahkan alat berat.(*an)

Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah
 
Jl. Cikditiro No. 16  Palangkaraya 73112 Kalimantan Tengah ; Indonesia
Telp     : +(62(0) 536-3226437,
Fax      : +62(0) 536-3238382
e-mail   : kalteng@walhi.or.id
            : rompas@walhi.or.id
Web    : http://www.walhi.or.id/kalteng

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

No comments: