02 September 2009

[sobat-hutan] Asap Ganggu Aktivitas di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

 

Refleksi : Hari ini asap menggangu, besok sakit paru-paru, lusa  erosi tanah dan longsor,   hasil hutan menghilang, air sungai berkurang menuju kekeringan, akibatnya orang Dayak bertambah kaya raya dan bahagia ataukah penguasa kerajaan neo-Mojopahit?
 
Jawa Pos
 
[ Kamis, 03 September 2009 ]
 
Asap Ganggu Aktivitas di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya
 
PALANGKA RAYA - Gangguan asap di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah memburuk. Hal itu dipicu makin meluasnya areal hutan yang terbakar. Sampai kemarin (2/9), satelit NOAA-18 mendeteksi 259 titik api.

Ketebalan asap yang menyelimuti udara Palangka Raya semakin mengganggu. Display indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Bundaran Besar Palangka Raya menunjukkan kategori yang sangat tidak sehat.

Pada 31 Agustus 2009 sekitar pukul 10.00 WIB, angka pencemaran mencapai 383. Pada 1 September 2009 sekitar pukul 11.00 WIB, angka pencemaran meningkat menjadi 392.

Kepala BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kalteng Mozes Nicodemus menjelaskan, buruknya kualitas udara itu mengganggu aktivitas penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Meski tidak terjadi penutupan total aktivitas penerbangan, asap yang semakin pekat tersebut membuat jadwal penerbangan molor. Penerbangan baru bisa dilakukan setelah pukul 11.00 WIB.

Kepala Bandara Tjilik Riwut Jamalludin Hasibuan menyatakan, sampai saat ini, tidak ada penutupan bandara karena kabut asap. Penerbangan hanya terlambat. "Jadwal penerbangan disesuaikan dengan kondisi udara saat ini," katanya.

Selain aktivitas penerbangan, kabut asap mengganggu aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah. Untuk mengantisipasi hal itu, sejumlah taman kanak-kanak (TK) diliburkan.

Jam belajar para peserta didik tingkat SD, SLTP, dan SLTA yang semula masuk pukul 07.00 diundur sampai pukul 08.30. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Drs Hardy Rampai mengungkapkan, kondisi udara saat ini mendekati ambang berbahaya. Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan di 14 kabupaten/kota.

Sekolah di daerah yang asapnya sangat tebal bisa dipertimbangkan. Yang penting, sekolah tersebut tidak diliburkan. Sekolah bisa menyiasati jam masuk sekolah. "Itu merupakan salah satu langkah yang kami lakukan. Jika udara sudah sangat membahayakan kesehatan, kami akan berkoordinasi dengan gubernur/wali kota/bupati untuk meliburkan sekolah untuk sementara," jelas Hardy
. (ink/jpnn/ruk)

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

No comments: