30 August 2009

mediacare wants to keep up with you on Twitter

mediacare wants to keep up with you on Twitter

To find out more about Twitter visit http://twitter.com/i/72aa39957d27bf792422a168ccf5accfd4e32bbc

Thanks,
— The Twitter Team

About Twitter

Twitter is a unique approach to communication and networking based on the simple concept of status. What are you doing? What are your friends doing—right now? With Twitter, you may answer this question over SMS or the Web and the responses are shared between contacts.

This message was sent by a Twitter user who entered your email address. If you'd prefer not to receive emails when other people invite you to Twitter you can opt-out

Please do not reply to this message; it was sent from an unmonitored email address. This message is a service email related to your use of Twitter. For general inquiries or to request support with your Twitter account, please visit us at Twitter Support.

24 August 2009

[sobat-hutan] 3.000 Lebih Facebooker 'Tolak SP3 Kasus Lapindo'

 

3.000 Lebih Facebooker 'Tolak SP3 Kasus Lapindo'


Anwar Khumaini
- detikNews

 

Jakarta - Facebook kembali menjadi sarana berjuang. Kali ini 3.000 lebih pemilik akun Facebook menyatakan menolak pemberhentian kasus Lapindo oleh aparat pemerintah.

Aspirasi ini dipicu dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus pidana Lapindo yang dirilis Polda Jawa Timur  pada 5 Agustus 2009 lalu karena tidak ada cukup bukti jika kasus tersebut diseret ke perkara pidana.

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Mensesneg Hatta Rajasa pun telah menegaskan, segala penyelidikan terhadap penyebab semburan lumpur yang awalnya diduga karena kelalaian manusia harus dihentikan.

Reaksi keras dari aktivis muncul akibat putusan ini.  Melalui causes 'Tolak SP3 Kasus Lapindo' di Facebook, hingga hari ini, Selasa (25/8/2009) pukul 07.49 WIB, sekitar 3.305 Facebooker bergabung menjadi anggota causes tersebut.

Para Facebooker yang ikut bergabung berasal dari banyak kalangan. Mulai dari aktivis, masyarakat umum hingga artis. Aktivis Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, LBH Justicia Jakarta, DPC PKB Tuban, hingga artis dangdut Mira KDI menjadi anggota causes yang dimotori oleh Firdaus Cahyadi dari One World Indonesia itu.

Untuk bergabung menjadi anggota causes Tolak SP3 Kasus Lapindo tinggal membuka internet dan mengunjungi alamat di: http://apps.facebook.com/causes/333125?m=4a83263b.

(anw/nrl)

 

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/08/25/094043/1189044/10/3000-lebih-facebooker-tolak-sp3-kasus-lapindo?881103605

 


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

15 August 2009

[sobat-hutan] Subur Negeriku Tandus Lakunya

 

 
 
Subur Negeriku Tandus Lakunya Cetak Email

Oleh : Rosindus Yosef Maria Tae, Pr

 

Kekeringan moral yang melanda negeri ini telah merusak banyak nilai 'luhur' bangsa ini. Nilai-nilai utama yang kita banggakan sebagai bangsa beradab (santun dan bermartabat) raib tak membekas.

Kini, hampir tidak satu pun prinsip moral yang nampak sebagai 'inang' (induk) yang mengawal masyarakat kita. Kita terjebak pada 'kemacetan lalulintas peran moral' yang serius. Karena itu, kita bisa mengatakan bahwa "negeri ini subur tetapi tandus lakunya". Judul ini, kami angkat sebagai refleksi atas hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2009. Kami menilai bahwa ada suatu rantai dalam kemerdekaan yang hilang yakni 'terkaparnya' moralitas bangsa ini.

"Matinya" Prinsip Moral

Beberapa minggu terakhir ini kita dikejutkan dengan meledaknya bom di Hotel JW. Mariot dan Ritz Carlton oleh teroris, penembakan di Papua, hebohnya korupsi di tubuh KPK dan MA, kecurangan dalam pileg, pilpres, dan disinyalir bahwa masih berkeliarannya kawanan teroris di negeri ini. Bila kita kaji kejadian dan masalah ini, terlihat adanya pelanggaran moral yang "amat keji dan tak berperikemanusiaan". Dari situasi ini, terlihat bahwa prinsip moral 'lumpuh' dan jiwa manusia tumpul' digilas kefanaan yang naif.

Perbuatan yang menghilangkan nyawa dan dengan sengaja mengambil serta merampas hak milik orang lain merupakan pelanggaran terhadap etika dasar yang fundamental. Menurut Franz Magnis-Suseno "manusia harus dihormati dalam segala situasi". Selanjutnya, Magnis mengatakan bahwa yang dikangkangi oleh para pelaku kejahatan dalam peristiwa dan masalah di atas yakni "prinsip sikap baik, yakni sikap hati yang positif terhadap orang lain; prinsip keadilan: memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya; dan prinsip format terhadap diri sendiri yakni tidak merusak diri dengan hal-hal yang merendahkan martabat diri sebagai manusia (1987: 129-140).

Tandusnya prinsip moral dalam kaitan dengan peristiwa dan masalah di atas disebabkan oleh aneka macam hal. Bila bom di JM. Mariot dan Ritz Carlton itu adalah bom bunuh diri demi memperjuangkan nilai adikodrati yang vital bagi person dan kelompok tertentu; dari sudut pandang prinsip moral, perjuangan seperti itu tidak manusiawi dan religius. Karena, orang ini tidak mau menjadi tumbal sejati bagi nilai yang dianutnya itu. Tetapi ia menjadikan orang lain tumbal untuk kepentingan dirinya. Keadaan ini dari sudut peradaban tergolong 'barbaristis', "sadistis" dan "sakit rohani" serius.

Begitupun orang yang oleh kepentingan dirinya, lalu ia mengambil milik orang tanpa merasa bersalah adalah mereka yang sudah mengidap penyakit 'kelekatan' yang naif pada materi. Orang ini merasa bahwa dirinya adalah materi itu sendiri (uang, barang, prestise). Karena itu, ia bisa membelenggu semua tuntutan moral yang mengawas dan melarangnya demi mewujudkan keinginan jahatnya. Orang seperti ini telah tercabut dari sumbunya sebagai manusia yang utuh.

Orang yang suka menjadi 'tikus bejat' ini, oleh Imam Ahmad bin Hambal (seorang sufi) adalah mereka yang telah berpaling dari keutamaan-keutamaan rohani berikut ini. 1) Suhud (zahid) 'asketisme' dalam arti kehidupan sederhana berdasarkan motif keagamaan 2) Meninggalkan segala yang haram (zuhud orang awam). 3) Meninggalkan hal yang berlebihan dalam perkara yang halal (zuhud orang kwaw-wash). 4) Meninggalkan apa saja yang memalingkan diri dari Allah (zuhud orang arifin) (1999: 32-33). Bila sumbu rohani ini padam, maka padam pula nurani manusia.

Nyalakan Kembali Sumbu Prinsip Moral

Orang yang membunuh dan bersikap curang terhadap orang lain dalam masyarakat beradab adalah kelompok 'ampas' (waste) atau 'sampah' yang tidak bermanfaat dalam kebersamaan. Mereka ini harus kembali 'dikarantina' atau kembali dinyalakan sumbu moralitasnya, sehingga siap menjadi 'manusia bagi yang lain dan manusia bagi Allah' junjungannya.

Prinsip moral yang harus dinyalakan kembali adalah prinsip moral dasar seperti disebutkan di atas. Untuk mempertahankan sumbu utama ini agar tetap bernyala, orang harus mengintrospeksi dan meretrospeksi diri. Di sana orang bertanya entahkah masih ada residu (sisa-sisa) kebaikan yang dapat dijadikan dasar pijak untuk membangun kembali keterpecahan moralitas diri ini? Pisau bedah yang paling tajam untuk mengerat 'kanker ganas' yang telah lama bersarang dalam moralitas orang-orang ini adalah 'metanoia' (pertobatan batin dan kembali pada yang benar). Orang harus kembali mengolah nurani dengan ajaran-ajaran moral formal, maupun moral agama demi mengubah perilaku yang telah melenceng dari yang diharapkan dalam hidup bersama.

Untuk sampai pada metanoia yang efektif dan efisien, orang perlu kembali melihat sikap-sikap moral yang standar.

Magnis-Suseno mengajak kita sekali lagi untuk memperhatikan beberapa keutamaan ini. Hal pertama, kejujuran, pribadi jujur yakni pribadi yang lurus, terbuka dan fair (wajar). Kedua, otentik, asli memiliki pendirian sendiri bukan dibisiki, atau meniru yang tidak tepat. Ketiga, memiliki kemandirian moral, memiliki pendirian sendiri dan tidak ikut-ikutan. Keempat, keberanian moral, orang setia terhadap suara hatinya yang benar. Kelima, kerendahan hati, melihat diri sesuai kenyataan, tidak muluk-muluk. Keenam, realistis dan kritis, sesuai dengan kenyataan dan tidak tunduk begitu saja pada pengaruh kekuatan dari luar diri (1987: 149-150). Entahkah kita masih punya waktu untuk berbenah di masa krisis ini dengan tawaran di atas?

Tentu tawaran ini bukan air penyejuk yang sekali diteguk dahaga pun lenyap. Ia membutuhkan suatu proses pendampingan, yang komprehensif untuk melihat kembali nilai fundamental dalam kebersamaan itu. Semua pihak tidak boleh berdiam diri untuk memberantas kejahatan moral ini. "Siapa yang diam tanda setuju" kata pepatah Latin. Di sini, pemerintah, lembaga penegak hukum, keamanan, lembaga agama harus terus bahu membahu menegakkan kembali tatanan moral yang keburu tandus ini.

Dalam memerangi terorisme, kejahatan-kejahatan sosial, kita harus bergerak bersama-sama. Kita tidak boleh acuh tak acuh terhadap kejahatan yang menghancurkan peradaban kita. Jika kita diam dan acuh tak acuh kita pun termasuk dalam kelompok yang merusak kedamaian sejati. Martin Luther King menasehatkan kepada kita dengan mengatakan "'There comes a time -when silence is betrayel" (Ada saatnya ketika diam adalah suatu pengkhianatan). Kita juga harus memiliki prinsip seperti ungkapan Latin ini, "Homo sum, humani nihil a me alienium puto" (sebagai manusia, saya tidak bisa acuh tak acuh terhadap segala yang menjadi kepedulian manusia). Jika kita tidak mewujudkan cita-cita ini tatanan damai selalu akan terancam.

Penutup

Suara orang-orang yang telah meninggal akibat bom di JW. Mariot dan Ritz-Carlton tak pernah akan terdengar lagi. Pembelaan bagi mereka yang kita lakukan pun tetap sia-sia.

Mereka yang telah dimanipulasi oleh para koruptor pun susah mendapatkan bantuan hukum yang memadai. Di seputar kita pun tidak ada wadah yang kokoh untuk membela suara para korban ini. Bagi mereka yang tidak terbela ini, kita bersama St. Agustinus hanya boleh mengatakan "Tempora lenitum est vulnus meum" (dalam perjalanan waktu luka-lukaku sembuh"). Tetapi bagi kita yang masih memiliki kekuatan rohani (iman, harap, dan kasih) kita masih dapat berharap bahwa segalanya akan teratasi.

Penegakan kembali nilai moral yang telah hancur, memungkinkan kita untuk tinggal nyaman dalam negeri ini. Kuncinya ada pada diri kita masing-masing yakni dengan menyikapi semua ajaran moral, hukum formal, hukum, agama secara tepat. Untuk itu, benahilah terlebih dahulu diri sendiri, maka segalanya akan ditambahkan pada waktunya. Dengan demikian, kita bisa berbangga dan mengatakan "Subur negeriku subur perilaku orang-orangnya". Bravo Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2009. ***

Penulis adalah Pastor Keuskupan Sibolga Guru di Seminari St. Petrus Aek Tolang-Desa Pandan- Sibolga, Tapanuli Tengah.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

14 August 2009

[sobat-hutan] SOMASI LAMUNTI KEPADA PIHAK PT> GLOBALINDO AGUNG LESTARI _Sawit Di PLG

 

 

 

SOMASI LAMUNTI

KEPADA PT. GLOBALINDO AGUNG LESTARI

 

Kepada Yth

Pimpinan PT. Globalindo Agung Lestari

Di

     Kuala Kapuas

               

Salam hormat.

Sejak keberadaan PT. Globalindo Agung Lestari (PT.GAL) yang bergerak dibidang Perkebunan Kelapa Sawit di UPT Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (tahun 2006 sampai sekarang 2009) hampir selalu terjadi konflik lahan dan tanam tumbuh masyarakat ; baik itu permasalahan antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintahan desa, antar Pemerintahan Desa, masyarakat dengan Perusahaan, maupun Pemerintahan Desa dengan Perusahaan. Dan sampai sekarang tidak ada niat baik dari perusahaan untuk mau menyelesaikannya. Dari rata‐rata pertemuan guna menyelesaikan masalah tersebut, walaupun sudah diundang, pihak Perusahaan (PT. Globalindo Agung Lestari) sering tidak hadir dan terkesan meremehkan masalah yang ada. Sampai pada pertemuan terakhir pada tanggal 5 Juli 2009 dibalai desa Sriwidadi yang juga dihadiri pihak Dinas Transmigrasi Kabupaten Kapuas, dari PT. Globalindo Agung Lestari walaupun sudah diundang tidak ada satupun yang hadir sehingga permasalahan juga tidak ada penyelesaiannya.

 Melihat kondisi yang berkembang dan untuk menjaga suasana yang kondusif di UPT Lamunti, maka kami yang tergabung dan mendukung SOMASI LAMUNTI ini, menyatakan :

1.       Menolak dengan tegas keberadaan PT. Globalindo Agung Lestari di Desa Sriwidadi UPT Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah karena tidak menghargai ketetapan yang telah diatur Undang‐Undang, Pemerintahan Desa, Adat Istiadat, maupun kebiasaan yang berlaku. (belum memiliki HGU, AMDAL dan kesepakatan yang jelas dengan masyarakat sudah berani melakukan penggarapan lahan dan penanaman).

2.       Meminta kepada pihak terkait khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas (Bupati Kapuas) untuk mencabut ijin lokasi yang diberikan kepada PT. Globalindo Agung Lestari maupun Perusahaan sawit lainnya di UPT Lamunti dan membantu penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dengan Perusahaan. (karena tidak seusai dengan UU No.15 tahun 1997 Tentang Ketransmigrasian, Inpres No.2 2007, Master Plan maupun KTM).

3.       Menuntut pertanggung jawaban PT. Globalindo Agung Lestari yang telah menggarap lahan dan tanam tumbuh masyarakat. (karena tanpa ada kesepakatan dan ijin dari yang punya tanam tumbuh dan lahan, Perusahaan sudah berani menggarap).

4.        Selama belum ada penyelesaian yang jelas, maka PT. Globalindo Agung Lestari dilarang melakukan aktivitas perluasan dan penggarapan lahan baru.

5.       Meminta kepada seluruh warga dan tokoh masyarakat Lamunti dan sekitarnya untuk tidak mudah diadu domba oleh Perusahaan dan oknum tertentu, sehingga tetap menjaga suasana yang kondusif sampai permasalahan ini selesai.

Demikian SOMASI LAMUNTI ini dibuat dan disampaikan berdasarkan rasa sadar dan penuh rasa nasionalis. Dan jika dalam waktu 15 (lima belas) hari setelah surat SOMASI LAMUNTI ini diterima PT. Globalindo Agung Lestari, tidak ada tanggapan yang baik dari Perusahaan, maka kami akan melakukan tindakan secara tegas sesuai Undang‐Undang, Adat Istiadat dan kebiasaan yang berlaku.

 

Lamunti Juli 2009

 

PENDUKUNG SOMASI LAMUNTI

 

1.       Kepala desa Sriwidadi                               Muhamad Fauzi                < Tanda tangan dan cap desa>

2.       Kepala desa Sumeber Makmur                 Yusuf                                     < Tanda tangan dan cap desa>

3.       Ketua BPD Sumber Makmur                       Dewansyah                        < Tanda tangan dan cap BPD>

4.       Kepala Desa Keladan Jaya                        Supriadi                                < Tanda tangan dan cap desa>

5.       Kepala Desa Saka makmur                        Haga Meldi                         < Tanda tangan dan cap desa>

6.       Kepal Desa Manyaho                                 Suparno                               < Tanda tangan dan cap desa>

7.       Kepal Desa Rantau Jaya                             Mahrurozi                           < Tanda tangan dan cap desa>

8.       Ketua Forum Galam                                    Joko Maryata                     < Tanda tangan dan cap Forum>

9.       Ketua Forum Mahaga Lewu                        Rustam Efendi                   < Tanda tangan dan cap Forum>

 

Tembusan :

1.       Presiden Republik Indonesia

2.       Mentri Tranmigarsi dan Tenag Kerja

3.       DPR RI

4.       Komnas HAM

5.       Gubernur Kalimantan Tengah

6.       DPRD Propinsi Kaliamntan Tengah

7.       Bapedda Propinsi Kaliamntan Tengah

8.       Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah

9.       Dinas Transmigrasi dan Tenaga Keraj Kaliamntan Tengah

10.   Bupati Kabupaten Kapuas

11.   DPRD Kabupaten Kapuas

12.   Bappeda Kabupaten Kapuas

13.   Dinas Transmigarsi Kabupaten Kapuas

14.   Dinas Perkebunan dan Kehutana Kabupaten Kapuas

15.   Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas

16.   Sawit Watch Indonesai

17.   Save Our Borneo

18.   Walhi Kalimantan Tengah

19.   Media cetak mapun media elektronik

 
 
Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah
 
Jl. Cikditiro No. 16  Palangkaraya 73112 Kalimantan Tengah ; Indonesia
Telp     : +(62(0) 536-3226437,
Fax      : +62(0) 536-3238382
e-mail   : kalteng@walhi.or.id
            : rompas@walhi.or.id
Web    : http://www.walhi.or.id/kalteng

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Undangan WWF-Indonesia: Monumen Tanah Airku, Minggu, 17 Agustus 09, 13.00, Atrium Mal Artha Gading [1 Attachment]

 
[Attachment(s) from verena puspawardani included below]

Rekan-rekan yang baik,

 

Memperingati Hari Kemerdekaan, WWF-Indonesia mengundang publik untuk menghadiri acara puncak "MONUMEN TANAH AIRKU". MONUMEN TANAH AIRKU adalah monumen raksasa bergambar peta Indonesia yang dibagi menjadi 64 panel sebagai lambang peringatan HUT RI ke-64 dan diluncurkan pertama kali di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2009.

 

Melalui monumen ini, WWF-Indonesia mengumpulkan dukungan masyarakat untuk konservasi alam Indonesia yang secara simbolik dilakukan dengan membubuhkan cap dua jempol pada monumen tersebut. Satu cap jempol berwarna hijau untuk menghijaukan hutan Indonesia dan satu cap jempol biru untuk membirukan laut Indonesia.

 

Seluruh panel yang telah terisi penuh dengan ribuan cap jempol anak bangsa akan dirangkai menjadi satu dan dipamerkan sebagai seni instalasi tepat pada hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2009.

 

Kami mengundang kawan-kawan untuk hadir dan turut menyaksikan peletakan panel terakhir monumen bersejarah ini yang diadakan pada:

Hari & Tanggal           :           Senin, 17 Agustus 2009

Waktu                         :           13.00-16.30 WIB

Tempat                       :           Atrium India, Ground Floor, Mal Artha Gading, Jakarta

 

Acara                         

13.00-14.30                Konferensi Pers dengan pembicara:

                                   * Rizal Malik, Anggota Badan Pengurus WWF-Indonesia

                                   * Katon Bagaskara, Supporter Kehormatan WWF-Indonesia

                              * Marcel & Mischa Chandrawinata, Supporter Kehormatan WWF-Indonesia

                                   * Djoko Mudjiono, General Manager Mal Artha Gading

14.45-16.30                 - Pembubuhan cap jempol

- Peletakan panel terakhir diiringi lagu Indonesia Raya oleh Katon Bagaskara

- Pameran seni instalasi Monumen Tanah Airku

 

Kehadiran dan partisipasi rekan-rekan media sangat kami harapkan untuk menarik dukungan dan meningkatkan dukungan lebih besar terhadap upaya konservasi di Indonesia. Untuk konfirmasi dan informasi lebih lanjut, harap menghubungi Nazla di 0818 081 92 081.

 

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama ini untuk WWF-Indonesia.

 

 

Salam lestari,

WWF-Indonesia

__._,_.___

Attachment(s) from verena puspawardani

1 of 1 Photo(s)

Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___