30 July 2009

[sobat-hutan] RI may lose natural forest by 2015, says enviro expert

 

Reflection: Please, clear the natural forest and rest in peace !
 
 
 

RI may lose natural forest by 2015, says enviro expert

Adianto P. Simamora ,  The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Thu, 07/30/2009 12:31 PM  |  National

 

Indonesia may lose its status as the world's third-largest forest nation by 2015 as the country's natural forests are likely to disappear due to deforestation and lax efforts to replant logged forest areas.

Rinekso Soekmadi, a forestry expert from the Bogor Institute of Agriculture (IPB) said the government should take tough action to force forest concession holders (HPH) to replant logged forest areas.
"Otherwise, all natural forests will be lost by 2015. This is the worst case scenario based on current rates of deforestation," he said.

The government has allocated 64 million hectares of natural forests, out of the country's 120 million, as forest concession areas that can be legally logged.

Rinekso, IPB's director of international cooperation, said that much of the total 120 million hectares of natural forests, were located in forest concession areas.

"The declining trend of deforestation from 2.8 million hectares in the 1990s to the current level of about 1 million hectares is not due to improved forestry management," he said.

"It is because we don't have enough existing forests anymore."

Rinekso said the government's forestry management gave too many benefits to concession holders as there was no clear policy requiring them to take responsibility for severely depleting the country's forests.

"Many HPH holders then leave  concession areas without replanting trees there," he said.

The forests are the natural habitats of wild animals and plants that make Indonesia's biodiversity so rich. Indonesia is world renowned for its biodiversity, with nearly

3,700 species, or 15 percent of the world's total fauna found within the archipelago.

With the severe impact of climate change, calls for forest nations to preserve forests continue to grow in order to prevent the emission of carbon dioxide retained in tress.

The Guinness Book of World Records claims that Indonesia's rate of deforestation is the highest in the world, with the equivalent of three soccer fields cleared every hour.

Around 1.8 million hectares of rainforest were cut down in 1997, with figures jumping to 2.8 million hectares per year between 1998 and 2000.

Since then, clearance rates have remained high, at 1.8 million hectares.

Executive director of Greenomics Indonesia, Elfian Effendi, said that concession holders should uphold their obligation to replant trees as stipulated in their logging licenses.

"If they fail to uphold their business plans to preserve the concession areas they work in, the management of those companies could be sent into jail," he said.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

24 July 2009

[sobat-hutan] Penangkapan Komodo untuk Taman Safari dipertanyakan

 

 

Penangkapan Komodo untuk Taman Safari dipertanyakan

Penangkapan Komodo untuk Taman Safari dipertanyakan
(Istimewa)
Kupang (ANTARA News) - Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) No.SK.384/Menhut-II/2009 tentang penangkapan 10 komodo untuk dipindahkan ke Taman Safari Indonesia di Bali dipertanyakan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kita pertanyakan SK yang dikeluarkan Menhut, kenapa tidak ditandatangani (Menhut) dan tanpa tembusan ke Pemda NTT," kata Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, di Kupang, Jumat.

SK Menhut tersebut, katanya, hanya ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi Departemen Kehutanan, Suparno, SH, dengan tembusan kepada Sekjen dan Inpektur Jenderal Departemen Kehutanan, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kepala Pusat Penelitian Biologi-LIPI dan Kepala Balai Besar KSDA NTT.

Sesuai SK penangkapan 10 komodo, kata Wagub Foenay, lima ekor jantan dan lima betina untuk alasan permurnian genetika dan kemudian dipindahkan ke Taman Safari Indonesia di Desa Serongga Kelod, Kecamatan Gianyar, Provinsi Bali.

Pada dasarnya, kata Wagub Foenay, Pemda NTT menudukung SK Menhut untuk menangkap 10 komodo tersebut, namun tidak dipindahkan ke tempat lain, tetapi dipindahkan kembali ke Taman Nasional (TN) Komodo.

"Jika komodo sudah diberdayakan ditempat lain artinya tidak murni lagi, sehingga kami minta dipindahkan ke TN Komodo," katanya.

Apalagi, lanjut Wagub Foenay, saat ini komodo masuk dalam daftar pooling tujuh keajaiban dunia ( New Seven Wonders) yang sedang digelar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Teknis Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT, Agus Bere Lake mengatakan, berdasarkan surat Menhut tersebut, pihaknya akan menangkap 10 komodo di kawasan konservasi alam Wae Wuul Kabupaten Manggarai Barat dan Riung di Kabupaten Ngada.

Selain di Wae Wuul dan Riung, komodo juga dijumpai di kawasan Padar, Rinca dan Pulau Komodo. Penangkapan, 10 komodo tersebut akan dilakukan pada Agustus mendatang.

"Hanya dua kawasan yang rencana dilakukan penangkapan yakni Wae Wuul di Manggarai Barat dan Riung di Ngada," katanya.

Untuk menangkap seekor komodo, kata Agus, tidak mudah karena petugas harus mengetahui kapan komodo makan dan istirahat. Penangkapan juga harus menggunakan sebuah kotak besar yang dipancing dengan dengan makanan, seperti babi dan kambing.

Setelah ditangkap, pihaknya akan mengeluarkan surat angkut tumbuhan dan satwa domestik agar komodo dapat dipindahkan ke tempat lain.(*)

COPYRIGHT © 2009

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Do More For Dogs Group

Join a group of dog owners

who do more.

.

__,_._,___

23 July 2009

[sobat-hutan] Diprotes, Pemindahan Komodo ke Bali

 

Refleksi: Kalau 10 komondo dipindahkan ke Bali berarti para turis tidak perlu lagi ke NTT, beginilah cara  terselubung memiskin NTT dari sumber pendapatan
 
 
2009-07-22
Diprotes, Pemindahan Komodo ke Bali
 

[KUPANG] Rencana pemindahan 10 ekor satwa langka komodo dari habitatnya di Wae Wuul, Manggarai Barat dan Riung, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Bali ditolak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Pasalnya, komodo dilindungi dan menarik minat wisatawan mancanegara itu lebih ideal kalau berada di habitat aslinya di Taman Nasional Komodo (TNK).

Wakil Gubernur NTT Esthon Leyloh Foenay, di Kupang, Selasa (21/7) mengatakan, Pemprov NTT sangat keberatan atas permintaan Menteri Kehutanan MS Kaban untuk memindahkan 10 ekor komodo ke Bali dengan alasan menghindari kepunahan. "Kami segera sampaikan keberatan itu secara lisan, dan tertulis kepada Menteri Kehutanan," tegasnya.

Dikatakan, rencana penangkapan 10 ekor komodo tidak menjadi masalah kalau untuk dipindahkan ke TNK karena karakteristik wilayahnya sangat cocok dengan binatang komodo. Apalagi, komodo merupakan aset NTT yang bernilai jual internasional. Selain itu, saat ini komodo masuk dalam kontes pemilihan tujuh keajaiban dunia. "Jika dipindahkan, dikhawatirkan mengganggu kontes tujuh keajaiban dunia yang sedang berlangsung," imbuhnya.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Teknis Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT, Agus Bere Lake membenarkan adanya surat permintaan dari Menteri Kehutanan untuk menangkap 10 ekor komodo yang hidup di kawasan konservasi alam Wae Wuul.

Dikatakan, di Kabupaten Manggarai dan Ngada, terdapat sejumlah kawasan konservasi yang memiliki binatang komodo. [120]


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Weight Management Challenge

Join others who

are losing pounds.

.

__,_._,___

15 July 2009

[sobat-hutan] Monyet-monyet pun Berlarian Hindari Api



Refleksi : Barangkali dipikirkan bahwa monyet yang berlarian dan bukan manusia, jadi tak apa-apa dan silahkan cukur dan bakar hutan. Pasti hari depan sejahtera nan gemilang menunggu genarsi mendatang.
 
 
 
Rabu, 15 Juli 2009 , 07:49:00
 

KEBAKARAN HUTAN: Hutan di belakang Bandar Serai ikut terbakar, Selasa (14//7/2009).(zainuddin boy/riau pos)
PEKANBARU (RP) - Kebakaran lahan kosong dan hutan di Jalan Parit Indah, Kecamatan Bukitraya, tepatnya di sekitar belakang Bandar Serai bahwa ada kehidupan lain di hutan kota tersebut. Segerombolan monyet atau kera yang tak biasa terlihat, sejak beberapa hari terakhir keluar dari rerimbunan pohon untuk menghindari api.

''KOK bisa banyak monyet, ya? Itu yang terlintas di pikiran saya ketika melihat monyet-monyet itu berlarian keluar hutan. Biasanya tidak terlihat. Paling satu dua ekor saja yang berkeliaran sampai ke jalan. Tapi mereka tidak mengganggu warga. Ke mana mereka pergi?'' ujar Hanafi, salah seorang warga di Jalan Parit Indah yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kebakaran hutan kota di belakang Bandar Serai, kemarin kepada Riau Pos.

Ia mengaku melihat gerombolan monyet itu pada Ahad (12/7) lalu. Tapi, sebelum terjadi kebakaran hebat itu, satu dua ekor monyet memang kerap dilihatnya bergelantungan di beberapa pohon besar di belakang rumahnya. Dia juga beberapa kali sempat mengusir monyet-monyet yang sudah mendekat ke rumahnya.

Namun yang dia dan beberapa warga lainnya tak menyangka di dalam hutan dekat rumah mereka ada banyak monyet yang hidup. Itu mereka ketahui ketika kebaran hutan terjadi akhir-akhir ini.

Selain Hanafi, Rubiah, salah seorang pedagang jagung bakar yang lokasi berdagangnya berdekatan dengan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru juga mengaku sempat melihat monyet-monyet berloncatan dan berada di tengah jalan.

''Waktu kebakaran juga saya ada melihat monyet itu berada di tengah jalan. Kayaknya mencari tempat yang aman. Tapi setelah melihat banyak orang yang lewat, beberapa kawanan monyet itu kembali lagi ke hutan yang belum terbakar. Kasihan, rumah mereka (monyet, red) sudah habis dibakar,'' kata Rubiah kepada Riau Pos, Selasa (14/7) di tempat dia berjualan.

Hingga kemarin, pantauan Riau Pos, api memang sudah tidak tampak lagi membakar lahan dan hutan di dekat Bandar Serai. Tapi, asap tebal masih keluar dari dalam tanah gambut itu. Tidak hanya itu, dinding Rudenim yang awalnya berwarna kuning telur, kini sudah hitam akibat jilatan api beberapa hari yang lalu.

Puluhan personel Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru dan beberapa belasan unit mobil pemadam kebakaran juga terlihat tetap siaga di lokasi. Air terus saja disemprotkan ke atas tanah yang hitam itu untuk menghindari kembali munculnya api.

Per hari di satu titik lokasi bisa menghabiskan paling tidak 40.000 liter air. Dengan kondisi kemarau yang menyebabkan air juga kering, serta tidak adanya sumber air terdekat lokasi menjadi salah satu kendala mengapa api yang saat ini ada di bawah tanah tidak bisa dipadamkan dan asap terus keluar.

''Kami kesulitan memadamkan api itu. Pasalnya, gambut sifatnya menyimpan api. Jika diatas sudah padam, yang dibawah belum tentu padam. Makanya kami terus menyemprotkan air mengarah ke tanah,'' jelas Hambali salah seorang petugas pemdam kebakaran yang saat ditemui mengenakan seragam berwarna biru.

Selain itu, petugas juga tidak bisa masuk ke tengah hutan akibat kondisi asap di dalam sangat tebal. Petugas juga terlihat tidak mamakai masker standar saat melaksanakan tugas. Makanya, PDK hanya melakukan pemadaman di pinggir dan daerah yang terjagkau.

''Tidak bisa ke tengah hutan, asapnya tebal. Masker kami juga belum standar. Jika kami pakasakan takutnya nanti akan memakan korban. Tidak hanya monyet,'' tambah Hambali.(cr2)

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Dog Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about dogs.

.

__,_._,___

14 July 2009

[sobat-hutan] Ekonomi Kerakyatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

 

Dari Diskusi Konstitusi Hijau dan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM dan SHI)

Dani Setiawan-Ketua Koalisi Anti Utang


Dalam putaran pemilu 2009, wacana ekonomi kerakyatan kembali muncul dalam tema kampanye yang diusung oleh partai politik maupun calon presiden. Tema ini sesungguhnya bukan hal baru dalam pentas politik nasional. Perjuangan untuk meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi kerakyatan telah dimulai oleh para pendiri bangsa (founding leaders) untuk mengganti sistem ekonomi kolonial di bawah penjajahan. Bahkan, lebih jauh adalah memastikan pelaksanaan agenda-agenda ekonomi kerakyatan dalam kehidupan berbangsa pasca kemerdekaan. Hingga saat ini, keyakinan akan terwujudnya sistem ekonomi nasional, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan jalannya roda perekonomian tetap menjadi cita-cita dan tujuan jangka panjang dari penerapan demokrasi ekonomi atau ekonomi kerakyatan. Landasan konstitusional sistem ekonomi kerakyatan adalah pasal 33 UUD 1945.

"dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi."

Berdasarkankan kalimat penjelasan pasal 33 UUD 1945 tersebut (yang sudah dihapus oleh MPR melalui amandemen keempat tahun 2002) sangat jelas digambarkan substansi ekonomi kerakyatan. Yang dalam garis besarnya menyangkut tiga hal: Yaitu partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam proses produksi, menikmati hasil-hasil produksi dan yang lebih penting adalah kegiatan pembentukan produksi dan pembagian hasil produksi nasional tersebut harus berlangsung di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga inilah yang mendasari perlunya partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam turut memiliki modal atau faktor-faktor produksi nasional.
Modal yang dimaksud adalah modal material (material capital), modal intelektual (intelectual capital), dan modal institusional (institutional capital).

 

Selengkapnya

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/07/ekonomi-kerakyatan-dalam-pengelolaan.html

 

terbaru dari lenteradiatasbukit :

 

Gerakan Kebudayaan : Karya Grafis Sebagai Media Penyadaran dan Kampanye


Dari Ruang Grafis Melawan Lupa : Pameran Media Kampanye Masyarakat Sipil Tentang Pelanggaran HAM Masa Lalu


http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/07/gerakan-kebudayaan-karya-grafis-sebagai.html

 

The Motorcycle Diary (Che Guevara) : Puitika Gerak, Kecepatan dan Perubahan


 http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/07/gallery-foto-lentera-motorcycle-diaries.html





__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

13 July 2009

[sobat-hutan] Simposium Nasional Lingkungan

 

"SIMPOSIUM NASIONAL"
23 -26 Juli 2009 di FMIPA UI & Balai Sidang UI Depok
"Saatnya Seluruh Anak Bangsa Peduli, Cerdas, Bergerak, selamatkan lingkungan Indonesia"

Simposium Nasional merupakan acara yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UI sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di Indonesia. Acara berlangsung pada tanggal 23-26 Juli 2009. Tema yang akan diangkat adalah tentang pencemaran limbah, kerusakan hutan, dan krisis energi. Berbagai bentuk acara yang akan diadakan antara lain :

1. Konferensi Lingkungan Tingkat Nasional

Pemaparan dan pencarian solusi permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia, dengan mengangkat tiga isu utama yaitu pencemaran limbah, kerusakan hutan, dan krisis energi.

syarat untuk menjadi peserta konferensi dapat diliat di info konferensi

2. Pena Lingkungan

Pena lingkungan berisikan berbagai lomba jurnalistik, seperti :

  • Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM), yang dapat diikuti oleh mahasiswa sarjana atau diploma.
  • Essay, yang dapat diikuti oleh pelajar SMA atau sederajat .
  • Cerpen, yang dapat diikuti oleh siswa/siswi SMP atau sederajat.
  • Poster, yang dapat diikuti oleh pelajar SD atau sederajat.
  • Fotografi, yang dapat diikuti oleh masyarakat umum
  • Film Dokumenter, yang dapat diikuti oleh masyarakat umum..

3. Talk Show

Bincang santai dengan tokoh-tokoh nasional peduli lingkungan, LSM, dan masyarakat umum

4. Pelatihan

Pelatihan langsung proses daur ulang sampah, pembuatan kompos, dan pelatihan lainnya.

5. Bazaar dan Expo Lingkungan

Penampilan profile tentang isu-isu lingkungan Negara Indonesia tercinta yang menampilkan produk hasil riset-riset dari beberapa LSM yang mengkaji tentang lingkungan hidup.


More info :

http://www.simposiumnasionalfmipaui .co.cc/

Contact Person : Dian (085284512030) , Arief (085691361890) ,

PUSGIWA BEM FMIPA UI 021-7270454



Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

12 July 2009

[sobat-hutan] Menafsir Wastu : Seonggok Binatang Ekonomi / Manusia Seutuhnya

 

Dari Ruang Pamer Keramik Aries BM, Menafsir Wastu (bagian 1)

16-23 Juni 2009 Bentara Budaya Jakarta


semoga bermanfaat. salam


Wastu : bangunan ruang hidup yang lengkap, menyeluruh, hakiki, sejati dan melingkupi.

 

Manusia mengidentifikasikan dirinya berada dan menjadi ruang itu sendiri bersama dengan ideologi ruang, sejarah ruang, identitas ruang, rasa berkomunikasi , kesadaran wilayah, kemanusiawian, beserta unsur-unsur material yang lain. Dengan demikian konsep wastu menuntut kearifan manusia sebagai faktor penyebab dalam keberlangsungan ruang hidup.

 

(Albertus Rusputranto Ponco Anggoro, pegiat forum pinilih dan pengajar di program studi seni rupa murni ISI Surakarta)

 

Bagi saya kembara, kelana, perjalanan adalah perbendaharaan kata yang tak pernah lekang mengeledakan hasrat dan hati. Perjalanan, pencarian, penemuan diri dalam ruang dan waktu. Biduk atau perahu barangkali analogi yang cocok menggambarkan hasrat hati ini. Biduk itu tidak saja membelah laut di samudera luas, tetapi juga di dunia dalam, dalam batin biduk terus bergerak dan bergulat.

 

Perahu pada suku Bajo adalah rumah dan bagian integral ruang hidup, ruang laut yang diakrabinya. Maka analogi perahu dan sarang lebah, rumah adat hingga kota adalah kesatuan ruang dan waktu dimana kita mengolah kemanusiaan kita, mencari dan menemukan sebenar-benarnya manusia. Tentunya didalamnya mengandung pola relasi yang rumit, antara diri dan manusia lainnya, manusia dan makluk hidup lainnya, manusia dan alamnya dan pada akhirnya manusia dan penciptanya.

 

Lebih jauh memperbincangkan ruang hidup, manusia dalam ruang dan waktu, kita dihadapkan pada dua pilihan. Apakah ruang hidup, ruang dan waktu yang kita jalani adalah ruang waktu yang bergegas dalam kontrol dan kendali modal, ruang waktu instumental untuk sekadar numpang ngombe (numpang minum/hidup) di dunia yang fana ini, pesona gaya hidup yang dekaden atau pola relasi transaksional, kasarnya ruang dan waktu yang memaksa kita menanggalkan kemanusian jadi onggokan angka statistik, binatang ekonomi atau mesin (produksi) ekonomi dan konsumen semata. Sapi perahan, domba korban ketamakan segelintir orang.

 

Ataukah kita masuk menjalani, menghidupi dimensi ruang waktu yang lebih manusiawi dan juga transenden. Hidup berlawan atas penjara-penjara kesewenangan manusia lainnya. Bila yang kedua menjadi pilihan, maka marilah kita menjawab ajakan Aries B.M untuk menafsir wastu melalui puluhan karya-karya keramiknya dan kemudian menghidupinya.

 

Untuk artikel dan dokumentasi foto selengkapnya silah kunjung

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/07/menafsir-wastu-seonggok-binantang.html

 

 

simak juga

 

Pemanasan Global : Melampaui Politik dan Ekonomi Yang Membusuk

Dari Ruang Pamer Seni Rupa Gasing dan Yoyo

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/search/label/komidi%20putar

 

Defacement : Deformasi Atas Ekspresi Manusia Beradab

Dari Ruang Pamer Teguh Ostenrik

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/defacement-teguh-ostenrik-deformasi.html

 

Menunggu Aba-aba : Bayi Bertato, Kepompong dan Pisau Sangkur

Dari Ruang Pamer Haris Purnomo

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/menunggu-aba-aba-bayi-bertato-kepompong.html


I See Indonesia : Kitab Rupa Untuk Kebangkitan Indonesia

Dari Ruang Rupa Grafis Ayip

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/e-book-i-see-indonesia-karya-karya.html






__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[sobat-hutan] KPK Sita Uang Rp 200 Juta dari Sekjen Dephut



 
 
Minggu, 12/07/2009 22:55 WIB
 
 

Kasus SKRT
KPK Sita Uang Rp 200 Juta dari Sekjen Dephut
Indra Subagja - detikNews
 
 
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai US$ 20 ribu atau Rp 200 juta dari Sekjen Dephut Boen Purnama. Uang ini diduga merupakan pemberian dari Direktur PT Masaro Anggoro Widjojo terkait proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT).

"Ya beberapa waktu lalu," kata juru bicara KPK Johan Budi di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (13/7/2009).

Johan tidak merinci lebih jauh, namun uang itu diambil KPK, dari Boen yang masih berstatus saksi, saat yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi Tanjung Api-api. Sementara uang yang diterima Boen terkait pengadaan SKRT pada 2006-2007 yang anggarannya mencapai Rp 180 miliar.

Anggoro diketahui, sebelumnya mempengaruhi para anggota Komisi IV DPR agar
mengeluarkan surat kepada Dephut untuk terus melanjutkan proyek SKRT yang sudah dihentikan oleh Menteri Kehutanan Prakosa pada 2004.

"Alat bukti yang kami dapat seperti itu," tambahnya.

Dalam surat yang dikirimkan Komisi IV dan ditandatangani Yusuf Erwin Faishal selaku Ketua Komisi IV, dan Hilman Indra serta Fahri Indra Leluasa selaku ketua Pokja pada periode Mei 2005 dituliskan agar proyek SKRT dilanjutkan dan menunjuk PT Masaro

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Yahoo! Groups

Small Business Group

Share experiences

with owners like you

.

__,_._,___