| Krisis pangan dan krisis finansial (krisis kapitalisme!) memicu peningkatan laju perampasan lahan secara global, gerakan tani dan agraria menghadapi tantangan yang lebih berat. Berakhirnya model pertanian skala kecil dan kehidupan pedesaan di banyak tempat di seluruh dunia, tinggal menunggu waktu? Silah simak terbitan Seized : Perampasan Tanah untuk Ketahanan Pangan dan Keuangan 2008 yang diterbitkan INDIES bekerjasama dengan GRAIN. Bisa diunduh disini http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/e-book-seized-perampasan-tanah-untuk.html salam pembebasan andreas Pengantar Saat ini krisis pangan dan finansial, keduanya, menjadi pemicu terjadinya perampasan lahan secara global. Di satu sisi, pemerintahan negara yang rentan pasokan pangannya dan menggantungkan kebutuhan pangan penduduknya pada impor melakukan perampasan lahan pertanian secara besarbearan di luar negeri untuk kebutuhan produksi mereka sendiri. Sementara di sisi lain, perusahaan pangan dan investor swasta, yang rakus akan keuntungan di saat terjadi krisis bekepanjangan, melihat investasi atas lahan pertanian di luar negeri sebagai sebuah sumber utama keuntungan yang baru. Alhasil, lahan pertanian yang subur sedikit demi sedikit telah menjadi milik swasta dan terpusat. Jika tak dikendalikan, perampasan lahan pertanian yang dilakukan secara global ini akan berdampak pada berakhirnya model pertanian skala kecil dan kehidupan pedesaan di banyak tempat di seluruh dunia. kontak : Syamsul Ardiansyah Institute for National and Democracy Studies Jalan Mampang Prapatan XIII RT 03 RW 03 Nomor 03 Kelurahan Tegal Parang, Mampang Prapatan Jakarta Selatan 12790 E-mail: sekretariat.indies(at)gmail.com, indies_indonesia(at)yahoo.com |
0 komentar:
Post a Comment