10 May 2009

[sobat-hutan] Dua Gajah PLG Mati Diracun



Refleksi: Hutan dibabat. Gajah diracun. Mungkin yang kurang ialah manusia. Yang jelas rakyat bertambah bertambah miskin? Dirgahayu NKRI!
 
 

Dua Gajah PLG Mati Diracun 

Oleh
Denny Winson


Pekanbaru - Dua ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, ditemukan sudah menjadi bangkai.

Hewan tersebut diduga diracun oleh pemburu gading liar. Informasi yang dihimpun SH dari PLG Minas, Kamis (7/5) sore, menyebutkan, kedua gajah terlatih yang menjadi korban diracun itu adalah Tommy berusia 23 tahun dan Regge (16). Keduanya merupakan bagian dari 32 ekor gajah yang ada di PLG Minas.Tommy merupakah gajah jantan yang pandai dan gadingnya diperkirakan mencapai satu meter. Di pasar gelap, gading-gading gajah ini dijual seharga Rp 5 juta per kilogram.


Bangkai gajah itu ditemukan sekitar dua kilometer dari tempat pelatihan gajah, atau di semak belukar yang masih berada dalam kawasan Hutan Raya Sultan Syarif Kasim, Kabupaten Siak—sekitar 45 kilometer dari Pekanbaru.
Sementara itu, pihak PLG Minas terkesan menutup-nutupi informasi seputar matinya dua ekor gajah tadi. Terbukti, ketika wartawan ingin mengonfirmasikan soal kematian gajah itu, beberapa petugas latih gajah di PLG Minas terkesan enggan untuk memberi informasi.Sikap pegawai PLG Minas ini memancing kemarahan salah seorang wartawan terbitan Jakarta.


Setelah bersitegang, pegawai PLG Minas ini akhirnya menyarankan wartawan tersebut meminta konfirmasi langsung kepada Kepala PLG Minas Muslino.
Muslino yang ditemui wartawan, akhirnya mengakui memang ada dua ekor gajah yang mati. Ia menyebutkan, kedua gajah itu ditemukan mati Kamis pagi, di semak belukar yang masih merupakan areal penggembalaan. Kedua gajah itu diperkirakan diracun Kamis dini hari."Tim dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah datang untuk mengotopsi. Dan kesimpulan sementara, gajah-gajah itu memang sengaja diracun untuk diambil gadingnya," terangnya.


Namun, imbuh Muslino, untung saja gading-gading itu belum sempat dibawa pelaku. Barangkali karena takut ketahuan, atau keburu pagi, si pelaku peracun gajah itu tidak sempat membawa dua pasang gading tadi. Mereka meninggalkannya sekitar 500 meter dari bangkai hewan yang dilindungi itu."Pelaku menggunakan umpan racun dengan dua ikat nenas. Di tempat kejadian perkara (TKP-red), kami menemukan nenas yang sudah dikunyah. Jadi kemungkinan salah satu gajah kami yang bernama Tommy setelah makan nenas beracun itu muntah-muntah," ungkapnya.Muslino menambahkan, selain dua pasang gading gajah, tas pelaku juga ikut tertinggal. Di dalam tas itu berisi sebilah kampak, senter, tali plastik, dan tiga bungkus rokok yang belum sempat dibuka. n

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

No comments: