29 May 2009

[sobat-hutan] Greenpeace adukan Menhut ke KPK



 
JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan hidup, Greenpeace, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban. Alasannya, Kaban telah mengeluarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang berujung pada terbitnya izin pengolahan 100.000 hektar bagi 14 perusahaan—yang menurut Greepeace—bermasalah di Riau.
 
Ke-14 perusahaan yang sebagian besar adalah milik Sinar Mas Group tersebut sempat diperiksa pihak kepolisian karena diduga terlibat aksi pembalakan liar (illegal logging) pada 2007.
 
"Dari kasus ini seorang bupati ditahan. Tapi secara misterius kasusnya dihentikan kepolisian Desember tahun lalu," ujar Greenpeace Southeast Asia Media Campaigner Hikmat Soeriantuwijaya, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/4).
 
Menurut Hikmat, kebijakan Kaban sangat bertentangan dengan kondisi hutan Riau yang saat ini rusak parah. Langkah ini meningkatkan emisi gas rumah kaca Indonesia. Selain itu, pemberian izin usaha akan meningkatkan aksi pembabatan hutan (deforestasi).
 
Hikmat menambahkan, kebijakan ini juga bertentangan dengan komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan G-8 di Jepang awal tahun ini. Disebutkan, Indonesia akan mengurangi emisi rumah kaca sebesar 50 persen tahun 2009 dan 75 persen pada 2012.
 
"SBY hanya diam, menyaksikan pemerintahannya secara aktif memperparah emisi Indonesia, dengan mengeluarkan kebijakan eksploitasi lahan gambut dan mengeluarkan izin penghancuran hutan lebih banyak lagi. Presiden jangan hanya menyaksikan tapi harus menghentikannya," kata Greenpeace Southeast Asia Forest Campaigner Bustar Maitar.
 
Di depan Gedung KPK, Greenpeace melakukan aksi teatrikal. Dua orang aktivis yang mengenakan topeng MS Kaban dan topeng Gubernur Riau Rusli Zainal diserahkan untuk diperiksa KPK. Sementara itu, dua aktivis lain yang mengenakan topeng Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hanya berdiri menyaksikan penyerahan.
 
MYS

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Mom Power

Kids, family & home

Join the discussion

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Re: Bls: [Lingk] WWF: Sinar Mas Berutang Rp 48,5 Triliun



SINAR MAS GROUP (SMG) tidak perlu resah kalau memang tududan LSM pemerhati lingkungan hidup (yaitu SMG sebagai biang keladi pengrusakan lingkungan hidup). Yang perlu dilakukan adalah pembuktian faktual di lapangan. Tidak cukup hanya cuap-cuap. Kalau memang berdasarkan pembuktian faktual di lapangan ternyata benar dilakuakn pengrusakan lingkungan, maka sebagai perasahaan besar yang katanya "SUDAH GO INTERNATIONAL" harus bertanggung-jawab secara hukum, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan terlebih bertanggaung secara kemanusiaan. Karena perusahaan dengan Trade Mark International harusnya malu kalau dituduh merusak lingkungan. Perlu diketahui bahwa perusahaan2 asing dari negara-negara maju sangat sadar betul arti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan. Jadi jangan status "GO INTERNATIONAL" digunakan jadi tameng untuk membantah.

 

Tidak saja di bidang perkebunan kelapa sawit, fakta nyata yang sudah berlangsung sejak orde baru bahwa di bidang industri kertasnya sudah terjadi pengrusakan lingkungan, teror kepada masyarakat lokal pribumi. Pembuatan kanal-kanal tanpa izin yang dimensinya 12 meter lebar, 8 meter kedalaman, dan puluhan kilometer panjang di tengah hutan yang diakuinya sebagai areal HTI SMG di Riau sebagai sarana transportasi pengangkutan kayu pasokan ke pabrik kertasnya IKPP. Pembabatan/penggundulan hutan alam masih berlangsung sampai sekarang, penanaman akasia (jenis tumbuhan jahat yang sudah dilarang dibudidayakan di negara2 maju, karena tidak bersahabat dengan makhluk hidup –baik tumbuhan lain, hewan liar dan hewan peliharaan tidak ada yang mau hidup di sekitar akasia, terlebih bagi manusia -udara dari dan di lingkungan akasia menyebabkan sesak nafas); penanaman akasia tesebut mengakibatkan homogenisasi jenis tumbuhan yang terdapat di sebagian besar hutan di Riau dan wilayah lainnya (hal ini akan mengakibatkan terputusnnya rantai kehidupan, hewan2 liar akan mengamuk kepada masyarakat lokal –bahkan sering terjadi warga lokal diamuk gajah, hariau- karena habitatnya terganggu); pembakaran hutan; meracuni hutan alam dari udara.

 
Masih segar dalam ingatan mengenai kasus ILLEGAL LOGGING (Il-Log) yang di SP3 secara kontroversiil. Pelaku utama Il-Log dan telah sempat berstatus TERSANGKA adalah PT. Arara Abadi pemilik HPH (Hak Pengusahaan Hutan) sebagai pemasok kayu kayu bahan baku pulp dan kertas ke Indah Kiat, keduanya anak perusahaan SMG, namun di-SP3 karena barang bukti tidak mencukupi untuk diperkarakan. Apa benar begitu??????? Atau ada konspirasi??????
 
Nampaknya Hak yang diberikan negara kepadanya telah diubah menjadi Hak Pengrusakan (bukan Pengusahaan lagi) Hutan. Kenapa, Hutan yang dirusak tidak pernah ditindak oleh aparat terkait. Ya...berarti Pengrusakan Hutan itu memang sudah menjadi Hak-nya yang diberikan aparat terkait.
 
Kasus Il-Log di SP3, 18-25 Desember 2008 lalu di Desa Suluk Bongkal, Riau,  PT Arara Abadi memanfaatkan ratusan oknum aparat menghalau ratusan warga negara Indonesia Pribumi yang dituduh menduduki areal HPH PT Arara Abadi -yang katanya adalah upaya penertiban sesuai perintah atasan. Namun, peristiwa tersebut menjadi tragedi berdarah yang menelan korban jiwa manusia yang tahu apa2 dan luka-luka tembak peluru tajam. Rumah-rumah mereka dibakar bagaikan perang/pembantaian lokal antara warga sipil (yang miskin ekonomi dan pengetahuan dan menderita) dengan oknum aparat, hewan-hewan peliharaan dan tanamannya sebagai sumber penghidupannya dihancurkan dengan alat-alat berat.
 
Sampai saat ini tragedi kemanusiaan tersebut belum terungkap, malah PT. Arara Abadi makin gencar mengintimidasi warga lokal dengan mengirimkan surat perintah (melaui satpamnya dan yang sering kali didampingi oknum aparat) agar warga lokal lainnya meninggalkan rumahnya dan ladangnya karena diakui sebagai bagian HPH-nya tanpa pernah menunjukkan bukti apapun kepada masyarakat pribumi lokal.

 

Kalau saja berbagai dokumen bukti berupa foto, video clip, dan kronologis tragedi itu diperlihatkan kepada mereka yang mengabdi kepada pengusaha pelaku kejahatan itu, maka sulit baginya untuk membantahnya. Kecuali dengan diplomasi kelicikan.
 
Di sektor forestry juga bertebaran utangnya di berbagai Bank Domestik dan Bank International. Siapa yang menjamini utang pengusaha domestik dengan status perusahaan PMDN. Apakah tiap bidang usahanya meningkatkan perekonomian Negara atau meningkatkan kekayaan oknum tertentu? Atau memperkaya diri sendiri dan lantas dibawa kabur ke negara asalnya?
 
Tenaga kerja yang mengais penghidupan di perusahaan tersebut, seenaknya saja di-PHK tanpa memperoleh pesangon yang menjadi haknya sesuai UU Ketega-kerjaan. Hanya dengan memberlakukan aturan main "OUT SOURCHING". Tenaga kerja yang miskin pengetahuan hanya diam dan kebingungan.
 
Kepada putra bangsa yang sadar nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai lingkungan hidup, marikita perangi penjahat seperti itu. Tolak dan Hindari membeli, memakai, menkonsumsi produk dari Grup perusaah itu (seperti minyak goreng, kertas, sabun dan lain sebaginya). Itu salah satu yang dapat kita lakukan untuk menentang penjajah, sambil menunggu kebijakan para pejabat yang berwenang dan berhati-nurani baik di negara ini. Para pemerhati kemanusiaan dan lingkungan hidup (Green Peace, WWF, dll), tolong kampanyekan agar seluruh pasar di dunia ini meng-embargo seluruh produk dari perusahaan penjahat kemanusiaan dan lingkungan hidup.


Pada 26 Mei 2009 00:10, Cardiyan HIS <cardiyan_his@yahoo.com> menulis:


Sekarang masalahnya; bagaimana menagih utang tersebut? Apakah ada preseden yang telah berhasil menagih utang perusahaan2 perusak lingkungan di Indonesia? Mohpn informasinya. Terima kasih.
 
Salam,
Cardiyan HIS   

--- Pada Sen, 25/5/09, clIMATe <ruhimat_imat@yahoo.com> menulis:

Dari: clIMATe <ruhimat_imat@yahoo.com>
Topik: [Lingk] WWF: Sinar Mas Berutang Rp 48,5 Triliun
Kepada: lingkungan@yahoogroups.com
Cc: beritabumi@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 25 Mei, 2009, 11:04 PM

Selasa, 26 Mei 2009 | 12:11
http://www.kontan. co.id/index. php/nasional/ news/14319/ WWF_Sinar_ Mas_Berutang_ Rp_485_Triliun

U LINGKUNGAN

WWF: Sinar Mas Berutang Rp 48,5 Triliun

JAKARTA.
Organisasi lingkungan internasional, Greenpeace melaporkan, Sinar Mas
Grup disinyalir melakukan kegiatan perusakan lahan gambut di Sumatera.
Perusakan yang meliputi penebangan dan pembakaran hutan itu menyebabkan
lepasnya 113 juta ton karbondioksida.

Greenpeace menjelaskan,
Sinar Mas Grup berutang 3,4 miliar euro atau Rp 48,5 triliun. Hal ini
mengacu pada harga rata-rata karbon 30 euro per ton.

Berdasarkan
perhitungan Greenpeace, konsesi minyak kelapa sawit dan kertas Sinar
Mas Grup melepas emisi karbondioksida hingga 2,26 miliar ton di Riau.
Sebagai catatan, Sinar Mas menguasai lebih dari 780.000 hektare
perkebunan kelapa sawit di Riau. "52% perkebunan Sinar Mas berada di
lahan gambut yang mengandung 35 miliar ton karbon," kata Bustar Maitar,
Juru kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.
Yang jelas ini bukan pertama kalinya
Sinar Mas terkena isu perusakan lingkungan. Pada 2001 lalu, The World
Wildlife Fund (WWF) memperkirakan, Sinar Mas sudah merusak 450.000
hektare hutan guna pembuatan kertas dan minyak kelapa sawit.

Anna Suci Perwitasari

[Non-text portions of this message have been removed]

Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/

[Non-text portions of this message have been removed]


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

28 May 2009

[sobat-hutan] Forests and the Planet



 
 
The New York Times

May 29, 2009
Editorial

Forests and the Planet

A major shortcoming of the 1997 Kyoto Protocol on climate change was its failure to address the huge amounts of greenhouse gas emissions caused by the destruction of the world's rain forests. A proposal that rich nations be allowed to offset some of their emissions by paying poorer counties to leave their rain forests intact was shot down after European environmental groups objected. They argued that it would allow rich countries to buy their way out of their own obligations. The planet has been paying for that colossal blunder ever since.

Deforestation accounts for one-fifth of the world's greenhouse gases — about the same as China's emissions, more than the emissions generated by all of the world's cars and trucks. And the world is doing far too little to stop it. An estimated 30 million acres of rain forest disappear every year, destroying biodiversity and pouring billions of tons of carbon dioxide into the atmosphere.

The global warming bill now working its way through the House seeks to change this destructive dynamic in two ways. It sets up a carbon trading system that is expected to raise upward of $60 billion annually through the sale of pollution allowances. Five percent of that would be set aside to help prevent deforestation, either through a special international fund or as bilateral grants to poor countries.

In addition, the bill would allow for the kinds of offsets proposed and rejected in Kyoto, Japan. For example, a power company having trouble meeting its emissions limits could satisfy some of its obligations by paying to reduce deforestation elsewhere in the world.

The economics make sense. It is a relatively inexpensive way for industrialized nations to get credit for reducing global emissions while they make the necessary investments to control their own pollution. And it is a good deal for poor countries. The World Bank estimates that an acre of rain forest converted to crops is worth $100 to $250. It's worth far more under a system that puts a value on carbon. An average acre stores about 200 tons of carbon; assuming a low price of $10 a ton, that acre is suddenly worth $2,000.

A big effort will still be required to resist the loggers, miners, ranchers and politicians who have had their way with the rain forests for years. And any plan must include safeguards and inspection mechanisms to ensure that the allowances and offsets are being used properly.

But with the rain forests shrinking and the planet warming up, it's crucial to get the right incentives in place — first as part of broad climate change legislation in the United States, then as part of a new global treaty that the world's nations hope to negotiate in the fall.

Related

Times Topics: Greenhouse Gas Emissions | Forests and Forestry

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

27 May 2009

[sobat-hutan] SEMINAR NASIONAL HARI LINGKUNGAN HIDUP DAN KULIAH TOKOH KEHUTANAN # 2



Kerusakan Lingkungan telah memperburuk kehidupan manusia dan ekosistem yang ada di dalamnya. Kehutanan mendapatkan tudingan keras sebagai sektor yang tidak berperan dalam melestarikan lingkungan hidup. Benarkah itu? Lalu dimana sebenarnya peran kehutanan dalam Melestarikan Lingkungan Hidup? Dapatkan jawabannya pada tanggal 3 Juni 2009.
 

SEMINAR NASIONAL HARI LINGKUNGAN HIDUP DAN KULIAH TOKOH KEHUTANAN # 2

"Mempertegas Peran Kehutanan dalam Kelestarian Lingkungan Hidup"


Pembicara:

Ir. Arief Yuwono, MA

(Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup)

Prof. Dr. Ir. Djoko Marsono

(Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM)

Ir. Wiratno, M.Sc

(Mantan Kepala Taman Nasional Gunung Leuser)

 

Waktu dan Tempat:

Rabu, 3 Juni 2009

Auditorium Fakultas Kehutanan UGM

 

Fasilitas:

Sertifikat

Snack

Stiker

 

Kontribusi:

Mahasiswa S1 : Rp 10.000,-

Mahasiswa S2 dan Umum : Rp 15.000,-

 

Pendaftaran:

Sekretariat Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM

 

CP:

Atik 08170418361

Nico 0856485619106


Salam Bumi, Pasti Lestari

Anton Prasojo

Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Kehutanan UGM

Ketua PC Sylva Indonesia UGM

085292690996


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

26 May 2009

[sobat-hutan] Pemerintah Tak Peduli Lingkungan Hidup



 
2009-05-05
Pemerintah Tak Peduli Lingkungan Hidup
 

[JAKARTA] Pemerintah yang berkuasa saat ini dinilai tidak peduli dengan kualitas lingkungan hidup yang semakin lama semakin memburuk. Hal ini terlihat dari makin banyaknya peraturan-peraturan yang tidak bersahabat dengan lingkungan telah dan akan diterbitkan oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Sonny Keraf, seusai rapat kerja dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, di Jakarta, Senin (4/5). Sonny mengatakan, rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Usaha Pertambangan Tertutup di Kawasan Hutan Lindung yang dalam waktu dekat akan ditandatangani Presiden menunjukkan betapa kurangnya komitmen pemerintah untuk memperbaiki lingkungan hidup.


Pukulan Telak

Seperti diketahui, sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan hidup mengecam dan melancarkan aksi protes terhadap rencana pemerintah mengeluarkan Perpres tentang Usaha Pertambangan Tertutup di Kawasan Hutan Lindung. Menurut mereka, Perpres yang rancangannya dikabarkan sebentar lagi akan ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, menjadi pukulan telak kedua bagi penggiat lingkungan setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) 2/2008 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada perusahaan tambang terbuka yang melakukan kegiatan usahanya di areal hutan produksi dan hutan lindung.

Juru Bicara Jaringan Advokasi Tambang, Luluk Uliyah, bahkan mengatakan, bakal ditandatanganinya Perpres tersebut, menunjukkan pemerintahan saat ini mulai kehilangan akal sehat. Selama ini, kata Luluk, alih fungsi hutan telah berkontribusi nyata terhadap meningkatnya intensitas dan kualitas bencana ekologis di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Teguh Surya mengatakan, penambangan tertutup tetap akan berdampak terhadap permukaan tanah kawasan hutan seperti terjadinya kelangkaan air tanah, perusakan daya dukung tanah terhadap vegetasi hutan, polusi air, serta pencemaran udara.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menanggapi protes tersebut dengan mengatakan, pihaknya mendukung terbitnya Perpres Usaha Pertambangan Tertutup
di Kawasan Hutan Lindung karena berdasarkan pembahasan-pembahasan yang dilakukan, proses pertambangannya tidak akan merusak lingkungan. [E-7]

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Yahoo! Groups

Mom Power

Discover doing more

for your family

.

__,_._,___

17 May 2009

[sobat-hutan] Melahirkan Sekolah Berwawasan Lingkungan



Suasana SD Pojok, Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Sabtu 16 Mei 2009 terlihat berbeda dari hari-hari biasa. SD yang terletak di pojok desa itu berbatasan dengan bentangan sawah yang sedang mulai menguning menunggu untuk dipanen. Tampak para siswanya sedang berkumpul di salah satu ruang kelas bersiap mengikuti agenda Pendidikan Lingkungan dengan tema "Green School Generation" yang diadakan oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 siswa SD dari kelas 1 hingga kelas 6. Tidak ketinggalan 10 orang guru juga ikut mendampingi putera-puteri didiknya. Pendidikan Lingkungan ini diadakan sebagai usaha untuk memeberikan pendidikan sejak dini terkait kesadaran akan lingkungan yang sudah semakin rusak. Harapan besar akan lahir "Generasi Hijau" yang lebih sadar dan tanggap akan permasalahan lingkungan dan mampu memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Dr. Satyawan Pudyamoko, S.Hut, M.Sc. Pendidikan lingkungan ini dijadwalkan setiap 2 minggu sekali hingga bulan Desember 2009. Rangkaian acaranya meliputi pendidikan klasikal di kelas hingga praktek menanam dan pembuatan taman di areal sekolah. Hal ini sebagai langkah nyata untuk menciptkan Sekolah Berwawasan Lingkungan.

Sebagai awalan, siswa SD Pojok diajak untuk menonton film bersama. Film yang berjudul Acil (Anak Cinta Lingkungan) dan Menanam Pohon Selamatkan Sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Dengan seksama para siswa mengikuti pemutaran film tersebut. Di tengah-tengah film panitia menghentikan sejenak pemutaran film guna memberikan pertanyaan kepada siswa terkait film tersebut. Bagi yang berhasil menjawab akan mendapatkan hadiah menarik. Spontan, banyak sekali yang tunjuk jari ingin menjawab pertanyaan panitia. Terlihat antusias sekaligus semangat membara dari calon generasi muda ini. Film berdurasi kurang lebih 2 jam menjadi tidak terasa karena begitu menarik perhatian siswa. Di ujung acara siswa diminta untuk menceritakan kembali film yang telah mereka tonton. Dan merekapun mampu menceritakan dengan lancar dan runtut.

Inilah sebuah penggalan cerita dari perjuangan kecil mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM untuk benar-benar berkontribusi bagi perbaikan lingkungan. Kita semua menyadari perbaikan lingkungan akan dapat dilaksanakan dengan adanya manusia yang sadar dan tangap terhadap lingkungan. Dan harapan besar itu muncul manakala kita memberikan pendidikan sejak dini kepada calon-calon penerus bangsa ini.

 

Salam Bumi, Pasti Lestari

Anton Prasojo

Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM

Ketua PC Sylva Indonesia UGM

085292690996

                                                                                               


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Auto Enthusiast Zone

Discover Car Groups

Auto Enthusiast Zone

.

__,_._,___