30 April 2009

[sobat-hutan] Re: [FDWB] TAMAN NASIONAL UJUNG KULON NAWARIN JALAN-JALAN



 
Please add my Facebook:
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia
----- Original Message -----
Sent: Thursday, April 30, 2009 1:48 AM
Subject: [FDWB] TAMAN NASIONAL UJUNG KULON NAWARIN JALAN-JALAN


Salam,
kawan-kawan, saya ketitipan pesan dari Kepala Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Agus Priambudi (081341301701) untuk reporter yang tertarik liputan lingkungan, pariwisata dan sejenisnya dan bisa meluangkan waktu lebih dari tiga hari jalan-jalan mengunjungi Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan serta track pengawasan habitat Badak dan Banteng di Ujungkulon.
      Intinya beliau bersedia memfasilitasi peliputan dengan menyediakan transportasi laut dan akomodasi dengan kapasitas kapal maksimal 20 orang.....
      Waktunya masih diserahkan kepada kawan-kawan yang berminat, hanya gambarannya bila waktu kita seting tiga hari, maka perjalanan dari Kantor TNUK di Labuan sampai ke lokasi sekitar satu hari hingga waktu untuk full liputan bisa seharian penuh. Sehingga bila kurang dari itu maka waktu liputan jadi sangat mepet
      makasih banyak
 
      salam   


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

22 April 2009

[sobat-hutan] E-Book Hutan Untuk Masa Depan (AMAN-DtE)



Perubahan Iklim dan Pelajaran Pengelolaan Hutan dari Indonesia


salam hangat, semoga bermanfat
andreas iswinarto
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com

Hari bumi, 22 April 2009.

Hari ini sebuah buku baru berjudul 'Forests for the Future' ('Hutan untuk Masa Depan')1 diluncurkan. Buku ini ditulis oleh beberapa Komunitas adat di Indonesia, dan menggambarkan keahlian dan pengetahuan Masyarakat Adat dalam mengelola ekosistem hutan tanpa menghancurkannya.

Buku 'Forests for the Future' diterbitkan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Down to Earth (DtE) dan didukung oleh DFID. Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk merayakan 1 dekade AMAN dan untuk membantu upaya-upaya mengembangkan model komunitas yang lebih maju, memiliki spirit, dan cara yang adil dalam menghadapi tantangan keberlanjutan, penghapusan kemiskinan, dan menegakkan hak-hak Masyarakat Adat.

Buku ini bisa di unduh dari situs DTE : http://dte.gn.apc.org/GNSCON.htm

dikutip dari pernyataan pers AMAN dan Down to Earth http://aman.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=55&Itemid=1

Forests for the Future " Indigenous Forest Management in a Changing World

Daftar Isi :

Introduction

Methodology

The Ciptagelar Indigenous Community, West Java
Developing a bargaining position over customary forest
Ki Ugis Suganda

The Guguk Indigenous Community, Jambi
Protecting customary forests with local regulations
Datuk H. Abubakar

The Kiyu Dayak Indigenous Community, Meratus, South Kalimantan
Strengthening alliances to campaign for forest protection
Andy Syahruji (team leader), Balai Kiyu

The Sembalun Indigenous Community, Lombok
Building consensus to save adat forest on Mount Selong
Abdulrahman Sembahulun and Y. L. Franky

The Indigenous Ngata Toro Community, Central Sulawesi
Reforming Adat to promote environmental, economic and cultural sustainability
Rizal Mahfud and Rukmini Paata Toheke

Tana Ai Indigenous Communities, East Flores
Maintaining traditional culture as a way of protecting the environment
Murray Muhammad H. Basyir

Indonesian Overview
Indigenous Peoples' Writing on Forest Management: A Counter Discourse?
Suraya Afiff

International Overview
Indigenous Natural Resource Management Systems at the Crossroads
Chip Fay

Conclusions
Communities in Transformation
Emil Kleden

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Yahoo! Groups

Stay healthy

and discover other

people who can help.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

.

__,_._,___

21 April 2009

[sobat-hutan] Bebas dari penjajahan ekologi untuk keadilan iklim_earth day 22 april



Seruan Front Peduli Rakyat Kalteng

"Bebas Dari Penjajahan Ekologi

Untuk Keadilan Iklim"

 

Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi 22 April 2009

 

 

Liberalisme, akar kerusakan lingkungan

Kegalan sistem ekonomi politik kapitalisme mulai mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia ditandai dengan terjadinya krisis ekonomi global yang mengakibatkan runtuhnya ekonmi liberal yang bertumpu pada kekuatan pasar. Hampir setiap Negara yang menganut paham neoliberlisme menjadi tumbal dari keangkuhan kapitalis yang dipraktekan dalam menjalankan monopili modalnya di hampir setiap sektor terutama praktek-praktek kotor seperti industri ekstraktif yang mengabaikan keberlajutan kehidupan manusia dengan metode keruk abis semua sumber daya alam dan mengakibatkan krisis ekologi yang mangacam kehiudupan jutaan manusia di bumi.

 

Indoensia merupakan salah satu Negara yang menganut sistem ekonomi politik neoliberalisme karena Indonesia merupakan salah satu negara yang strategis untuk menjalanken ekonomi kapitalis oleh negara-negara imprealis.

Saat ini konsolidasi kekuatan imprelisme di Indonesia mengisntrumenkan basis sosial yang bercorak feodalisme, dimana konsolidasinya adalah monopoli tanah. Hal ini merupakan fakta yang tidak terbantahkan dimana konsolidasi modal adalah pengusaan atas tanah yang luas dengan industri perkebunan skala besar,  HPH dan HTI, dan tambang dimana syarat utama adalah membutuhkan tanah yang luas. Industri ini menguasi hampir dari setengah daratan Indonesia terutama perkebunan sawit yang saat ini merupakan komoditas yang lagi laku dipasaran international. Celakanya akibat dari krisis keuangan dunia yang merupakan salah satu ciri keroposnya imprealisme, berdampak pada sektor-sektor yang merupakan basis kehidupan rakyat dimana petani, nelayan, buruh dan kaum miskin kota menyandarkan ekonominya.

Sementara corak ekonomi liberal indonesai tidak bertumpu pada perekonomian rakyat yang berbasiskan pada kerja kolektif dan kerja sosial rakyat. Industri yang dibangun adalah untuk mengabdi kepada kepentingan negara-negara maju. Ciri-ciri ini dapat dilihat dari industri yang ada di Indonesia merupakan industri kecil dan setengah jadi, artinya indonesia hanya menjadi wilayah penghisapan atas sumberdaya alamnya. Misalanya industri perkebunan sawit yang menghasilkan CPO dan produk turunanya 75 % dieksport keluar negeri,begitu juga  Industri batu bara pada tahun 2007 hasil produksinya mencapai 200 juta ton / tahun namun 80 % nya untuk kebutuhan luar negeri hanya 40 juta ton atau 20 % yang dikomsumsi dalam negeri. Sementara sektor migas lainya sudah dikuasi oleh perusahan mutinasional yang berasal dari Negara-negar imprealisme pimpinan amerika serikat seperti Exxon, Freeport, Newmont dll. Fakta ini mencirikan Indonesia sebagai Negara yang setengah jajahan dimana sumber daya alam di abdikan untuk Negara maju.

Hampir setiap kebijakan ekonomi dan politik Indonesia diintervensi oleh lembaga-lembaga international seperti IMF. World Bank, ADB dan lainya. Bantuan utang selalu mensyaratkan konpensansi yaitu kebijakan yang menjual sumberdaya alam negeri ini.  Sementara rakyat Indonesia mengalami beban hidup yang sangat berat dimana mereka akan terancam dengan kemiskinan, bencana ekologi dan kematian yang selau mengintai akibat rusaknya lingkungan hidup faktanya rakyat indonesi miskin diatas tanah yang kaya. Seharusnya pemerintah sudah mulai mengantisipasi kejadian bencana belakangan ini akibat kerusakan ekologi yang di sebabkan oleh industri ekstraktif yang merusak hutan dan merampas tanah rakyat. Moment krisis imprealisme tersebut seharusnya dijadikan pelajaran bahwa struktur ekonomi yang berbasiskan liberal tidak cocok untuk diterapkan diindonesia, kekuatan ekonomi rakyat dengan modal sumber daya alam yang kaya seharusnya menjadi modal yang utama untuk membangun ekonomi negara untuk kesejahteraan rakyatnya, namun sayangnya krisis ekonomi global justru semakin memacu pemerintah untuk menambah utang luar negeri, dimana Indonesia telah menyetujui utang luar negeri baru untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari Jepang dan Perancis dengan nilai Rp 550 triliun akan menambah beban rakyat.

Proses demokrasi rakyat melalui pemilu tidak akan merubah apapun dari kondisi dan realitas rakyat hari ini, demokrasi semu ini masih dikuasi oleh para pemodal yang masuk menjadi legislator dan pemerintahan yang berkolaborasi menjadi kapitalis birokrat. Sudah dipastikan kedepanya pengerukan sumberdaya alam dan kondisi lingkungan akan semakin parah. Tujuan utama dari kaum kapitialis birokrat adalah mempertahankan basis social feodalistik yaitu monopoli tanah dan industri yang mengabdi pada negara maju.

Kekuatan politik rakyat masih jauh dari harapan justru bayangan kehancuran yang ada didepan mata dengan masih berkuasanya kelas penguasa yang berkolaborasi dengan kapitalis hari ini. Rakyat harus bergerak untuk menyurakan hak-hak dasar mereka sebagai manusia yang bebas dari penghisapan dan kepastian akan keberlajutan hidup dengan mencari altrenatif aspirasi politiknya.

 

Kondisi Sumber Daya Alam diKalimantan Tengah

 

Kalimantan tengah merupakan salah satu bagian integral dari wilayah republik indonesaia yang merupakan bagian dari situasi ini. Kalimantan tengah yang luas dan kaya akan sumberdaya alam tidak terlepas dari incaran kapitalisme melaui investasi yang ekstraktif. Dari data yang diperoleh walhi kalteng perijinan untuk perkebunan sawit hingga tahun 2008 berjumlah 323 buah dan sudah menguasai sekitar 4.051.416,35  hektar dan kebanyakan adalah perusahaan asing dan perusahaan monopoli seperti wilmar, musimas, sinarmas dan astra. Sementara ijin konsensi dikehutanan yang terdiri dari ijin HPH/IUPHHK,HTI,IPK dan IPHHK dengan jumlah 759 ijin konsensi juga sudah menguasai wilayah Kalimantan tengah seluas 4.932.145,49 yang sudah dipastikan menggusur wilayah kelola masyarakat dayak yang bergantung dari sumberdaya hutan. Yang paling parah adalah jumlah perusahaan tambang batubara, emas dan lainya yang paling massif dalam merusak lingkungan hidup dikalteng karena menggunakan sistem open pitmining (tambang terbuka). Ijin pertambangan (Ijin KK, PKP2B, KP, Ijin Pertambangan Rakyat Daerah dan Ijin Pertambangan Daerah) hingga tahun 2007 mencapai 563 ijin dengan luasan mencapai 3.310.490.44 ha. Kawasan ijin tersebut hanya dimiliki oleh segelintir orang saja yang paling mengerikan adalah wilayah penting yang merupakan kawasn resapan air sudah dikuasai oleh perusahaan multinasioanal seperti BHP.Biliton, PT.Indomuro Kencana, dan Asmin Koalindo yang terindikasi masuk dikawasan hutan lindung. Melihat kondisi tersebut dari total wilayah dataran kalteng yang luasnya 15,356,800 Hektar, artinya 80 % wilayahnya sudah diberikan dan dikuasi oleh investasi dan pihak asing sejumlah 12,294,052.28 ha sementara sisanya untuk kawasan konservasi yaitu hutan lindung dan taman nasional. Hal itu menunjukan pengusaan tanah sebesar-besarnya diberikan kepada pihak investasi sementara rakyat kalimantan tengah tidak mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut justru ancaman akan menjadi landless (tidak bertanah) dan kemiskinan absolut. Padahal melihat komposisi masyarakat Kalimantan Tengah penduduknya banyak bekerja disektor pertanian yang mengandalakan tanah sebagai alat produksinya. Selain industri tersebut salah satu ancaman adalah konservasi yang berbasikan kawasan dengan masuknya pihak asing dalam pengelolaan kawasan. Konservasi dimaknai sebagai hal-hal yang scientitis yaitu ilmu yang masih menyerap konsep yeloow stones ala amerika yang mensyaratkan proteksi kawasan untuk konservasi yang tentunya akan mengusir masyarakat yang sudah lama hidup dikawasan tersebut. Nilai-nilai pengelolaan kawasan berbasiskan kearifan lokal yang selam ini sudah dilakukan turuntemurun dipinggirkan bahkan dimusnakan oleh ilmu pengetahuan yang justru tidak ilmiah. Lembaga-lembaga konservasi ini selalu menggunakan tameng untuk penyelamatan lingkungan padahal sesungguhnya yang dikejar adalah motif ekonomi (bisnis konservasi) dan monopoli tanah yang merupakan basis sosial feodalistik yang masih dipertahankan oleh kapitalisme melaui kompradornya yaitu lembaga konservasi international.

Kalimantan tengah merupakan salah satu wilayah yang akan dijadikan demo untuk program REDD (Reduction Emision Degradation and Deforestation) salah satu hasil pertemuan PBB untuk perubahan iklim dibali tahun lalu (UNFCCC) yang mengabaikan nilai-nilai keadilan. Secara umum ini hanya metode akal-akalan Negara maju pimpinan amerika serikat seolah-olah peduli terhadap perubahan iklim akibat pemanasan global sehingga Indonesia sebagai salah satu negara tropis dipaksa untuk menjaga hutanya sementara mereka sendiri tidak mau menurunkan komsumsi dan industri yang mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca yang paling besar. Mekanisme yang ditawarkan adalah kompensasi dengan menghitung karbon yang dikeluarkan oleh hutan Indonesia artinya fungsi hutan hanya dipandang sebagai komoditas yang merupakan ciri kapitalis. Kawasan sejuta hektar yang rusak akibat kebijakan fasisme orde baru merupakan salah satu kawasan yang akan dijadikan wilayah yang menggunakan konsep  REDD dan coba menggandeng pihak swasta untuk merehabilitasi kawasan tersebut. Fakta ini menunjukan bahwa kawasan PLG dijadikan kawasan yang bernilai ekonomis karena masuknya pihak swasta dalam pengelolaanya akan lebih mengutamakan keuntungan daripada nilai sosial dan keanekaragaman hayati dari kawasan tersebut. Ini merupakan pengalihan tanggung jawab pemerintah kepada pihak swasta yang akan berdampak buruk bagi lingkungan dan keterancaman terhadap akses-akses penghidupan rakyat.

Akibat rakusnya industri ekstraktif tersebut dan monopoli tanah yang dilakukan oleh kapitalis akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar yang dialami oleh rakyat dan negara ini, perampasan hak atas tanah, penggusuran dan represifitas negara akan meningkat, bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor dan badai siap merengut milik kita termasuk nyawa umat manusia. Artinya penguasaan monopoli tanah untuk investasi ekstraktif akan merusak lingkungan, dan lingkungan yang rusak berdampak pada semua sektor kehidupan rakyat. Tiada lain dan tiada bukan kepada semua pihak yang sadar harus menggalang seluruh elemen bangsa untuk melawan semua bentuk penghisapan dan penjajahan termasuk penghisapan sumberdaya alam dikalimantan tengah dengan menyatukan diri bersama untuk menghentikan investasi yang merampas tanah rakyat, investasi yang tidak mengindahkan kaeadah-kaedah ekoligi, dengan menghancurkan sistem monopoli tanah sebagai basis social feodalisme dengan merebut ruang-ruang untuk kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan umat manusia di bumi.

 

Palangkaraya, 22 April 2009

 

 

FRONT PEDULI RAKYAT KALIMANTAN TENGAH

 

Save Our Borneo, Walhi Kalteng, Mitra LH Kalteng, , Pokker SHK, Yayasan Betang Borneo, Green Studen Movement, Serekat Hijau Indonesia, JARI Kalteng, Mapala Comodo FE Unpar, Mapala Dozer Teknik Unpar, Slankers Klub Palangkaraya

BEM Unpar, BEM Stain, Serikat Petani Kotawaringin (SPKW) Pangkalan Bun

Aliansi Rakyat Tani Barito (ARTB), Aliansi Rakyat Pengelola Gambut (ARPAG)

Lembaga Dayak Panarung, Yayasan Petak Danum, Mitra Insani

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

19 April 2009

[sobat-hutan] Undangan Seminar Nasional HARI BUMI 2009 "Pemimpin Baru untuk Dunia Kehutanan yang Lebih Baik" [1 Attachment]

[Attachment(s) from anton prasojo included below]

SAATNYA RIMBAWAN BERSUARA

Suksesi kepemimpinan nasional telah bergulir. Sebentar lagi kita akan memasuki masa dimana setiap orang akan mempunyai hak untuk menentukan siapakah orang yang pantas memimpin negeri ini.
Lantas bagaimana suara dari para rimbawan terkait harapan munculnya pemimpin yang mempunyai kepedulian terhadap dunia kehutanan. Seperti apa kriteria yang diharapkan baik dari Eksekutif, LSM, Akademisi, Pengusaha dan Politikus ?
Dapatkan jawabannya di:

SEMINAR NASIONAL HARI BUMI 2009 DAN KULIAH TOKOH KEHUTANAN
"PEMIMPIN BARU UNTUK DUNIA KEHUTANAN YANG LEBIH BAIK"

Pembicara:
Ir.Purwadi Soeprihanto, M.E (Presiden Direktur HTI PT Finantara Intiga)
Ir.Agung Nugraha, MM (Ketua Masyarakat Perhutanan Indonesia)
Dr.Ir.Tachrir Fathoni, M.Sc (Kepala Balai Litbang Dephut)
Prof.Dr.Ir.San Afri Awang, M.Sc (Ketua Persaki)
Ir.Arnanto Nur Prabowo (Staf Ahli Komisi IV DPR RI)
Ir.Nurcahyo Adi, MBA (Multistakeholder Forestry Program)

Sabtu, 25 April 2009
Pukul 08.00-selesai
di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM

Rp.10.000,-
Fasilitas:
Snack
Stiker
Seminar Kit
Sertifikat

Majalah Persaki
(Gratis buku kehutanan untuk 50 pendaftar pertama)

Pendaftaran di Sekre LEM FKT UGM atau SMS ke:
Budi : 087884017544
Yugo: 085729014884


Salam Bumi, Pasti Lestari
Anton Prasojo
Ketua LEM (Lembaga Ekssekutif Mahasiswa) Fakutlas Kehutanan UGM
Ketua PC Sylva Indonesia UGM
085292690996





__._,_.___

Attachment(s) from anton prasojo

1 of 1 Photo(s)

Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Dari Aktivis Anti Soeharto, Lingkungan Hingga Perkumpulan Penderita Psoriasis Arthritis



Sepenggal Kisah Hidup Sardiyoko Dari Aktivis Anti Soeharto, Lingkungan Hidup Hingga Perkumpulan Penderita Psoriasis Arthritis


semoga bermanfaat

salam hangat

andre


''Jadi, ada dua periode dalam hidup saya ini. Pertama, dikejar-kejar tentara. Kedua, dihajar penyakit,'' ……….

Sardiyoko

2 Tahun Berpindah-pindah Tempat dan Menyamar Untuk Menghindari Penculikan
3 Tahun Memimpin Walhi Jawa Timur
7 Tahun Melawan Penyakit Psoriasis Arthritis

Dalam rubrik Metropolis People harian Jawa Pos 18 April 2009 menuliskan kisah kawan Sardiyoko. Dahulu selama mahasiswa ia aktif di Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi, kemudian setelah menyelesaikan kuliahnya yang sempat tertunda karena berada di pelarian ia bergabung di Walhi Jawa Timur dan akhirnya menjabat Direktur. Kemudian karena penyakit yang dideritanya ia berbilang tahun terpaksa meringkuk tak berdaya di ranjang (bahkan berbicara pun susah payah dilakukannya). Sardiyoko mengatakan ia bisa bertahan melawan penyakit Psoriasis Arthritis tak pelak karena mental sudah tertempa karena dulu aktif di organisasi pergerakan menentang Soeharto.

Terkait kisah hidupnya ia berpesan kepada kawan-kawannya

Saudaraku... berikut ini saya postingkan berita tentang kisah saya dalam menghadapi sakit yang saya derita selama ini.....

Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua untuk tetap semangat.

Tetap semangat


Terima kasih Yoko, karena mau berbagi termasuk kejujuranmu. Contohnya yang satu ini "(saya ) Pernah Ditodong Pistol Orang Tak Dikenal sampai Ngompol"


Berikut beberapa petikan kisah hidup Sardiyoko seperti dilaporkan oleh Jawa Pos.

Dia menceritakan, awal pergulatan dia dengan dunia aktivis adalah ikut Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) pada 1993. Organisasi itu terkenal sangat militan. Para anggotanya kondang sebagai orang-orang tanpa rasa takut. Mereka tidak gentar berdemonstrasi dan melakukan rapat-rapat bawah tanah. Padahal, saat itu kuku kekuasaan militer Soeharto masih kuat menancap.

Tak heran, Sardiyoko kemudian menjadi salah seorang sasaran penculikan paling utama tentara Orde Baru waktu itu. Risiko tersebut disadari penuh oleh Sardiyoko. Pada suatu malam pada 1995 misalnya, dia pernah ditodong pistol ketika berada di Terminal Arjosari oleh seorang tak dikenal. Sebab, Sardiyoko ditengarai menjadi organisatoris bagi buruh dan mahasiswa, menentang beberapa kebijakan Orde Baru. ''Saya diancam akan dibuang ke Kali Brantas kalau tidak menghentikan aktivitas ini. Terus terang saya ketakutan. Sampai ngompol di celana,'' ceritanya sambil terkekeh.


*****************

Setelah melakukan pelarian selama dua tahun lebih, Sardiyoko bisa bernapas lega. Sebab, Soeharto sudah turun dan konstelasi politik berubah. Pada 1999, dia memutuskan menyambung kuliahnya yang sempat lama terputus di Jurusan Ilmu Politik Unair. Akhirnya pada 2001, dia lulus dari sana. Pada 2002, dia memutuskan masuk Wahana Lingkungan Hidup Indonesia alias Walhi. Pada tahun yang sama, dia diangkat menjadi direktur Walhi Jawa Timur sampai 2005. ''Jadi, ada dua periode dalam hidup saya ini. Pertama, dikejar-kejar tentara. Kedua, dihajar penyakit,'' celetuknya, lalu tertawa.

****************

Sardiyoko sadar telah mengalami semacam euforia kesehatan. Sebab, lebih dari tujuh tahun dia dihantam penyakit ''mengerikan' '. Namanya psoriasis arthritis. Itu sejenis radang tulang yang menyerang persendian. Bagi yang terserang penyakit itu, sendi akan mengalami peradangan hebat. Tulang belulang sangat nyeri dan kaku hingga tidak bisa digerakkan.

Hingga hari ini pun, dunia kedokteran masih belum mampu menyembuhkan secara total penyakit tersebut. ''Jadi, ya bertahun-tahun ini saya hanya tergolek di tempat tidur. Jangankan untuk jalan, bicara saja susah. Nyeri, sakit sekali,'' jelasnya. ''Karena itu, saya betul-betul menikmati fase ini,'' lanjutnya.


Selengkapnya

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/04/dari-aktivis-anti-soeharto-lingkungan.html


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

16 April 2009

[sobat-hutan] Undangan MENGENANG 3 TAHUN KEPERGIAN PRAMOEDYA ANANTA TOER




Panitia MENGENANG 3 TAHUN KEPERGIAN PRAMOEDYA ANANTA TOER

Mengundang Ibu/Bapak

untuk hadir dalam acara

MENGENANG 3TAHUN KEPERGIAN PRAMOEDYA ANANTA TOER

PRAM DI BALIK JERUJI PENJARA

Hari & Tanggal: Jumat, 24 April 2009
Waktu: 14.00- 21.00 WIB
Tempat: Goethe Haus,
Jl. Sam Ratulangi 9-15,
Menteng, Jakarta Pusat

Terimakasih atas kehadiran Anda.

SekilAS tentAng PRAm
PRAMOEDYA ANANTA TOERLahir di Blora, 6 Februari 1925.
Pasca-tragedi kemanusiaan 1965, ia dipenjara selama 14 tahun (1965-1979) di
beberapa tempat dengan tuduhan yang tidak jelas dan tidak pernah diadili:
Salemba (13 Oktober 1965-Juli 1969),
Nusakambangan (Juli 1969-16 Agustus 1969),
Pulau Buru (Agustus 1969-12 November 1979),
dan sempat mendekam selama sebulan di Banyumanik, Magelang (November-Desember 1979).
Ia "dibebaskan" pada 21 Desember 1979, tapi tetap dikenakan wajib lapor seminggu sekali selama dua tahun, dan kemudian sebulan sekali.
Namun sampai akhir hidupnya Pram merasa tetap terpenjara dan "merasa asing di negeri sendiri".
Buku-bukunya diberangus dan dilarang terbit oleh Kejaksaan Agung RI hingga kini.
Berbelas tahun setelah "pembebasannya", ia masih terus dicurigai, dimata-matai, diintimidasi, dan "haram" disentuh atau sekadar didekati oleh "anak-anak rohaninya" (pinjam istilah Muhidin Dahlan) yang haus akan pencerahan dan semangat yang melimpah-ruah dalam karya-karyanya.
Pada 30 April 2006 Pram berpulang.
Ia meninggalkan puluhan mahakarya yang wajib dibaca oleh siapapun yang ingin
mempelajari sejarah dan memahami akar persoalan Indonesia.
Suaranya yang lantang tak henti mendorong kaum muda untuk mengambil-alih dan mempelopori kepemimpinan bangsa.

ACARA
14.00-16.00

Bedah buku Bersama Mas Pram
karya
Koesalah Soebagyo Toer & Susilo Toer

Pembicara:
Dr. Yulianti Parani
dan Nirwan A. Arsuka

Moderator:
Okky Tirto Adisuryo

16.15-18.15
Diskusi "Pram di Balik Jeruji Penjara"

Pembicara:
Dr. Manto,
Ir. Djoko Sri Mulyono,
dan Masdur

Moderator:
Jusuf Soewadji, MA

19.00-21.00
Malam renungan dan pentas seni•

Tembang Jawa Megatruh
oleh Ibu Utati dan KIPAS•

Pembacaan puisi
oleh Yonathan Rahardjo•

Lagu Ave Maria
oleh Fani dengan iringan musik oleh Andiefiera•

Pembacaan kutipan karya-karya Pram oleh
Slamet Rahardjo,
Christine Hakim,
dan Happy Salma•

Pertunjukan teater "Nyanyi Sunyi Seorang Bisu: Kembali ke Wanayasa" oleh Tabur •

Pembacaan puisi karya Pramoedya
oleh Jenny Rachman•

Paduan suara mahasiswa UKI
dengan lagu "Untukmu Pramoedya A. Toer"
karya Erros Djaros
dan "Bangun Pemudi Pemuda"

Penyelengara:
YPKP HAM (Yayasan Penelitian Korban Pelanggaran Hak Azasi Manusia)
Goethe Institut
KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Pendukung:
KIPaS (Kelompok Insan Pemerhati Seni)
KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal en Volkenkunde) Jakarta
PAKRI (Paguyuban Kebudayaan Rakyat Indonesia)
PERPENI (Pergimpunan Perempuan Indonesia)
Sanggar BUMI TARUNG
Sastra Pembebasan
Tabur (Teater Buruh)
Yayasan TIFA

RSVP:
Ibu Uchikowati 0813-1071-7122

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

12 April 2009

[sobat-hutan] Hutan Kritis Capai 15 Ribu Hektar



Refleksi : Apakah perlu distop  pembabatan hutan? Tentu tidak!  Silahkan terus babat, masih banyak hutan di berbagai daerah yang yang perlu digundulkan. Ayo kerja keras!
 
 

Hutan Kritis Capai 15 Ribu Hektar

By Republika Newsroom
Minggu, 12 April 2009 pukul 15:28:00
 

MALANG -– Kawasan hutan yang kritis di wilayah kabupaten Malang mencapai sekitar 15 ribu hektar. Kawasan hutan kritis tersebut, menurut Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Malang,  Zen Achmad kepada wartawan kemarin, terdiri dari kawasan hutan rakyat.

''Kawasan hutan yang kritis itu memang tidak hanya  hutan yang dikelola rakyat. Namun, hutan-hutan kritis lainnya, seperti hutan produksi juga tidak sedikit,'' jelas Zen Achmad.

Untuk melakukan rehabilitasi, guna memulihkan kawasan tersebut, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Berdasarkan prediksi dia, pemulihan tersebut butuh waktu sekitar tujuh tahunan.

Kendati demikian, dia mengatakan bila untuk melakukan rehabilitasi itu tidak semua lahan kritis akan ditangani Pemkab Malang. Alasannya, ada kawasan hutan kritis yang merupakan hutan produksi. Hutan produksi itu merupakan kewenangan Perhutani.

Makanya, tandas dia, Pemkab Malang  hanya akan melakukan rehabilitasi terhadap kawasan hutan yang menjadi kewenangan Dinas Kehutanan kabupaten Malang. ''Jadi, yang jadi focus rehabilitasi nanti hanya kawasan hutan rakyat yang dikelola masyarakat,'' terangnya.

Untuk melakukan rehabilitasi terhadap kawasan hutan rakyat itu, kata dia, Pemkab Malang akan melakukan reboisasi sekitar 2,4 juta bibit pohon. Menurut dia, Pemkab Malang telah menyediakan bibit pohon sebanyak 1,2 juta. Untuk memenuhi sesuai kebutuhan, kata dia, sebanyak 200 ribu bibit pohon akan disediakan masyarakat.

Dia menjelaskan bahwa jumlah yang diharapkan dari penduduk itu tidak terlalu berat. Alasannya, jika satu orang saja menyumbangkan satu bibit pohon, maka akan terkumpul minimal 2,5 juta. Sebab, jumlah penduduk di Kabupaten Malang  sebanyak 2,5 juta itu.
-aji

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Mom Power

Kids, family & home

Join the discussion

Find helpful tips

for Moderators

on the Yahoo!

Groups team blog.

Yahoo! Groups

Cat Owners Group

Connect and share with

others who love their cats

.

__,_._,___