18 February 2009

[sobat-hutan] Re: [nasional-list] Re: Siaran Pers: 10.000 warga Uni-Eropa menuntut pembebasan pembela lingkungan M.Rusdi di Jambi

Bukankah siapa saja bisa  mengusulkan, tetapi yang menentukan adalah tuan rumah. Kalau tuan rumah mau menurut apa yang diusulkan orang, maka tuan rumah dalam ini pemerintah NKRI  harus juga bisa bertanggung jawab kepada masyarakat tentang kerusakan dan kerugian yang diderita oleh masyarakat.
 
Teringat saya pada masa Pak Harto berkuasa. Direncanakan  untuk  dibuat industrial forest di Kalimantan seluas 4000 km2. Di   Universitas Helsinki dan Stockholm diadakan seminarium dan protes dimana  para undangan turut hadir pihak perwakilan NKRI dan  doleh  pihak universitas didatangkan seorang advokat dari Indonesia.  Protes mereka terhadap perusahaan Swedia dan Finland yang mau menjual peralatan pembuatan hutan industri untuk pulp industri dengan tanaman pohon ecalyptus. Protes kepada pemerintah  NKRI ialah proyek tsb dikatakan merusak alam dan kehidupan penduduk setempat. Bagaimana keadaann selanjutnya di Indonesia tidak jelas,  karena di Indonesia orang alim-alim saja, tidak ada yang bersuara  seperti demonstrasi menentang serangan Israel ke Gaza. Pada keusakan hutan yang tidak karuan merusak bukan saja hutan per se, tetapi kerugian bagi kehidupan penduduk yang tidak sedikit dan berjangka panjang menuju tak terhingga.
 
Satu atau dua tahun lalu pemerintah NKRI telah menyetujui kepada perusahaan Korea Selatan diadakan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.  Luas perkebunan tsb tidak kecil.
 
Sekadar untuk bisa lebih terang  mengetahui kerusakan hutan, silahkan pakai internet melalui "Google Earth" dan lihat gambar satelit tentang masalah kerusakan hutan  di Kalimatan, Sumatera dsb.
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, February 18, 2009 8:31 AM
Subject: [nasional-list] Re: Siaran Pers: 10.000 warga Uni-Eropa menuntut pembebasan pembela lingkungan M.Rusdi di Jambi

Ini cuma dampaknya, sedang persoalan utamanya, kenapa sampai terjadi usaha peluasan perkebunan kelapa sawit atau komodity lainnya di "negara ketiga", apa ini juga dibahas oleh warga Uni-Eropa ? Kerakusan energi negara2 maju - termasuk UE - ditambah ke-emoh-an mereka "mengganggu" lingkungan hidupnya dengan mempromosikan energi-hijau .... Kelapa sawit kan enggak bisa tumbuh di sekitar Paris, London atau Hamburg !
 
Wassalam
hu

From: Watch Indonesia! <watchindonesia@watchindonesia.org>

Siaran Pers oleh Watch Indonesia! dan Rettet den Regenwald:

Eropa mengkhawatirkan ekspansi perkebunan sawit di Indonesia:
10.000 warga Uni-Eropa menuntut pembebasan pembela lingkungan M.Rusdi di Jambi.


Berlin, 17 Februari 2009

Lebih dari 10.000 warga Uni-Eropa menuntut pembebasan M.Rusdi, kepala desa Karang Mendapo. Ia ditahan pada tanggal 28 Januari 2009. Warga Uni-Eropa tersebut menandatangani petisi yang diajukan oleh Rettet den Regenwald dan Watch Indonesia!. Wakil dari LSM Lingkungan Hidup dan HAM ini menyerahkan petisi tersebut kepada kedutaan besar Indonesia di Jerman pada 16 Februari. Aksi yang sama juga berlangsung di London pada hari Jumat 13 Februari.

Penahanan Bapak Rusdi yang rupanya bertentangan dengan hukum dianggap sebagai usaha untuk menindas para petani di Karang Mendapo. Rusdi sebelumnya berada pada barisan depan aksi menentang perampasan tanah yang dilakukan oleh perusahaan kelapa sawit PT Kresna Dua Agroindo (KDA), anak perusahaan Sinar Mas Group.

"Di Jerman, Eropa dan seluruh dunia, semakin banyak pihak-pihak yang prihatin atas perusakan lingkungan dan penindasan HAM yang disebabkan oleh ekspansi industri minyak sawit di Indonesia, dimana kasus yang menimpa Rusdi adalah salah satu contohnya", ujar Klaus Schenck dari Rettet den Regenwald. "Pihak-pihak tersebut merasa bertanggung jawab untuk mengambil tindakan atas kejadian ini, dikarenakan peranan Jerman dan Uni-Eropa sebagai negara pengimport minyak sawit".

Di Berlin, kedutaan Indonesia menerima dan mengakui petisi tersebut dan berjanji untuk meneruskannya kepada kementrian luar negri di Jakarta. Di London, petisi tersebut hanya dapat diserahkan setelah adanya perdebatan dengan pegawai kedutaan yang memanggil polisi.

"Kami sungguh khawatir atas kasus Rusdi yang telah dikriminalisasikan untuk menanamkan rasa takut bagi para pengkritik terhadap tindakan represif yang terkait dengan ekspansi kelapa sawit di seluruh Indonesia. Kami mendesak pihak yang berwenang di Indonesia untuk menjamin pembebasan Rusdi," ujar Fabian Junge wakil dari Watch Indonesia!. "Selanjutnya, kejadian penahanan Rusdi itu harus diperiksa dan diusut dengan semestinya."


Untuk informasi selanjutnya, silahkan hubungi:

Marianne Klute, Watch Indonesia!, Tel.: +49-30-698 179 38
Email: klute@watchindonesia.org

Fabian Junge, Watch Indonesia!, Tel.: +49-s30-698 179 38
Email: junge@watchindonesia.org

Klaus Schenck, Rettet den Regenwald, Tel.:+29-030-5173 6879
Email: berlin@regenwald.org


Petisi bisa dilihat di:

http://www.regenwald.org/international/englisch/protestaktion.php?id=359



--
***********************************************************************
Watch Indonesia! e.V.
Arbeitsgruppe für Demokratie, Menschenrechte
und Umweltschutz in Indonesien und Osttimor
Planufer 92 d            Tel./Fax +49-30-698 179 38
10967 Berlin              e-mail: watchindonesia@watchindonesia.org
                          www.watchindonesia.org

Konto: 2127 101 Postbank Berlin (BLZ 100 100 10)
IBAN: DE96 1001 0010 0002 1271 01, BIC/SWIFT: PBNKDEFF

Bitte unterstützen Sie unsere Arbeit durch eine Spende.
Watch Indonesia! e.V. ist als gemeinnützig und besonders
förderungswürdig anerkannt.
***********************************************************************



__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Dog Lovers Group

Connect and share with

dog owners like you

.

__,_._,___

No comments: