19 February 2009

[sobat-hutan] Re: balasan menghadapi komplik gajah dan manusia

Salah satu program mitigasi konflik yg saya tahu masih berjalan
adalah di Lampung WCS, WWF, BKSDA dan Taman Nasional serta masyarakat
lokal dan LSM dari Lampung (Bukit barisan Selatan dan Way Kambas).
Faktor yg mendorong gajah keluar dari kawasan sudah pasti karena
degradasi habitat dan hilangnya habitat. Satu sisi seperti di Way
Kambas, di sekitarnya perkebunan singkong dan pisang dalam skala
besar serta sawah menarik gajah untuk keluar. Saat mereka membangun
perkebunan mereka sudah mencoba untuk membangun kanal2 yg ternyata
tidak efektif.
Selain itu berbagai macam cara telah dicoba, dari meriam bambu,
petasan, bandilan (kawat berujung kain yng direndam minyak, dan
dilemparkan ke gajah dalam kondisi menyala, pada beberapa kasus
menyebabkan kebakaran rumah karena mayoritas rumah tepian hutan
beratap ilalang berdinding kayu) bom asam dengan bubuk cabe habanero
(diimport dari Afrika walau cabe ini cabe amerika Latin), sampai
menggunakan lebah (program dengan lebah dan bom asap cukup berhasil
di Afrika). Lebah sendiri diternakkan dijalur dimana gajah sering
melintas, sayangnya program ini belom terlalu sukses. Kawat berduri
dengan sirene pun juga dipasang. Tetapi semua tadi membuktikan satu
hal, gajah memang "belajar". Nilam dan sereh cukup banyak
dibudidayakan di sekitar BBS, tetapi tidak cukup mempengaruhi gajah.
Dan jika bicara teknik dengan metode "rintangan" seperti ini faktor2
sosial juga perlu dipertimbangkan seperti misalnya apakah kemudian
pasar ada untuk tanaman perintang tersebut (kalo sereh dan nilam
jelas ada pasarnya walau sekarang ini untuk nilam orang2 di pinggiran
BBS menjerit karena harganya turun drastis).
Yang menraik adalah salah satu model perkebunan asli masyarakat lokal
lampung. Yaitu repong damar yang luasnya 50an ribu hektar dan persis
ditepian BBS. Kebun ini bisa menjadi buffer antara pemukiman
masyarakat dengan hutan, memang di kebun ini (karena persis dengan
hutan) hampir semua satwa liar di hutan ada. Tetapi konflik yg saling
merugikan tidak diberitakan (penelitian di kebun damar ini sudah lama
dan dilakukan oleh banyak peneliti dalam dan luar negeri, saya
sendiri tahun lalu menuliskan thesis ttg perkebunan dan primata).
Masalahnya saat ini kebon damar sendiri mengalami tekanan karena
berubah menjadi kebon lain (mayoritas diubah jadi kopi ketika kebun
ini dibeli oleh masyarakat pendatang, sebab beli kebon damar itu
sangat menguntungkan, beli kebun yg sekitar 30jt/ha tebang kayunya
sudah lebih dari balik modal).
Saya melihat bahwa pemecahan masalah ini tidak bisa reaksi spontan
dari kejadian tersebut.

Perlu penataan ruang dengan melibatkan multipihak
Sawit, padi, pisang menjadi "mangsa" empuk bagi gajah sebab mereka
suka. Artinya perlu dipertimbangkan kembali tipe perkebunan yg sesuai
secara "ekosistem". Di satu sisi dari pihak terkait seperti BMG,
pertanian dll harus melakukan asesmen untuk tipe2 tanah dan klimat
disekitar hutan yg rawan konflik dengan gajah untuk mencari tahu
tanaman perkebunan mana yg cocok sehingga ketika memang daerah
tersebut lebih cocok untuk tanaman2 selain yg disukai gajah,
rasionalisasinya menjadi lebih mudah.

regards,
-a-

--- In sobat-hutan@yahoogroups.com, Bali Ani <bali_ani@...> wrote:
>
> salam lestari
>
> permasalahan gajah sudah ada sejak dulu, tapi dampak yang muncul
tidak se nyata sekarang ini.
>
> dulu mengusir gajah cukup hanya dengan meriam bambu, dan berpeilaku
sopan santun terhadap satwa apa saja jenisnya, dengan memahami adat
istiadat di kawasan hutan tertentu akan mengurangi resiko komplik
manusia dan satwa.
>
> sekarang ini kawasan jelajah manusia sudah memasuki area jelajah
gajah/satwa lainnya, terjadi penyerobotan yang tidak seimbang. wajar
kalau satwanya marah, wong kita manusia aja kalau di usik sediakit
aja akan marah, apalagi di usir mau bajok-bajokan.
>
> perlu solusi untuk menghadapi komplik ini. satu hala yang baik
mencari jalan keluar yang arif dan bijaksana. karena bumi ini tidak
akan seimbang berputarnya bila di huni oleh manusia semua, itu
artinya serakah. he e e e e e e
>
> temuan yang baik salah satu jenis tumbuhan bisa menghindari
perhatian gajah seperti sere. tidak salah bila mencoba juga dengan
tanaman tumbuhan lainnya seperti nilam, yang mamiliki aroma khas
>
> bisa juga di praktekkan untuk melakukan penanaman sere dan nilam
sebagai pengganti pagar atau di tanami seling dengan pagar, sebagai
salah satu penanggulangan komplik gajah dan manusia tanpa harus
merugikan siapapun, apakah manusia atauapun gajah, cukup baik juga
untuk menghindari korban dari kedua belah pihak.
>
> terima kasih masukannya
>
> semoga sukses selalu
>
> salam
> bali
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail. br>Cepat sebelum diambil orang lain!
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

10 Day Club

on Yahoo! Groups

Share the benefits

of a high fiber diet.

.

__,_._,___

No comments: