10 February 2009

[sobat-hutan] Jangan "Sakiti" Pohon-pohon Pelindung di Tepi Jalan

100 Lebih Caleg Terbukti Merusak Lingkungan

Salam lingkungan,

Kawan-kawan jurnalis yang terhormat, dengan dimulainya lembaran baru, di awal 2009, kami Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL, ingin menyampaikan hasil temuan dan pantauan tim kami, khususnya jelang dilaksanakannya pemilu legislatif dan presiden di tahun ini.

Beberapa pelanggaran dalam masa kampanye caleg dan parpol, sudah kami kumpulkan dan sebagaian besar terbukti merusak lingkungan, diantaranya dengan menempelkan gambar wajah mereka di pohon, bahkan ada yang memaku dan menggunakan pohon sebagai sandaran berdirinya baliho atau poster wajah para caleg.

Kondisi ini diprediksi akan semakin banyak, dan terus bertambah, khususnya sesudah dimenangkannya, gugatan yang diajukan M SHOLEH Kader PDI Perjuangan Jawa Timur, ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang menyatakan caleg terpilih adalah caleg dengan suara terbanyak dalam pemilu legislatif, bukan berdasar nomor urut caleg, seperti pada pemilu 2004 lalu.

Kami sebagai bagian dari masyarakat, menginginkan adanya pemahaman yang positif dari masyarakat, kalau dalam memilih wakil mereka di legislatif, sebaiknya memilih caleg yang punya kepedulian pada lingkungan.

Kalau para caleg ini, sudah tidak punya kepedulian pada lingkungannya, jangan harap mereka akan peduli pada kader atau simpatisan yang sudah memberikan suara pada mereka, waktu pemilu.

Untuk itu, kami menghimbau, agar warga masyarakat, tidak tertipu dengan wajah cantik atau ganteng dari para caleg yang terpampang di pinggir-pinggir jalan, dipaku di pohon, ditempel di tiang listrik atau telepon, bahkan di cat di tembok.

Mari kita sebagai masyarakat yang demokratis, lebih bijak, dalam menentukan masa depan bangsa kita, dengan menitipkan aspirasi kita, pada calon legislatif yang punya kepedulian tinggi pada lingkungan, tidak sekedar janji atau ucapan, tapi praktek nyata di masyarakat dan lingkungannya.

Untuk memperkuat hasil pantauan dan temuan kami, tentang caleg-caleg yang melanggar dan merusak lingkungan, kami sertakan foto wajah mereka, dan bukti perusakannya. Semoga kawan-kawan jurnalis bisa melihat langsung para pelaku dan "koruptor " lingkungan yang se-enaknya saja menampangkan wajahnya di pohon-pohon ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Mari Selamatkan Lingkungan dan Bumi kita dari perusakan, demi masa depan generasi kita. (KJPL)

Salam hormat,

Ketua

Teguh Ardi Srianto
081 134 9224 – 081 850 9590

Foto lengkap para koruptor lingkungan, bisa di akses di website KJPL www.kjpl.co.cc dan www.kjpl-indonesia.co.cc (*)



--- On Mon, 2/9/09, Sunny <ambon@tele2.se> wrote:
From: Sunny <ambon@tele2.se>
Subject: [sobat-hutan] Jangan "Sakiti" Pohon-pohon Pelindung di Tepi Jalan
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Date: Monday, February 9, 2009, 8:44 PM

 
 
Jangan "Sakiti" Pohon-pohon Pelindung di Tepi Jalan
 
 

SAYA sering membaca di media massa belakangan ini bahwa di Kota Medan pohon-pohon di tepi jalan sekarang ini sedang "menderita" luar biasa.

Pasalnya, demi promosi diri, gambar-gambar caleg dipakukan ke badan pohon-pohon pelindung tersebut. Tak tanggung-tanggung, satu pohon bisa berderet lima atau enam gambar!

Bayangkan, kalau saja pohon-pohon itu bisa bicara dan berteriak, pasti mereka akan menjerit sekuat-kuatnya atas perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oknum-oknum tertentu. Hanya demi kepentingan sekelompok orang, pohon-pohon tersebut harus "menahan sakit" akibat badannya dipaku!

Biasanya para oknum tersebut bekerjanya pada malam hari ketika semua orang sudah terlelap. Buktinya, di tempat saya tinggal juga begitu. Selama ini pohon-pohon di depan rumah saya "aman" dari  perlakuan tak manusiawi itu.

Namun, pada hari Jumat pagi (6/2/2009) saya terkejut bukan kepalang karena sudahada tiga gambar caleg dipakukan di situ. Padahal, Kamis sorenya belum ada. Jadi dugaan saya, "pemakuan" dilakukan pada Kamis malam.

Sungguh, secara pribadi saya mengecam tindakan itu. Terus terang, saya tidak menaruh simpati sedikit pun terhadap oknum yang berbuat demikian. Saya lihat, pohon-pohon tersebut sampai-sampai mengeluarkan getahnya akibat dipaku. Seolah-olah mereka menangis atas perlakuan tersebut.

Maka, Jumat siang itu saya menyuruh pegawai saya mencabut ketiga gambar tersebut. Ampun! Ternyata paku yang dipakai ada yang sepanjang 3 inci, menusuk begitu dalam ke badan pohon itu!

Hati saya sangat sedih dan kecewa melihatnya! Untuk mengeluarkan paku yang menancap itu pun sangat sulit dan memakan waktu lama, sampai-sampai permukaan pohon rusak berlobang. Bayangkan, seandainya Anda yang dipaku sedemikian!

Saya dengan ini (saya yakin warga Medan lainnya juga sependapat dengan saya) menghimbau agar untuk tujuan promosi diri tersebut jangan lagi mengorbankan pohon-pohon pelindung di tepi jalan! Bukankah mereka juga makhluk bernyawa hasil ciptaan Tuhan? Mereka juga berhak hidup secara wajar! Bedanya dengan manusia adalah mereka tidak bisa bicara!

Tolonglah bapak-bapak caleg yang terhormat, gunakanlah wadah lain untuk promosi. Pokoknya jangan lagi menjadikan pohon-pohon sebagai tempat promosi Anda!

KIMUN SATRIA
Jl.Krakatau Ujung-Medan


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

.

__,_._,___

No comments: