02 February 2009

[sobat-hutan] Anggota DPR Akui Terima Uang Kasus Hutan

 
Anggota DPR Akui Terima Uang Kasus Hutan
Jakarta, (Analisa)

Tiga anggota Komisi IV DPR, Fachri Andi Laluasa, Hilman Indra, dan Sujud Sirajuddin mengaku menerima sejumlah uang terkait kasus kehutanan.

Mereka mengakui hal itu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, ketika bersaksi dalam perkara dugaan korupsi alih fungsi hutan lindung di Sumatera Selatan dan proyek di Departemen Kehutanan dengan terdakwa anggota DPR Yusuf Erwin Faisal.

Dalam kesaksiannya, Fachri mengaku menerima Rp160 juta dan Rp175 juta. Uang itu diterima dari anggota DPR Hilman Indra. Menurut Fachri, uang itu merupakan titipan dari Yusuf Erwin Faisal yang pernah menjadi Ketua Komisi IV DPR. "Ini halal dari pak ketua," kata Fachri menirukan ucapan Hilman.

Dalam sidang yang sama, anggota DPR Sujud Sirajuddin juga mengaku menerima Rp25 juta di ruang kerja Yusuf Erwin Faisal. Ketiga anggota DPR itu tidak bertanya kepada Yusuf secara detail tentang asal uang yang mereka terima.

Sebelumnya Yusuf didakwa menerima sejumlah uang dalam proses alih fungsi hutan lindung di Sumatera Selatan untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Apiapi. Berdasar fakta persidangan, terungkap aliran uang Rp5 miliar dalam bentuk cek dalam kasus itu. Cek tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah anggota Komisi IV DPR.

Fachri, Hilman, dan Sujud juga mengaku menerima uang yang diduga terkait dengan proyek revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan. Fachri mengaku menerima 30 ribu dolar Singapura dari Muchtaruddin. Menurut Fachri, Muchtaruddin mengatakan uang itu merupakan titipan dari Yusuf Erwin Faisal.

Sementara itu, Hilman Indra mengaku menerima 20 ribu dolar Singapura. Sujud juga mengaku menerima uang yang setelah dikonversi ke rupiah bernilai Rp20 juta. Keduanya mengaku menerima uang itu dari Muchtaruddin.

Sebelumnya tim Jaksa Penuntut Umum menyatakan, terdapat aliran uang Rp125 juta dan 220 ribu dolar Singapura dalam kasus SKRT. Aliran itu terkait dengan persetujuan DPR tentang Rancangan Pagu Bagian Anggaran Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan senilai Rp4,2 triliun yang diajukan oleh Dephut. Revitalisasi SKRT senilai Rp180 miliar termasuk dalam rancangan anggaran tersebut.

Tim JPU menyatakan, Yusuf diminta oleh Anggoro Wijoyo dari PT Masaro Radiokom untuk menyetujui usulan rancangan anggaran itu dan dijanjikan sejumlah uang. PT Masaro Radiokom adalah calon rekanan Dephut dalam proyek revitalisasi SKRT.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Cat Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about cats.

.

__,_._,___

No comments: