05 January 2009

[sobat-hutan] Minim, Realisasi Rehabilitasi Hutan di Kalteng

Berita kompas di bawah ini menunjukan ketidak becusan pemerintah dalam mengelola kewasan hutan di kalteng, RTRWmenjadi kambing hitamnya,,,
Dana DAK DR dan GNRLH  tidak berhasil, sementara sawit jalan terus, bahkan wilayah yang menjadi areal reboisasi di babat oleh sawit (PT. SSM) ...
Info lengkap tentang GNRLH di kalteng bisa di lihat di :
 
 
 
Salam hormat
 
 
Rio
 
Senin, 5 Januari 2009 | 11:46 WIB

PALANGKARAYA, SENIN - Realisasi gerakan rehabilitasi hutan dan lahan di
Kalimantan Tengah terbilang minim. Dari 26.100 hektar lahan kritis yang
direncanakan untuk direhabilitasi sesuai rancangan tahun 2007, realisasinya
pada tahun 2008 hanya 10.800 hektar, tersebar di Kabupaten Katingan 1.800
hektar, Kotawaringin Timur 1.500 hektar, Sukamara 2.750 hektar, Pulang Pisau
2.750 hektar, dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting 2.000 hektar.

Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai Kahayan, Muswir Ayub, di
Palangkaraya, Senin (5/1), mengatakan, pada tahun 2007 dirancang gerakan
rehabilitasi hutan dan lahan (gerhan) seluas 26.100 hektar lahan kritis.
Lahan kritis yang rencananya direhabilitasi tersebut tersebar di Kabupaten
Kapuas 1.400 hektar, Pulang Pisau 3.750 hektar, Gunung Mas 6.000 hektar,
Kota Palangkaraya 500 hektar, Katingan 2.100 hektar, Kotawaringin Timur
1.600 hektar, Seruyan 1.000 hektar, Kotawaringin Barat 2.000 hektar,
Sukamara 2.750 hektar, Lamandau 2.000 hektar, dan kawasan Tanjung Puting
2.000 hektar.

"Pelaksana gerhan tersebut ada di masing-masing kabupaten/kota. Kami belum
mendapat laporan dari kabupaten/kota mengenai kendala yang mereka hadapi
sehingga realisasi gerhan masih sedikit," kata Muswir.

Sebagai gambaran, total lahan kritis di 9 kabupaten satu kota yang ada di
bawah wilayah kerja BP DAS Kahayan hingga tahun 2007 seluas sekitar 4,5 juta
hektar. Perinciannya, lahan tergolong agak kritis seluas 2,24 juta hektar,
lahan kritis 1,223 juta hektar, dan lahan sangat kritis 1,035 juta hektar.

Cyprianus Anto Saptowalyono
 
Enam Daerah Gagal Rehabilitasi Hutan Kritis
Senin, 5 Januari 2009 | 13:48 WIB

PALANGKARAYA, SENIN - Enam kabupaten/kota di Kalimantan Tengah gagal melakukan upaya rehabilitasi kawasan hutan kritis seluas puluhan ribu hektare sepanjang tahun 2008 lalu.
   
"Realisasi reboisasi hutan melalui Gerhan (gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan) sangat minim dibanding target, karena banyak daerah yang gagal melaksanakannya," kata Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kahayan, Muswir Ayub, di Palangka Raya, Senin.
   
Enam daerah yang gagal melakukan reboisasi hutan itu adalah Kabupaten Kapuas yang ditargetkan 1.400 hektare, Gunung Mas 6.000 hektare, Kota Palangkaraya 500 hektare, Seruyan 1.000 hektare, Kotawaringin Barat 2.000 hektare, dan Lamandau 2.000 hektare.
   
Menurut Muswir, rancangan Gerhan di Kalteng tahun 2007 yang dilaksanakan pada 2008 awalnya ditargetkan mampu menghijaukan kawasan hutan kritis seluas 26.100 hektare dan lahan kritis lain seluas 40.165 hektare.
   
Namun yang terealisasi hingga akhir 2008 hanya 10.800 hektare untuk kawasan hutan sedangkan rehabilitasi lahan kritis seluas 40.165 hektare batal dilaksanakan karena anggaran tidak turun.
   
"Realisasi Gerhan hanya dilakukan di lima daerah yakni, Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Sukamara, Pulang Pisau, dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Sedangkan enam daerah lain gagal," jelasnya.
   
Menurut Kepala Seksi Evaluasi BP DAS Kahayan, Micka Karvinci, salah satu alasan utama gagalnya reboisasi di sejumlah daerah itu adalah tidak jelasnya status kawasan hutan kritis.
   
"Meski hutan kritis di Kalten terhampar luas jutaan hektare di depan mata, kontraktor pelaksana tidak berani melakukan reboisasi karena kebanyakan telah dikapling untuk dilepas kawasan hutannya," katanya.
   
Kegagalan reboisasi hutan di sejumlah daerah itu melengkapi daftar panjang persoalan hutan di Kalteng yang saat ini sebagian besar telah rusak parah.
   
Mengacu data BP DAS Kahayan tahun 2007, total hutan kritis se-Kalteng mencapai 7,41 juta hektare sedangkan lahan kritis mencapai 1,009 juta hektare, baik dalam kondisi sangat kritis, krtis, dan agak kritis.

Pemda Bingung
   
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya mengakui jajarannya masih kebingungan menentukan lokasi kawasan-kawasan kritis yang akan menjadi sasaran kegiatan rehabilitasi lahan.
   
"Sampai saat ini total lahan kritis di Kalteng sangat luas tetapi dalam perencanaan sulit juga menentukan lahan kritis mana yang harus direhabilitasi," kata Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran.
   
Menurut Diran, permasalahan itu muncul karena hingga saat ini masih belum ada padu serasi antara Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalteng dengan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) Departemen Kehutanan.
   
Dampaknya para pelaksana teknis kegiatan rehabilitasi lahan kesulitan membedakan status dan fungsi kawasan yang akan dijadikan sasaran rehabilitasi, apakah masih hutan atau non hutan. Pada akhirnya rencana kegiatan rehabilitasi lahan menjadi terhambat.
   
Oleh karena itu, Diran berharap penyelesaian padu serasi itu dapat segera dilakukan sehingga upaya rehabilitasi lahan khususnya dalam kawasan hutan dapat lebih lancar.
   
"Semakin hari kondisi hutan dan lahan kita semakin terdegradasi, semakin rusak dan rawan sehingga upaya penanganannya harus terus ditingkatkan pula," jelasnya.


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Group Charity

Stop Cyberbullying

Keep your kids

safe from bullying

.

__,_._,___

No comments: