25 December 2008

[sobat-hutan] OOT : Sebuah Renungan Akhir Tahun

Sebuah Renungan Akhir Tahun


Seorang pejabat keluar dari sebuah hotel mewah. Ia baru saja menyelenggarakan seminar dan malam amal untuk mencari dana bagi anak- anak miskin yang berkeliaran di jalan. Ketika akan masuk ke mobil mewahnya, seorang anak jalanan mendekatinya dan merengek, ''Pak, minta uang sekadarnya. Sudah dua hari saya tidak makan.'' Pejabat itu terkejut dan melompat menjauhi anak itu. ''Dasar anak keparat yang tak tahu diri!'' teriaknya. ''Tak tahukah kamu bahwa sepanjang hari saya sudah bekerja sangat keras untukmu?
 
Pembaca yang budiman, kalau Anda ingin melakukan renungan di penghujung tahun ini, saya anjurkan Anda untuk merenungkan satu hal saja: ''Seberapa besar tingkat kepedulian Anda kepada sesama?'' Dari skala 1 (sangat buruk) sampai dengan 5 (sangat baik), dimanakah posisi Anda? Jawabannya tak perlu Anda kemukakan, tapi cukup disimpan untuk diri Anda sendiri.
 
Mengapa saya menganjurkan Anda melakukan hal ini? Ini tak lain untuk kepentingan diri Anda sendiri. Selama Anda masih berkutat dengan diri sendiri, selama itu pula jiwa Anda tak akan pernah tumbuh. Kita hanya akan mengalami transformasi yang luar biasa begitu kita mulai memikirkan orang lain. Seorang pengarang, Joseph Campbell, mengatakan, ''Pada saat kita berhenti berpikir tentang diri kita sendiri, kita sebenarnya tengah mengalami perubahan hati nurani yang sungguh heroik.''
 
Hal ini mudah diucapkan tetapi amat sulit dilakukan. Para politisi kita amat royal melontarkan kata-kata ''demi kepentingan rakyat.'' Seorang pejabat yang mengaku paling dekat dengan wong cilik kenyataannya malah menyakiti hati rakyat dengan tanpa malu-malu menghadiahkan dirinya sendiri rumah senilai 20 miliar. Para politisi lain juga tanpa malu -malu berlomba-lomba meluncurkan buku biografi politik yang dipenuhi kata-kata ''demi kepentingan rakyat.'' Buku- buku biografi semacam ini sebenarnya merupakan ''pelecehan intelektual'' belaka. Kenyataannya, amat sulit bagi kita menemukan kontribusi mereka bagi orang banyak.
 
Memikirkan orang lain memang sangat sulit dilakukan, apalagi di zaman sekarang. Setiap hari kita disibukkan dengan pekerjaan yang tak habis-habisnya. Namun sekadar memperhatikan diri Anda sendiri akan menghasilkan kesulitan yang cukup serius dalam jangka panjang. Anda akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan spiritual Anda.

Banyak orang yang beranggapan bahwa hal ini adalah kewajiban. Mereka salah besar! Memperhatikan orang lain adalah kebutuhan Anda untuk menikmati hidup yang penuh makna. Memperhatikan orang lain adalah cara terbaik untuk mencapai hakikat kemanusiaan yang sejati.

Seorang filsuf terkemuka pernah mengatakan, ''Manusia dilahirkan dalam kondisi telanjang, dan ketika meninggal ia dibungkus kain kafan. Apakah hanya itu keuntungan yang ia dapatkan sepanjang hidupnya?'' Sayangnya dunia kita sekarang telah begitu materialistisnya, sehingga banyak orang beranggapan bahwa perhatian tersebut bisa digantikan dengan uang. Padahal walaupun uang memang penting, ia tak akan pernah dapat menggantikan perhatian, pengertian, kehadiran dan kasih sayang.

Betapa banyak contoh yang bisa kita ambil dari kehidupan kita sehari- hari. Banyak anak yang tumbuh tanpa perhatian yang semestinya dari orang tua mereka. Banyak orang tua yang berdalih bahwa quality time jauh lebih penting ketimbang quantity time. Padahal, kasih sayang dan pengertian hanya akan terbina melalui proses yang perlahan-lahan dan membutuhkan banyak waktu. Betapa banyak para profesional yang cukup puas dengan memberikan sejumlah uang kepada orang tua mereka tanpa pernah mau tahu mengenai keadaan mereka yang sesungguhnya.

Orang-orang seperti ini telah salah kaprah dalam memahami hidup seolah-olah segala sesuatunya bisa dibeli dengan uang.

Kahlil Gibran pernah mengatakan, ''Bila engkau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu itulah pemberian yang penuh arti.'' Memberi tidak harus bernuansa materi. Bahkan memberikan perhatian sebenarnya jauh lebih be rarti ketimbang memberikan materi yang sifatnya amat terbatas.

Cara menunjukkan kepedulian kita adalah dengan mendengarkan. Seorang anak pernah mengungkapkannya dengan sangat baik, ''Di masa pertumbuhanku, ayahku selalu menghentikan apa yang sedang dia kerjakan dan mendengarkanku saat aku begitu bersemangat menceritakan apa yang telah aku alami seharian.'' Mendengarkan dengan benar adalah melupakan diri sendiri dan memberikan perhatian lahir dan batin yang tulus. Dengan mendengarkan kita dapat menangkap bukan hanya apa yang dikatakan tetapi juga apa yang dirasakan.

Mendengarkan amat penting untuk bisa memberikan sesuatu yang benar- benar dibutuhkan orang lain, bahkan sekalipun mereka tidak mengatakannya. Kahlil Gibran pernah mengatakan, ''Adalah baik untuk memberi ketika diminta, tapi jauh lebih baik lagi jika memberi tanpa harus diminta.''

Sumber: Sebuah Renungan Akhir Tahun oleh Arvan Pradiansyah, direktur pengelola Institute for Leadership & Life Management (ILM) dan pengarang buku Life is Beautiful


Regards,
Ferdi


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Yahoo! Groups

Going Green Zone

Find ways to go green.

Join a green group.

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Re: [mediacare] Greenpeace News release December 25th 2008: Action by Greenpeace in the North Sea: Palm oil that kills the climate and forests is NOT welcome



 
----- Original Message -----
From: findi k
Sent: Wednesday, December 24, 2008 7:01 PM
Subject: [mediacare] Greenpeace News release December 25th 2008: Action by Greenpeace in the North Sea: Palm oil that kills the climate and forests is NOT welcome

(Indonesia version bellow)

Action by Greenpeace in the North Sea: Palm Oil that kills the climate and forests is Not Welcome

25 December 2008, Rotterdam, THE NETHERLANDS - Greenpeace today protested against a shipment of Indonesian palm oil en route to Rotterdam by painting "Palm oil Destroys Climate and Forests" on the side of the Isola Corallo. The tanker is transporting palm oil from Indonesia's largest palm oil producer, Sinar Mas, to Europe and was already subject to a Greenpeace action six weeks ago in the port of Dumai in Sumatra, Indonesia.

Recent Greenpeace investigations (1) have brought to light information showing that Sinar Mas is actively destroying Indonesian rain forests and peat lands. While not itself a household name, Sinar Mas supplies to multinationals like Nestle, Pizza Hut and Burger King.

"Sinar Mas is a climate and forest criminal" said Suzanne Kröger, Forests campaigner, Greenpeace Netherlands. "Despite on-going discussions with Greenpeace, Sinar Mas continues to destroy Indonesia's last rain forests. Now is the time for companies like Nestle and Burger King to show their concern for the welfare of the planet by cancelling their contracts with Sinar Mas, otherwise they are supporting the ongoing destruction of some of the world's last remaining forests and thereby dramatically speeding up climate change."

Companies like Unilever, who also buy from Sinar Mas, are supporting the Greenpeace call for a moratorium on any further expansion of palm oil plantations in the remaining Indonesian rain forests. In addition to pushing for the moratorium, Greenpeace believes that companies now need to show that they are serious by cancelling contracts with companies like Sinar Mas that continue to deforest for palm oil in Indonesia.

Indonesia is the world's third largest emitter of greenhouse gases (after China and the USA) as a result almost entirely of deforestation. Not only is this a disaster for the climate and local biodiversity but also for indigenous communities who depend on the forests for their livelihood and for unique wildlife such as the endangered Sumatran tiger and orang-utan.

Bustar Maitar, Forest campaigner for Greenpeace Southeast Asia said: "If the Indonesian government doesn't take urgent action now, millions more hectares of pristine forests will be cut down and burnt. They also need to stop their hypocrisy: first they sell concessions to companies who have a long-standing record of forest decimation and then they ask the international community for funds to protect the very same forests. In order to qualify for funds to save their forests, the government must implement a moratorium on any further deforestation so that companies like Sinar Mas don't cut down all of the trees before the money can reach the forests."

Greenpeace's "Forests for Climate" funding mechanism for forest protection was presented at the Poznan climate talks earlier this month. The document is a blueprint for the international community to establish funding for tropical forest protection as one of the major steps in the fight to curb climate change. Countries like Indonesia are hoping to get financial compensation for their attempts to reduce deforestation, meanwhile Sinar Mas's expansion plans include the conversion of almost 2 million hectares of pristine forest in Indonesia's Papua provinces as well as further forest clearing in Kalimantan and Sumatra.

Greenpeace is an independent, global campaigning organization that acts to change attitudes and behavior, to protect and conserve the environment, and to promote peace.

Contacts:
Suzanne Kröger, Forests campaigner, Greenpeace Netherlands (onboard the Rainbow Warrior) +31 (6) 2129 6901
Bustar Maitar, Forest Campaigner Greenpeace Southeast Asia, (onboard the Rainbow Warrior) +31 (0) 6 347 38 796
Arja Helming, Media Campaigner, Greenpeace Netherlands, +31 (6) 2503 1012
Findi Kenandarti, Assistant Media Campaigner (in Jakarta) +62 816 1681840

Desk photo Greenpeace International +44 (0) 207 865 8230
Desk video Greenpeace International +31 646 16 2015

Notes to the Editor:

(1) See the Greenpeace briefing ‘Sinar Mas: Indonesian Palm oil menace’
http://www.greenpeace.org/seasia/en/press/reports/sinar_mas_indonesian_palm_oil_menance

---------------

Aksi Greenpeace di Laut Utara: Menolak Minyak Kelapa Sawit Penghancur hutan dan iklim

25 Desember 2008, Rotterdam, BELANDA â€" Hari ini Greenpeace memprotes kedatangan minyak kelapa sawit menuju Rotterdam. Para aktivis mengecat lambung kapal Isola Corallo dengan tulisan “Forest crime” (Kejahatan Iklim) Kapal tanker tersebut memuat minyak kelapa sawit dari Sinar Mas, produsen minyak kelapa sawit terbesar Indonesia dan telah menjadi sasaran aksi Greenpeace enam minggu lalu di Dumai, Riau.

Investigasi Greenpeace paling mutakhir (1) mengungkapkan bukti bahwa perusahaan ini menghancurkan hutan dan lahan gambut dalam skala besar di Indonesia. Sinar Mas adalah pemasok perusahaan-perusahaan multinasional seperti Nestle, Unilever, Pizza Hut dan Burger King.

“Sinar Mas adalah penjahat iklim dan hutan,” kata Suzanne Kröger, Juru Kampanye Hutan, Greenpeace Belanda. “Sementara pembicaraan dengan Greenpeace terus berlangsung, Sinar Mas terus merusak hutan Indonesia yang tersisa. Sekarang saatnya bagi perusahaan seperti Nestle dan Burger King untuk secepatnya membatalkan kontrak mereka dengan Sinar Mas bila mereka tidak mau dikatakan mendukung pengrusakan hutan dunia yang tersisa yang secara drastik mempercepat memburuknya perubahan iklim.”

Perusahaan seperti Unilever, yang juga membeli minyak kelapa sawit Sinar Mas, mendukung seruan Greenpeace akan moratorium akan perluasan perkebunan kelapa sawit di hutan Indonesia yang tersisa. Greenpeace percaya bahwa cara efektif bagi perusahaan-perusahaan pembeli minyak kelapa sawit menunjukkan kesungguhan mereka adalah dengan membatalkan kontrak dengan perusahaan seperti Sinar Mas yang terus merusak hutan Indonesia demi kelapa sawit.

Indonesia adalah pengemisi gas rumahkaca ketiga di dunia (setelah Cina dan Amerika Serikat) yang sebagian besar berasal dari deforestasi. Ini bukan hanya bencana bagi iklim dan bagi masyarakat adat yang penghidupannya bergantung kepada hutan, tetapi juga bagi keanekaragaman hayati yang terancam punah seperi harimau Sumatra dan orangutan.

Menurut Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, “Jutaan hektar hutan alam akan ditebangi habis dan dibakar jika Pemerintah tidak mengambil tindakan segera. Pemerintah juga harus berhenti bersikap munafik: Mereka memberi konsesi kepada perusahaan yang lama telah memiliki sejarah penghancuran hutan, dan kemudian sekarang sibuk meminta dana kepada dunia internasional untuk menyelamatkan hutan. Agar layak mendapatkan dana perlindungan hutan, pemerintah harus menunjukkan kesungguhannya memperbaiki tata-kelola (governance) hutan dengan segera memberlakukan moratorium deforestasi agar perusahaan seperti Sinar Mas berhenti membuka semua hutan sebelum dana perlindungan diterima.”

Proposal “Hutan untuk Iklim” oleh Greenpeace telah dipaparkan di pertemuan iklim Poznan awal bulan ini. Dokumen itu adalah cetak biru bagi masyarakat internasional untuk memulai pendanaan bagi perlindungan hutan sebagai langkah penting untuk menangani perubahan iklim. Negara-negara seperti Indonesia berharap untuk mendapatkan kompensasi bagi usaha mereka mengurangi deforestasi, sementara itu rencana perluasan perkebunan Sinar Mas termasuk hampir 2 juta hektar hutan alam di Papua dan Papua Barat serta pengrusakan hutan di Kalimantan dan Sumatra terus berlangsung.

Greenpeace adalah organisasi kampanye global yang independen yang bekerja untuk mengubah sikap dan perlaku, demi melindungi dan mengkonservasi lingkungan dan mempromosikan perdamaian.

Kontak:
Suzanne Kröger, Juru Kampanye Hutan, Greenpeace Belanda (di atas kapal Rainbow Warrior) +31 (6) 2129 6901
Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan, Greenpeace Asia Tenggara (di atas kapal Rainbow Warrior) +31 (0) 6 347 38 796
Arja Helming, Juru Kampanye Media, Greenpeace Belanda (di atas kapal Rainbow Warrior) +31 (6) 2503 1012
Findi Kenandarti, Asisten Juru Kampanye Media (di Jakarta) +62 816 1681840

Desk foto Greenpeace International +44 (0) 207 865 8230
Desk video Greenpeace International +31 646 16 2015

Catatan Redaksi:

(1) See the Greenpeace briefing 'Sinar Mas: Indonesian Palm oil menace'
http://www.greenpeace.org/seasia/en/press/reports/sinar_mas_indonesian_palm_oil_menance

--
Findi Kenandarti
Asst Media Campaigner
Greenpeace Southeast Asia - Indonesia
Jalan Cimandiri No. 24, Cikini, Jakarta Pusat
10330 Jakarta
Indonesia

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Group Charity

City Year

Young people who

change the world

.

__,_._,___

22 December 2008

[sobat-hutan] Program Eco-Minds

Moderator dan anggota mailing list yang terhormat,

Berikut kami kirimkan informasi bagi rekan muda yang mengikuti
mailing list ini. Semoga bermanfaat.

Program Eco-Minds 2009

Raih kesempatan untuk bergabung bersama mahasiswa dari sembilan
negara di Asia Pacific untuk bersama-sama menjawab tantangan
pembangunan berkelanjutan dalam forum diskusi internasional di
Selandia Baru!

Bagi kaum muda kreatif yang peduli pada usaha-usaha perlindungan
lingkungan terkait dengan konsep pembangunan berkelanjutan, Program
Eco-Minds merupakan kesempatan terbaik untukmu.

Tiga mahasiswa akan memperoleh kesempatan mengikuti forum diskusi
internasional untuk belajar lebih lanjut mengenai energi
berkelanjutan. Selain menghadirkan nara sumber kompeten, dalam forum
ini juga akan dilakukan kunjungan studi ke lokasi ekologi yang
relevan. Para peserta juga akan ikut serta dalam kerja kelompok yang
penuh tantangan dan memerlukan analisis multi-dimensi.

Persyaratan:
-Mengisi formulir pendaftaran
-Mahasiswa Indonesia yang terdaftar di Perguruan Tinggi Indonesia
dengan disiplin ilmu sbb:
Ilmu Pengetahuan Alam
Teknik atau Teknologi
Ilmu sosial,Ekonomi, Bisnis atau Manajemen.

-Usia 18-24 tahun (sampai dengan Mei 2009)
-Cakap berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara lisan maupun tulisan
-Membuat tulisan berbahasa inggris tentang proyek atau studi yang
berfokus pada usaha-usaha perlindungan lingkungan serta terkait
dengan konsep pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development)
-Membuat essay berbahasa Inggris tentang Sustainable Energy System:
Challenges and Opportunities

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi www.eco-minds.com atau
hubungi Corporate Communications PT Bayer Indonesia, telp. (021) 570
3661 ext. 1300/1367 atau Metamorph, telp. (021) 314 8765

Aplikasi pendaftaran harus diterima paling lambat tanggal 12
Februari 2009 (Cap Pos)

Informasi ini dapat Anda sebarluaskan kepada rekan-rekan Anda.
Terima kasih.

Best regards,
Metamorph PR
PR Consultant PT Bayer Indonesia untuk Program Eco-Minds 2009.
(021) 314 8765



__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Going Green Zone

Find ways to go green.

Join a green group.

.

__,_._,___

20 December 2008

[sobat-hutan] Lutfi Retno Wahyudyanti has invited you to join Friendster

Friendster You're Invited
Lutfi Retno You're invited to join Lutfi Retno Wahyudyanti's network of friends.


By joining Friendster, you can reconnect with old friends, meet new friends, start a blog, build a custom profile, keep track of birthdays, and so much more!

You can even stay in touch if you move away, switch email addresses, or lose your mobile phone.


Join Lutfi Retno's Network
Friendster members you may know...
Radityo
Radityo
firdaus
firdaus
bAgUS
bAgUS
whiteshirt
whiteshirt
sahadi
sahadi
dadan
dadan
Lutfi Retno
Lutfi Retno
dan
dan
sahadi
sahadi
Copyright 2002-2008 Friendster, Inc. All rights reserved. U.S. Patent No. 7,069,308, 7,117,254, 7,188,153 & 7,451,161
800 W. El Camino Real, Suite 170, Mountain View, CA 94040, USA
Privacy Policy | Unsubscribe | Terms of Service

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Lutfi Retno Wahyudyanti has invited you to join Friendster

Friendster You're Invited
Lutfi Retno You're invited to join Lutfi Retno Wahyudyanti's network of friends.


By joining Friendster, you can reconnect with old friends, meet new friends, start a blog, build a custom profile, keep track of birthdays, and so much more!

You can even stay in touch if you move away, switch email addresses, or lose your mobile phone.


Join Lutfi Retno's Network
Friendster members you may know...
Radityo
Radityo
firdaus
firdaus
bAgUS
bAgUS
whiteshirt
whiteshirt
sahadi
sahadi
dadan
dadan
Lutfi Retno
Lutfi Retno
dan
dan
sahadi
sahadi
Copyright 2002-2008 Friendster, Inc. All rights reserved. U.S. Patent No. 7,069,308, 7,117,254, 7,188,153 & 7,451,161
800 W. El Camino Real, Suite 170, Mountain View, CA 94040, USA
Privacy Policy | Unsubscribe | Terms of Service

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Going Green Zone

Find Green groups.

Find Green resources.

.

__,_._,___