12 November 2008

[sobat-hutan] Re: [mediacare] SIARAN PERS: Greenpeace melanjutkan aksi di Dumai

----- Original Message -----
From: "Nabiha Shahab" <nabiha.shahab@gmail.com>
To: <mediacare@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, November 13, 2008 10:20 AM
Subject: [mediacare] SIARAN PERS: Greenpeace melanjutkan aksi di Dumai


Greenpeace menantang RSPO untuk berhenti menjadi tameng hijau
anggota-anggotanya;
mengentikan tanker pengapalan minyak kelapa sawit Sinar Mas di Dumai

12 November 2008, Dumai/Jakarta – Aktivis Greenpeace hari ini kembali
mencegah pengapalan minyak sawit di sebuah kapal tanker bertujuan
Rotterdam di Dumai, pelabuhan minyak kelapa sawit terbesar di
Indonesia, serta menyerukan kepada Roundtable on Sustainable Palm Oil
(RSPO)(1) yang akan bertemu di Bali minggu depan untuk segera
mengambil tindakan terhadap anggotanya yang merusak hutan dan lahan
gambut.

Seorang aktivis lainnya menguncikan dirinya ke rantai jangkar kapal
Isola Corallo guna mencegahnya merapat ke pelabuhan, hari Rabu malam
sesaat setelah kapal tanker itu tiba di perairan pelabuhan Dumai.

Minyak kelapa sawit yang akan dimuat oleh Isola Corallo adalah milik
kelompok Sinar Mas, perusahaan industri kelapa sawit terbesar di
Indonesia dengan produksi 10% dari produksi nasional. Sinar Mas adalah
anggota kunci RSPO, organisasi yang kemarin baru merayakan pengapalan
pertama ke Eropa "minyak kelapa sawit ramah lingkungan". Kendati
demikian, penelitian Greenpeace menunjukkan bahwa RSPO tidak lebih
dari sekedar tameng agar perusahaan terlihat ramah lingkungan.

Perusahaan yang menerima sertifikasi RSPO – United Plantations, salah
satu pemasok Nestlé dan Unilever – terlibat kegiatan deforestasi di
lahan gambut Kalimantan yang rentan. Sinar Mas juga terlibat kegiatan
deforestasi di tempat lain di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Papua
dan mempunyai rencana-rencana perluasan perkebunan yang agresif.

"Para pembeli minyak kelapa sawit harus membatalkan kontrak mereka
dengan pemasok yang terus menerus melakukan pengrusakan hutan dan
pembukaan lahan gambut. Penghentian sementara (moratorium) semua
kegiatan pembukaan hutan dan lahan gambut merupakan prasyarat sebelum
mengklaim diproduksinya minyak kelapa sawit 'ramah lingkungan," kata
Bustar Maitar, Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggara, "Minggu depan
pelaku-pelaku industri kelapa sawit dunia akan bertemu di Bali dalam
pertemuan RSPO keenam. Kami mengharapkan pertemuan ini mengambil
tindakan segera guna mencegah perusahaan-perusahaan seperti Sinar Mas
dan United Plantations yang merusak hutan dan lahan gambut mengkalim
telah memproduksi minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan."

Sertifikasi RSPO menuntut pematuhan dan penaatan ketentuan-ketentuan
dan standar pada tingkat perkebunan sebelum diberikannya sertifikat. ,
Namun deretan ketentuan dan standar ini tidak sepenuhnya melarang
pembukaan hutan, bahkan di atas lahan gambut, yang merupakan langkah
kunci dalam perang melawan perubahan iklim. Terutama karena pembukaan
lahan, pengeringan dan pembakaran hutan-hutan gambut ini telah
menempatkan Indonesia sebagai pengemisi gas rumah kaca ketiga terbesar
di dunia (2). Kenyataannya, anggota-anggota RSPO tidak diwajibkan
mengubah perilaku kerjanya, sampai mereka memasuki proses sertifikasi.

"Dengan laju pembabatan dan pembakaran hutan saat ini, hutan dataran
rendah Indonesia sebagian besar akan hilang dalam waktu 15 tahun
mendatang (3), standar RSPO tidak memadai, dan dalam kerangka kerjanya
yang sekarang RSPO tidak akan memecahkan masalah deforestasi di Asia
Tenggara. Industri bersama dengan Pemerintah harus mengambil tindakan
segera untuk melindungi hutan kita," tambah Bustar.

Greenpeace menyerukan Pemerintah Indonesia untuk secepatnya
melaksanakan jeda tebang terhadap semua bentuk konversi hutan,
termasuk perluasan perkebunan kelapa sawit, industri penebangan dan
bentuk-bentuk pendorong deforestasi lainnya.
Greenpeace adalah organisasi kampanye global yang independen yang
bertindak untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat guna melindungi
dan melestarikan lingkungan hidup serta mengusung perdamaian.

Kontak:
Zulfahmi, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, (di Dumai) +62
812 682 12 14
Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, (di atas
kapal Esperanza) +62 813 44666135
Nabiha Shahab, Juru Kampanye Media Greenpeace Asia Tenggara, (di atas
kapal Esperanza) +62 813 14213432
Findi Kendartanti, asisten media (di Dumai) +62 816 1681840
Martin Baker, Koordinator Komunikasi (Asia), Greenpeace International,
(di Jakarta) +62 813 1 5829513

Catatan untuk redaksi:
(1) Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau Konferensi untuk
Kelapa Sawit Berkelanjutan adalah asosiasi yang dibentuk oleh berbagai
organisasi yang terlibat dalam rangkaian rantai penyedia minyak kelapa
sawit. Tujuan organisasi ini adalah untuk "mempromosikan pengembangan
dan penggunaan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan dengan kerjasama
di antara mata-mata rantai penyedia produksi dan dialog terbuka dengan
stakeholder lainnya."

(2) Lihat, misalnya: Hooijer, A, M Silvius, H Wösten, H and S Page
(2006) PEAT-CO2, Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in
SE Asia Delft Hydraulics report Q3943 7 December 2006
www.wetlands.org/ckpp/publication.aspx?ID=f84f160f-d851-45c6-acc4-d67e78b39699

(3) Nellemann, C, L Miles, BP Kaltenborn, M Virtue, and H Ahlenius
(Eds) (2007) The last stand of the orangutan – State of emergency:
Illegal logging, fire and palm oil in Indonesia's national parks,
United Nations Environment Programme
www.unep.org/grasp/docs/2007Jan-LastStand-of-Orangutan-report.pdf


------------
Forests for Climate
http://forestforclimate.wordpress.com [Bahasa Indonesia]
http://forest4climate.wordpress.com [Bahasa Inggris]

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz


Yahoo! Groups Links


------------------------------------

http://sobat-hutan.blogspot.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sobat-hutan/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sobat-hutan/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:sobat-hutan-digest@yahoogroups.com
mailto:sobat-hutan-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
sobat-hutan-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

No comments: