23 November 2008

[sobat-hutan] Anggota DPR Akui Terima Rp 120 juta

 

22 Nopember 2008 05:27:02


Anggota DPR Akui Terima Rp 120 juta

 


Kasus Alih Fungsi Hutan Lindung Tanjung Api-api
JAKARTA- Anggota Komisi IV DPR Azwar Chesputra kemarin mengakui turut menikmati bagi-bagi uang dari proses alih fungsi hutan lindung untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-api, Sumatera Selatan. Dia mengatakan turut menerima fulus Rp 120 juta.


Pengakuan Azwar tersebut terbongkar dalam sidang lanjutan mantan anggota DPR Al Amin Nur Nasution yang terseret kasus korupsi alih fungsi hutan lindung di Bintan dan Pelabuhan Tanjung Api-api. Selain Azwar, jaksa penuntut umum (JPU) juga menghadirkan Direktur PT Candratex Candra Antonio Tan. Sejatinya, sidang itu juga akan menghadirkan Kristina Iswandari, istri Al Amin. Namun, yang bersangkutan tidak hadir tanpa pemberitahuan.


Dalam sidang itu, Azwar mengaku menerima dua kali penyerahan uang. Pertama, dia menerima Rp 100 juta. "Saya pernah ditelepon sekretaris. Pak, ini ada amplop. Isinya uang Rp 100 juta dalam bentuk travel cek," jelasnya. Namun, Azwar tidak menanyakan lebih lanjut asal uang tersebut.
Belakangan, setelah penyelidikan KPK, Azwar baru mengakui bahwa uang tersebut merupakan hasil bagi-bagi suap dalam alih fungsi hutan lindung tersebut. Uang itu diketahui berasal dari Yusuf Emir Faishal, ketua komisi IV saat itu. Di kalangan wakil rakyat, Yusuf memang dikenal mempunyai banyak uang.
Selanjutnya, saat meninjau pelabuhan tersebut, Azwar menerima lagi uang Rp 20 juta dari salah seorang pejabat Pemprov Sumatera Selatan, Darna Dachlan. Saat ini, uang tersebut sudah disita penyidik KPK.

Pengakuan Azwar itu berseberangan dengan surat dakwaan Sarjan Tahir -anggota DPR Komisi IV yang disidangkan di pengadilan yang sama karena menerima suap dalam alih fungsi hutan tersebut- bahwa Azwar Chesputra menerima aliran dana Rp 325 juta.
Bukan hanya itu. Kepada Azwar, JPU juga mengonfirmasi transkrip rekaman pembicaraan via telepon antara dirinya dengan Al Amin. Rekaman itu membicarakan aliran dana alih fungsi hutan lindung untuk pembangunan ibu kota Bintan. Rekaman sempat menyebut nama Ganjar Pranowo, wakil rakyat yang lain.
Awalnya, Azwar dan Amin janji bertemu di Sheraton Media. "Di Sheraton Media boleh tuh. Situ kan deket kalau mau pulang ke rumah," jelas Amin.
''Ya Sheraton Media boleh, tapi gini... dapet dia dah bocorin bang angka ini ngangkat kelihatannya dua, tapi saya pikir Ganjar tetap saja bertahan pada angka lima itu, tapi memang harus Ganjar yang ngomong," terangnya. Amin pun mengiyakan pernyataan Azwar tersebut.
''Iya kan? Bapak udah kontak Ganjar belum?" tanya Azwar.
"Sudah... sudah," terangnya.
"Ha terus...," kata Azwar.
''Jadi, dia tunggu perintah selanjutnya katanya," terang Amin.


Azwar juga berencana mengundang Ganjar. Namun, upaya itu ditolak Amin. Dia meminta Ganjar untuk menelepon saja terkait pembicaraan itu. ''Ini kan Jawa satu kalau ketemu agak igik juga, saya gak bisa... saya gak bisa. Gak tahu apa yang dia gak bisa," ujarnya.
Soal percakapan itu, Azwar mengungkapkan tidak tahu lebih lanjut soal pembicaraan tersebut. "Kelanjutannya bagaimana saya tidak tahu," ucapnya.
Sementara itu, Candra Antonio Tan bersikukuh bahwa uang Rp 5 miliar untuk wakil rakyat tersebut merupakan pinjaman Pemprov Sumatera Selatan. "Itu pinjaman ke saya yang mulia. Saya juga tidak punya kepentingan apa pun terkait pemberian uang itu," jelasnya.
Namun, majelis hakim tidak begitu saja percaya dengan pengakuan itu. "Saya tidak percaya juga. Sebab, saksi merupakan pengusaha. Jadi tidak mungkin mau mengeluarkan pinjaman tanpa timbal balik apa pun," ucapnya. (git/agm

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Yahoo! Groups

Join people over 40

who are finding ways

to stay in shape.

.

__,_._,___

No comments: