26 October 2008

[sobat-hutan] Re: [mediacare] Honor Sekali Rapat di Perhutani 15 juta

 
----- Original Message -----
From: Condro Aji
Sent: Monday, October 27, 2008 9:42 AM
Subject: [mediacare] Honor Sekali Rapat di Perhutani 15 juta

Perhutani ini memang sarang korupsi. Direksinya juga baru-baru ini mengeluarkan SK No240/KPTS/DIR/2008 yang memberikan honor rapat untuk eselon satu departemen yang diundang rapat di Perhutani senilai Rp 15 juta sekali rapat. Ruarrrr biasa.....


From: Raja Sahid <sahid.raja@yahoo.com>
To: mediacare@yahoogroups.com
Sent: Friday, October 24, 2008 1:13:51 PM
Subject: [mediacare] Plt Dirut Perhutani diperiksa Kejaksaan Agung

Rabu (22/10) Plt Dirut Perhutani Upik Rosalina Wasrin diperiksa Kejaksaan Agung terkait indikasi korupsi pada pembangunan pabrik air minum dalam kemasan dengan merek AQVA senilai Rp 4 miliar. Kamis (23/10) giliran Administratur KPH Bogor yang dipanggil Kejakgung.

Tahun lalu kasus ini juga pernah disidik Kejaksaan. Namun, info yang beredar para Jaksa yang memeriksa disogok Rp. 300 juta. Entah mengapa kasus ini sekarang dibuka lagi. Mungkin teman-teman pers dapat menolong mengawal kasus ini demi kepentingan negara.

Untuk konfirmasi, berikut No telp Upik Rosalina: 0811 11 9091

Atau bisa menghubungi Direktur The BUMN Institue Azmi Hidzaki yang menyoroti dan mengadukan kasus ini ke KPK di: 08111839156 dan 081387600700

Berikut fakta-fakta dugaan korupsi tersebut yang diungkap The BUMN Institue.

  1. Pada 31 Mei 2007, Upik Rosalina Wasrin sebagai Direktur Produksi Perum Perhutani mengirimkan nota dinas dengan no: 263/Prod/2007 (terlampir) kepada Direktur Utama Perhutani saat itu (Transtoto Handadhari) yang salah satu isinya menyebutkan bahwa Pengadaan Semua Hal yang Terkait dengan Produksi "AQVA" dapat dilakukan secara langsung/tidak melalui lelang.

  1. Pembangunan AQVA tidak menggunakan proposal/project statement

  1. Proposal yang ada sekarang merupakan susulan (belum ditandatangani)

  1. Pengadaan mesin produksi air minum AQVA oleh PT Bukit Mas senilai senilai Rp. 2.008.902.500, - dilakukan tidak melalui tender atau tidak sesuai ketentuan yang berlaku yaitu dengan SK Direksi No. 178/kpts/Dir/ 2001 tanggal 26 April 2001 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang dan jasa di Lingkungan Perum Perhutani. Padahal, nilainya diatas Rp 50.000.000,-

  1. Harga mesin produksi Aqva ini di kemudian hari diketahui di mark up tiga kali lipat. Ini diketahui setelah dilakukan cek harga pasar melalui PT Al Maksum.

  1. Pengadaan barang bahan penunjang AQVA juga tidak melalui prosedur

  1. Dampak dari mark up harga pokok tinggi sehingga harga jual AQVA tidak kompetitif dan diatas harga AQUA. Sekarang pabrik AQVA berhenti karena merugi.

  1. Pengurusan ijin hak paten dilakukan atas nama Yanto Santosa. Padahal, yang membiayai Perum Perhutani

  1. Perlu diketahui bahwa pemilik PT Bukit Mas yang bernama Yanto Santosa merupakan teman kuliah S3 Upik Rosalina Warin di Perancis.

10.  Ternyata mesin produksi AQVA yang dibeli dalam keadaan bekas dimana surat garansi mesin tidak bertanggal dalam bentuk kop surat Sarana Tirta Techno dengan alamat Margosari RT. 02/02 No. 28 B Kawon Gubug Grobogan Jawa Tengah. Garansi resmi fabrikan sendiri tidak ada, serta tidak ada faktur mesin, dan manual book dari mesin industri AMDK juga tidak ada. Di kemudian hari perangkat mein ini banyak yang rusak.

  1. PT Bukit Mas ternyata tidak memiliki setifikasi dan keahlian bidang mesin industri (khususnya Air Minum Dalam Kemasan). Kegiatan usaha pokok PT Bukit Mas adalah bangunan jalan, jembatan, dan landasan.

  1. Sertifikasi PT Bukit Mas telah habis masa berlakunya pada tanggal 31/12/2005.

  1. Konsultan Perencanaan Pembikinan perangkat mesin AMDK tahun 2006 oleh CV Prisma Consult sesuai kontrak No.09/SPK/BGR/ III/2006 tanggal 08/02/2006, tidak melaksanakan tugasnya karena gambar kerja/lay out mesin/standar mesin yang digunakan dsb, belum lengkap (Pemilik Konsultan ini juga temannya Upik yang bernama Yanto santosa)

  1. Konsultan Pengawas pembikinan perangkat mesin AMDK tahun 2006 oleh CV Modira Citra sesuai kontrak No.21/SPK/BGR/ III/2006 tanggal 20/02/2006, tidak melaksanakan tugasnya/laporan pengawasan tidak ada.

  1. Untuk menguatkan indikasi korupsi pembangunan AMDK ini kami lampirkan laporan dari Satuan pengewas Intern (SPI) Perum Perhutani.

  1. Akibat banyaknya in-efesiensi, total investasi AQVA yang sudah keluar sebesar Rp 4.142.498.250, -. Total investasi ini telah melampaui anggaran yang terdapat dalam RKAP Perhutani tahun 2006 sebesar Rp. 2,5 miliar.

 



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

No comments: