16 October 2008

[sobat-hutan] Apakah pemerintah sedang membohongi rakyatnya???

Apakah pemerintah sedang membohongi rakyatnya???

_______________________

 

Kompas/ Jumat, 17 Oktober 2008 | 01:21 WIB

 

Jakarta, Kompas - Langkah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia, sumber dananya tetap didasarkan atas hibah dari negara lain. Krisis finansial global saat ini tidak mengubah pilihan itu. Pemerintah Indonesia pun tidak akan mengajukan pinjaman atau utang untuk dana penanggulangan perubahan iklim.

 

"Dana hibah tetap yang diupayakan," kata Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Masnellyarti Hilman di Jakarta, Kamis (16/10).

 

Delegasi Indonesia bersama Menneg LH tiba pada hari Kamis lalu dari pertemuan pendahuluan Konferensi Perubahan Iklim ke-14 di Warsawa, Polandia. Ratusan delegasi dari puluhan negara tidak spesifik membahas dampak krisis finansial, tetapi mengantisipasinya.

 

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, utang merupakan alternatif terakhir pembiayaan perubahan iklim. Hibah merupakan pilihan utama.

 

 

Coba bandingkan dengan pernyataan pemerintah di  Kompas : Rabu, 7 Mei 2008 | 01:24 WIB

 

Jakarta, Kompas

"Kami sudah memperoleh persetujuan final pinjaman program untuk digunakan pada akhir tahun 2008 dari Pemerintah Perancis, Pemerintah Jepang, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Dunia," ujar Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dewo Broto Joko Putranto di Madrid, Spanyol, Selasa (6/5).

 

Berdasarkan data Departemen Keuangan, jumlah utang pemerintah saat ini 155,29 miliar dollar AS. Itu terdiri atas pinjaman yang diperoleh dari perjanjian utang senilai 64,34 miliar dollar AS. Adapun utang yang diperoleh dari penerbitan obligasi negara sebesar 90,95 miliar dollar AS. Keberadaan Dewo di Madrid dalam rangka menghadiri sidang tahunan ke-41 ADB. Pemerintah Perancis, kata Dewo, menyetujui pinjaman 200 juta dollar AS. Sementara itu, pinjaman dari Pemerintah Jepang sebesar 300 juta dollar AS, sedangkan utang dari ADB sebesar 650 juta dollar AS. Adapun dari Bank Dunia, yang terbesar, yakni 1,2 miliar dollar AS.

 

Pinjaman program dari ADB secara rinci akan dialokasikan untuk Program Pengembangan Reformasi Sektor Infrastruktur sebesar 200 juta dollar AS, Program Pengembangan Kebijakan IV (200 juta dollar AS), dan program Reformasi Penatakelolaan Keuangan Pemerintah Daerah (LGFGR) senilai 250 juta dollar AS.

 

Pinjaman dari Bank Dunia akan dipakai untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan mendukung program pengurangan dampak negatif akibat perubahan iklim. Bank Dunia juga bersedia membiayai LGFGR. Di samping pinjaman program, Indonesia juga memperoleh hibah dari ADB sebesar 7 juta dollar AS.

 


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___

No comments: