28 September 2008

[sobat-hutan] Surat Terbuka untuk Lembaga Amil Zakat dan Sosial lainnya

Surat Terbuka untuk Lembaga Amil Zakat dan Sosial lainnya

Kepada Yth.
Direktur Eksekutif
Lembaga Amil Zakat dan Sosial lainnya

Dengan hormat,
Pada sekitar bulan Agustus 2008 yang lalu saya menerima email dari seorang kawan yang sehari-hari mendampingi korban lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo-Jawa Timur.

Email tersebut menyebutkan bahwa ada seorang ibu korban Lapindo, bernama Ibu Jumik yang sedang menderita penyakit semacam kista di perutnya. Sebelumnya keluarga ibu tersebut telah membawanya ke rumah sakit di Sidoarjo namun karena tidak mampu membayar akhirnya ia di bawa kembali pulang ke pengungsian.

Pada tanggal 19 September 2008 saya mencoba datang ke Porong, Sidoarjo. Kerena sesuatu hal saya tidak dapat melihat secara langsung penderitaan Ibu Jumik di pengungsian korban Lapindo.

Namun, ada fakta yang tak kalah memprihatinkan saat saya datang ke Porong. Ketika kendaraan kami sampai ke Porong, bau busuk segera menyergap saya dan beberapa teman saya di dalam kendaraan. Menurut seorang sopir yang membawa kami, bau busuk itu muncul sejak adanya semburan lumpur panas Lapindo.

Menurut sopir tersebut, para pendatang baru pasti mengeluhkan bau busuk itu. Namun, jika sudah lama tinggal di Porong akan segera beradaptasi. Saya tidak habis mengerti, hingga kini belum ada satu pun instansi atau organisasi yang mengadakan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma terhadap warga Porong terkait dengan polusi udara yang ditimbulkan dari semburan lumpur itu. Warga Porong seakan dipaksa untuk tidak memiliki pilihan lain selain menghirup udara yang telah tercemar itu setiap harinya.

Kemudian kabar yang saya baca di web korban lapindo (www.korbanlumpur.info) dan juga perbincangan dengan kawan-kawan yang selama ini mendampingi korban menyebutkan hingga kini sudah ada empat warga Porong meninggal dunia yang diduga kuat akibat menghirup gas beracun dari lumpur Lapindo.

Terkait dengan hal itulah maka bersama surat ini saya memohon kawan-kawan dari lembaga Amil Zakat atau lembaga social lainnya sudi kirannya untuk datang ke Porong guna memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma bagi warga Porong yang setiap harinya dipaksa menghirup udara (dan mungkin juga memanfaatkan air tanah) yang telah tercemar.

Sebelumnya saya telah menulis surat yang intinya sama dengan surat ini pada sebuah kolom surat pembaca di media nasional dengan tujuan mengetuk hati pemerintah pusat dan daerah agar segera melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan bagi korban Lapindo. Namun, nampaknya surat tersebut belum atau tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah yang seharusnya melindungi keselamatan warganya.

Sebagaimana diketahui bahwa selama ini persoalan ganti-rugi korban Lapindo hanya direduksi menjadi sekedar persoalan jual beli asset korban dengan Lapindo, sementara dampak buruk kesehatan akibat pencamaran lingkungan hidup (polusi udara dan air) tidak pernah dimasukan dalam skema ganti rugi. Akibatnya, tidak ada satu pihak pun yang merasa bertanggungjawab atas keselamatan warga yang sekarang hidup di lingkungan yang telah tercemar.

Demikian surat terbuka ini ditulis dengan harapan kawan-kawan di lembaga Amil Zakat dan social lainnya dapat segera memberikan bantuan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan secar cuma-cuma bagi korban lumpur Lapindo.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan banyak terimakasih.

Salam,
Firdaus Cahyadi


__._,_.___
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

All-Bran

10 Day Challenge

Join the club and

feel the benefits.

Discover photos

and scrapbooking

groups in the

Familyographer Zone

.

__,_._,___

No comments: