12 September 2008

[sobat-hutan] Re: [mediacare] Kisruh Perhutani: Menneg BUMN Kalah di Pengadilan TUN

--- In sobat-hutan@yahoogroups.com, "mediacare" <mediacare@...> wrote:
>Di bulan yang penuh rakhmat ini, mari kita merenung... sesungguhnya,
hikmah apa yang ada dibalik "Kisruh Perhutani" ini. Hutan yang
dikelola oleh Perhutani adalah hutan milik negara (baca: rakyat) yang
diamanahkan kepadanya. Bukan milik golongan, kelompok apalagi
pribadi, bukan juga milik Menteri, Direksi dan Dewas. Berhentilah
berpikir dan merasa bahwa hutan itu milik Perhutani, karena
sesungguhnya hal itu menyakitkan bagi rakyat di sepanjang batas hutannya.

Menteri akan terus datang silih berganti, tapi JANJI HUTAN LESTARI
HARUS TETAP TERBUKTI. Dan, itu tanggung jawab kita bersama, termasuk
Anda, Pemda, Masyarakat, Dewas, Direksi, SEKAR, SP2P, dan khususnya
siapa pun yang telah dibayar oleh negara untuk mewujudkan hal tersebut.

Janganlah sampai kemudian rakyat mempertimbangkan kembali amanah yang
diberikannya. Saya yakin, warga Perhutani cukup memiliki kewarasan
untuk tidak tercatat dalam sejarah sebagai generasi yang mewariskan
air mata , jadilah generasi pewaris mata air.

Salam Hutan Lestari, MDH Sejahtera.
kembaratani
>
> ----- Original Message -----
> From: son guciano
> To: mediacare@yahoogroups.com
> Sent: Saturday, September 13, 2008 9:40 AM
> Subject: [mediacare] Kisruh Perhutani: Menneg BUMN Kalah di
Pengadilan TUN
>
>
> PENGADILAN TUN MENANGKAN TRANSTOTO
>
>
>
> Tanggal 11 September 2008 merupakan klimaks bagi perjuangan
tidak kenal lelah dari Transtoto Handadhari, mantan Direktur Utama
Perum Perhutani yang diberhentikan dari jabatannya oleh Menteri Negara
BUMN Sofyan Djalil pada tanggal 11 Februari 2008 lalu. Transtoto
sebelumnya juga telah memenangkan putusan sela (schorsing) di
Pengadilan Tata Usaha Negara melalui putusan Nomor 29/G/2008/PTUN-JKT
Tanggal 28 April 2008, namun Meneg BUMN enggan melaksanakan putusan
hukum tersebut hingga sidang terakhir hari ini. Gelar perkara di
Pengadilan TUN Jakarta tanggal 11 September 2008 yang dipimpin oleh
Ketua Majelis Hakim Mula Haposan Sirait, SH, MH, dengan anggota
majelis hakim Lulik Tri Cahyaningrum, SH, MH dan Andri Mosepa, SH, MH,
memutuskan memenangkan gugatan Transtoto dan memerintahkan kepada
Meneg BUMN untuk mencabut pemberlakuan SK Meneng BUMN No:
KEP-38/MBU/2008 tanggal 11 Pebruari 2008 yang memberhentikannya
dengan hormat dari jabatan Direktur Utama Perum Perhutani, BUMN
kehutanan terbesar yang beroperasi di Jawa tersebut, serta
merehabilitasi nama baik dan mengembalikan posisi jabatan Transtoto
pada jabatannya semula.
>
> Transtoto menggugat terbitnya SK Meneg BUMN itu karena
merasa diperlakukan tidak adil oleh Dewan Pengawas Perum Perhutani,
bahkan menunjukkan bukti adanya rekayasa untuk menjatuhkannya. Memang
tuduhan penurunan kinerja perusahaan yang dipimpinnya selama 2,5
tahun, serta adanya disharmoni dengan beberapa anggota direksi
diketahui umum terbukti tidak benar. Selama Perum Perhutani dipimpin
oleh Transtoto tidak terdengar berita miring tentang Perhutani.
Bahkan tingkat pencurian kayu menurun drastis dari kerugian Rp 82
milyar (2004) menjadi hanya sekitar Rp 12 milyar (2007). Penjarahan
baru terhadap lahan hutan dapat ditekan menjadi 0% pada akhir tahun
2006, bahkan di semua KPH seperti di Kediri, Banyumas Barat,
Balapulang dan lainnya telah berhasil dilakukan pengembalian lahan
hutan yang selama ini dikuasai masyarakat secara signifikan.
Penanaman lahan kosong secara efektif berhasil dilakukan besar-besaran
dengan tekad Perhutani Hijau 2010 yang telah dicanangkan. Bahkan
penghasilan naik tajam mencapai sekitar Rp 2.3 triliun dari sebelumnya
sekitar Rp. 1,5 triliun per tahun.
>
> Justru di bawah kepemimpinannya terjadi peningkatan citra
perusahaan yang sangat signifikan, dan banyak prestasi lainnya
seperti: 1) Meraih predikat sebagai salah satu BUMN terbaik nomor urut
29 dari 50 BUMN terbaik di Indonesia (Majalah Investor Edisi Desember
2007.); 2) Meraih Indonesia Quality Award Tahun 2007 diantara 19 BUMN
penerima award; 3) Masuk dalam daftar BUMN peraih peningkatan
pendapatan lebih dari Rp 1 Triliun (Majalah Swa Edisi Desember 2007);
4) Memperoleh penghargaan dari MURI karena mampu menjual sebatang
pohon jati seharga Rp. 1 milyar (2007).
>
> Transtoto sendiri sebagai Direktur Utama Perum Perhutani
(pribadi) memperoleh penghargaan: 1) Sebagai warga kehormatan
Kabupaten Jombang dari Bupati Jombang dengan persetujuan DPRD
Kabupaten Jombang pada tanggal 5 Maret 2007; 2) Memperoleh
penghargaan/Award sebagai Penyelenggara Negara yang Bersih Bebas KKN
pada Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia tanggal 8 Desember
2007; 3) Memperoleh penghargaan/LMDH Award dari Paguyuban Lembaga
Masyarakat Desa Hutan Propinsi Jawa Tengah atas kebijakan
penyejahteraan masyarakat desa sekitar hutan pada tanggal 23 Januari
2008 di Purwokerto.
>
> Alasan disharmoni dengan mundurnya 3 orang direktur juga
tidak dapat diterimanya karena dapat dibuktikan merupakan hasil
rekayasa, bahkan konspirasi beberapa pihak, dan perintah Dewan
Pengawas untuk menjatuhkan direksi, sebagaimana hasil skenario pada
rapat Dewan Pengawas tanggal 14 Desember 2007 yang diketahuinya
langsung dari peserta rapat tersebut. Tiga direktur yang
diperintahkan mengundurkan diri adalah: Upik Rosalina (Direktur
Produksi), Achmad Fachrodji (Direktur Pemasaran) dan Tjipta Purwita
(Direktur Keuangan). Ketiganya ditelepon oleh anggota Dewan Pengawas
Perum Perhutani serta seorang staf Dewan Pengawas Perum Perhutani dan
dipanggil dengan ancaman bahwa mereka akan diberhentikan dengan tidak
hormat apabila tidak mengundurkan diri (pengakuan Upik
Rosalina/Direktur Produksi dan Achmad Fachrodji/Direktur Pemasaran).
Sebaliknya apabila mengundurkan diri akan dimaafkan dan diterima
kembali bekerja di Perum Perhutani.
>
> Pemunduran paksa Transtoto juga berbuntut terjadinya gejolak
di dalam tubuh perusahaan yang memiliki 32.000 karyawan tersebut,
terutama akibat munculnya pertarungan almamaterisme antara kelompok
IPB Bogor dan UGM Yogyakarta. Gejolak berlanjut dengan munculnya
perserikatan karyawan dengan nama Serikat Pekerja dan Pegawai
Perhutani (SP2P) yang lahir akibat ketidak puasan karyawan atas peran
Serikat Karyawan (SEKAR) Perhutani yang telah nyata-nyata menyimpang
dari perannya dan telah menjadi alat kekuasaan. DPP SEKAR sendiri
antara lain tanggal 8 Mei 2008 telah membuat surat kepada Meneg BUMN
bernomor 15/L-SP/DPP/2008 yang isinya mendukung upaya perlawanan Meneg
BUMN terhadap terbitnya putusan PTUN No: 29/G/2008/PTUN-JKT yang
memenangkan gugatan schorsing Transtoto terhadap Meneg BUMN. Surat
kontroversial DPP SEKAR yang dapat dikategorikan melawan hukum
tersebut ternyata tidak didukung oleh para anggotanya.
>
> Atas putusan Majelis Hakim tersebut Transtoto yang diwakili
Kuasa Hukumnya Muharsuko Wirono, SH meminta Meneg BUMN agar
melaksanakan putusan hukum TUN tersebut. Pihak Meneg BUMN sendiri
yang diwakili Kuasa Hukumnya Susy Tan, SH tidak menghadiri siding TUN
tersebut, padahal sebelumnya sudah nampak hadir sesaat sebelum acara
dimulai. Namun meskipun apabila Meneg BUMN akan melakukan upaya
banding, keputusan kemenangan schorsing yang juga telah ditetapkan
oleh Majelis Hakim PTUN yang sama yang mengabulkan gugatan Transtoto
untuk menunda pemberlakukan SK Meneng BUMN No: KEP-38/MBU/2008
tanggal 11 Pebruari 2008 tetap berlaku sebelum masalah gugatan TUN
tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap (inkraacht). Meneg BUMN
tetap wajib mendudukkan terlebih dahulu Transtoto sebagai Direktur
Utama Perum Perhutani selama masa banding sampai ditetapkan putusan
final yang mengikat.
>
> Perum Perhutani yang saat ini membutuhkan pemimpin
definitif, mengingat banyak keputusan strategis yang tidak dapat
ditetapkan oleh Plt. Direktur Utama yang saat ini masih dijabat Upik
Rosalina. Sebagai contoh, kekosongan penjabat Kepala Satuan
Pengawasan Internal (SPI), Kepala Unit I Perum Perhutani Jawa Tengah,
Kepala Pusat Litbang SDH dan jabatan strategis lainnya terpaksa masih
kosong yang berdampak tidak dapat berjalannya fungsi organisasi secara
optimal. Demikian juga pengembangan usaha Perum Perhutani
terhambat. Hal lain yang muncul, banyaknya persoalan internal maupun
sosial yang tidak dapat dikendalikan seperti tewasnya 2 pencari kayu
ditembak petugas Perhutani KPH Bojonegoro, demontrasi pembubaran
Perhutani oleh Aliansi rakyat yang menghendaki bubarnya Perum
Perhutani, penjarahan besar-besaran hutan Ciamis yang melibatkan 96
pegawai Perhutani sendiri. Sangat berbeda ketika perusahaan milik
negara tersebut dipimpin oleh figur yang dikenal sangat kuat, bersih
dan berwibawa seperti Transtoto itu.
>
>
>
> ***
>
>
>
>
----------------------------------------------------------
> New Email names for you!
> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
@rocketmail.
> Hurry before someone else does!
>

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

No comments: