12 September 2008

[sobat-hutan] Re: [mediacare] Kisruh Perhutani: Menneg BUMN Kalah di Pengadilan TUN



 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, September 13, 2008 9:40 AM
Subject: [mediacare] Kisruh Perhutani: Menneg BUMN Kalah di Pengadilan TUN

PENGADILAN TUN MENANGKAN TRANSTOTO

 

Tanggal 11 September 2008 merupakan klimaks bagi perjuangan tidak kenal lelah dari Transtoto Handadhari, mantan Direktur Utama Perum Perhutani yang diberhentikan dari jabatannya oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil pada tanggal 11 Februari 2008 lalu.  Transtoto sebelumnya juga telah memenangkan putusan sela (schorsing) di Pengadilan Tata Usaha Negara melalui  putusan Nomor 29/G/2008/PTUN-JKT Tanggal 28 April 2008, namun Meneg BUMN enggan melaksanakan putusan hukum tersebut hingga sidang terakhir hari ini.  Gelar perkara di Pengadilan TUN Jakarta tanggal 11 September 2008 yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Mula Haposan Sirait, SH, MH, dengan anggota majelis hakim Lulik Tri Cahyaningrum, SH, MH dan Andri Mosepa, SH, MH, memutuskan memenangkan gugatan Transtoto dan memerintahkan kepada Meneg BUMN untuk mencabut pemberlakuan SK Meneng BUMN No: KEP-38/MBU/2008  tanggal 11 Pebruari 2008 yang memberhentikannya dengan hormat dari jabatan Direktur Utama Perum Perhutani, BUMN kehutanan terbesar yang beroperasi di Jawa tersebut, serta merehabilitasi nama baik dan mengembalikan posisi jabatan Transtoto pada jabatannya semula.

Transtoto menggugat terbitnya SK Meneg BUMN itu karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Dewan Pengawas Perum Perhutani, bahkan menunjukkan bukti adanya rekayasa untuk menjatuhkannya.  Memang tuduhan penurunan kinerja perusahaan yang dipimpinnya selama 2,5 tahun, serta adanya disharmoni dengan beberapa anggota direksi diketahui umum terbukti tidak benar.  Selama Perum Perhutani dipimpin oleh Transtoto tidak terdengar berita miring tentang Perhutani.  Bahkan tingkat pencurian kayu menurun drastis dari kerugian Rp 82 milyar (2004) menjadi hanya sekitar Rp 12 milyar (2007).  Penjarahan baru terhadap lahan hutan dapat ditekan menjadi 0% pada akhir tahun 2006, bahkan di semua KPH seperti di Kediri, Banyumas Barat, Balapulang dan lainnya telah berhasil dilakukan pengembalian lahan hutan yang selama ini dikuasai masyarakat secara signifikan.  Penanaman lahan kosong secara efektif berhasil dilakukan besar-besaran dengan tekad Perhutani Hijau 2010 yang telah dicanangkan. Bahkan penghasilan naik tajam mencapai sekitar Rp 2.3 triliun dari sebelumnya sekitar Rp. 1,5 triliun per tahun.

Justru di bawah kepemimpinannya terjadi peningkatan citra perusahaan yang sangat signifikan, dan banyak prestasi lainnya seperti: 1) Meraih predikat sebagai salah satu BUMN terbaik nomor urut 29 dari 50 BUMN terbaik di Indonesia (Majalah Investor Edisi Desember 2007.); 2) Meraih Indonesia Quality Award Tahun 2007 diantara 19 BUMN penerima award; 3) Masuk dalam daftar BUMN peraih peningkatan pendapatan lebih dari Rp 1 Triliun (Majalah Swa Edisi Desember 2007); 4) Memperoleh penghargaan dari MURI karena mampu menjual sebatang pohon jati seharga Rp. 1 milyar (2007).

Transtoto sendiri sebagai Direktur Utama Perum Perhutani (pribadi) memperoleh penghargaan: 1) Sebagai warga kehormatan Kabupaten Jombang dari Bupati Jombang dengan persetujuan DPRD Kabupaten Jombang pada tanggal 5 Maret 2007; 2) Memperoleh penghargaan/Award sebagai Penyelenggara Negara yang Bersih Bebas KKN pada Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia tanggal 8 Desember 2007; 3) Memperoleh penghargaan/LMDH Award dari Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan Propinsi Jawa Tengah atas kebijakan penyejahteraan masyarakat desa sekitar hutan pada tanggal 23 Januari 2008 di Purwokerto.

Alasan disharmoni dengan mundurnya 3 orang direktur juga tidak dapat diterimanya karena dapat dibuktikan merupakan hasil rekayasa, bahkan konspirasi beberapa pihak, dan perintah Dewan Pengawas untuk menjatuhkan direksi, sebagaimana hasil skenario pada rapat Dewan Pengawas tanggal 14 Desember 2007 yang diketahuinya langsung dari peserta rapat tersebut.  Tiga direktur yang diperintahkan mengundurkan diri adalah: Upik Rosalina (Direktur Produksi), Achmad Fachrodji (Direktur Pemasaran) dan Tjipta Purwita (Direktur Keuangan).  Ketiganya ditelepon oleh anggota Dewan Pengawas Perum Perhutani serta seorang staf Dewan Pengawas Perum Perhutani dan dipanggil dengan ancaman bahwa mereka akan diberhentikan dengan tidak hormat apabila tidak mengundurkan diri (pengakuan Upik Rosalina/Direktur Produksi dan Achmad Fachrodji/Direktur Pemasaran).  Sebaliknya apabila mengundurkan diri akan dimaafkan dan diterima kembali bekerja di Perum Perhutani.

Pemunduran paksa Transtoto juga berbuntut terjadinya gejolak di dalam tubuh perusahaan yang memiliki 32.000 karyawan tersebut, terutama akibat munculnya pertarungan almamaterisme antara kelompok IPB Bogor dan UGM Yogyakarta.  Gejolak berlanjut dengan munculnya perserikatan karyawan dengan nama Serikat Pekerja dan Pegawai Perhutani (SP2P) yang lahir akibat ketidak puasan karyawan atas peran Serikat Karyawan (SEKAR) Perhutani yang telah nyata-nyata menyimpang dari perannya dan telah menjadi alat kekuasaan.  DPP SEKAR sendiri antara lain tanggal 8 Mei 2008 telah membuat surat kepada Meneg BUMN bernomor 15/L-SP/DPP/2008 yang isinya mendukung upaya perlawanan Meneg BUMN terhadap terbitnya putusan PTUN No: 29/G/2008/PTUN-JKT yang memenangkan gugatan schorsing Transtoto terhadap Meneg BUMN.  Surat kontroversial DPP SEKAR yang dapat dikategorikan melawan hukum tersebut ternyata tidak didukung oleh para anggotanya.

Atas putusan Majelis Hakim tersebut Transtoto yang diwakili Kuasa Hukumnya Muharsuko Wirono, SH meminta Meneg BUMN agar melaksanakan putusan hukum TUN tersebut.  Pihak Meneg BUMN sendiri yang diwakili Kuasa Hukumnya Susy Tan, SH tidak menghadiri siding TUN tersebut, padahal sebelumnya sudah nampak hadir sesaat sebelum acara dimulai.  Namun meskipun apabila Meneg BUMN akan melakukan upaya banding, keputusan kemenangan schorsing yang juga telah ditetapkan oleh Majelis Hakim PTUN yang sama yang mengabulkan gugatan Transtoto untuk menunda pemberlakukan  SK Meneng BUMN No: KEP-38/MBU/2008  tanggal 11 Pebruari 2008 tetap berlaku sebelum masalah gugatan TUN tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap (inkraacht).  Meneg BUMN tetap wajib mendudukkan terlebih dahulu Transtoto sebagai Direktur Utama Perum Perhutani selama masa banding sampai ditetapkan putusan final yang mengikat.

Perum Perhutani yang saat ini membutuhkan pemimpin definitif, mengingat banyak keputusan strategis yang tidak dapat ditetapkan oleh Plt. Direktur Utama yang saat ini masih dijabat Upik Rosalina.  Sebagai contoh, kekosongan penjabat Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI), Kepala Unit I Perum Perhutani Jawa Tengah, Kepala Pusat Litbang SDH dan jabatan strategis lainnya terpaksa masih kosong yang berdampak tidak dapat berjalannya fungsi organisasi secara   optimal.  Demikian juga pengembangan usaha Perum Perhutani terhambat.  Hal lain yang muncul, banyaknya persoalan internal maupun sosial yang tidak dapat dikendalikan seperti tewasnya 2 pencari kayu ditembak petugas Perhutani KPH Bojonegoro, demontrasi pembubaran Perhutani oleh Aliansi rakyat yang menghendaki bubarnya Perum Perhutani, penjarahan besar-besaran hutan Ciamis yang melibatkan 96 pegawai Perhutani sendiri.  Sangat berbeda ketika perusahaan milik negara tersebut dipimpin oleh figur yang dikenal sangat kuat, bersih dan berwibawa seperti Transtoto itu.

 

***



New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

.

__,_._,___

No comments: