06 September 2008

[sobat-hutan] Ratusan Ha Hutan Semeru Terbakar + Sebanyak 40 Ha Hutan Lindung Beralihfungsi

Ratusan Ha Hutan Semeru Terbakar

Malang, 5 September 2008 10:36
Dari Januari hingga Agustus 2008, sedikitnya terjadi enam kebakaran hutan seluas 113 hektar, di lereng Gunung Semeru wilayah Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNBTS).

Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BTNBTS, Nova Elina, Jumat, mengemukakan, selama kurun waktu tahun 2008 ini tingkat kebakaran di kawasan BTNBTS sudah menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2006, kebakaran hutan di kawasan itu mencapai 65 kali kebakaran dengan luas 1.019 hektar, tahun 2007 terjadi 22 kali kebakaran dengan luas 705 hektar dan tahun 2008, 6 kali kebakaran dengan luas 113 hektar," katanya menambahkan.

Ia mengakui, hutan di kawasan Gunung Semeru, termasuk Bromo, sebagian besar atau 70 persen adalah areal rerumputan dan 30 persennya berupa tanaman cemara, akasia dan adas.

Penyebab kebakaran hutan hampir seluruhnya terjadi akibat kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan dan api unggun yang lupa dimatikan oleh kelompok organisasi yang melakukan kemah di kawasan itu.

Sebagi antisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan lagi, katanya, pihaknya secara kontinyu melakukan pelatihan kepada masyarakat sekitar bagaimana menangani pemadaman api ketika terjadi kebakaran. Bahkan saat ini sudah membentuk relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selain itu, kata Nova, pihaknya juga memberikan sosialisasi pada masyarakat sekitar hutan, memasang papan peringatan di beberapa titik dalam hutan, termasuk papan larangan merokok dan larangan membuat api unggun ketika musim kemarau serta meningkatkan patroli di kawasan hutan.

"Upaya ini diharapkan mampu meminimalisir tingkat kebakaran hutan, bahkan kalau bisa mencapai titik nol kebakaran," katanya menegaskan. [TMA, Ant]

URL: http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=118174
 
+++++
 
Sebanyak 40 Ha Hutan Lindung Beralihfungsi

Palu, 5 September 2008 10:54
Sekitar 40 hektar hutan lindung di Kecamatan Konservasi Lindu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, telah beralihfungsi jadi lahan perkebunan kakao dan kopi.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL), Ir Agustinus Rantelembang di Palu, Jumat (5/9), mengungkapkan, alihfungsi itu terjadi karea jual beli lahan yang masuk dalam kawasan hutang lindung di Kecamatan Konservasi yang baru beberapa bulan diresmikan.

"Hasil survei petugas kami di lapangan menemukan bahwa areal hutan lindung yang dirambah warga untuk membuka kebun sekitar 40 hektar," katanya.

Menurut dia, jika pembukaan kebun tersebut tidak cepat didektesi petugas, dipastikan akan semakin meluas.

Oknum warga yang terlibat dalam perambahan dan jual-beli lahan di kawasan lindung di dataran Lindu itu sudah diamankan petugas BTNLL.

"Saat ini sudah sembilan orang yang diamankan guna proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Sesuai ketentuan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistemnya serta UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, para pelaku terancam kurangan maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

"Mereka semua tetap akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Sebenarnya, kata Agustinus, sembilan warga yang terlibat jual-beli lahan di areal hutan lindung di dataran Lindu akan diproses melalui Lembaga Adat setempat.Namun Lembaga Adat menyerahkan sepenuhnya kepada BTNLL karena sebagian besar mereka adalah bukan penduduk lokal (pendatang illegal) di daerah itu.

Sementara berdasarkan hukum adat setempat, sanksi adat terhadap warga yang terlibat dalam kasus perambahan hutan di kawasan lindung hanya berlaku bagi masyarakat lokal.

Rantelembang juga mengatakan, beberapa waktu lalu, petugas Polhut BTLL menangkap basah truk yang mengangkut puluhan kubik kayu yang berasal dari kawasan hutan di desa Dongi-Dongi, Kabupaten Donggala.

Kendaraan bersama barang bukti berupaya puluhan kayu kini diamankan sementara BTNLL guna proses selanjutnya.

Kasus perambahan hutan dan illegal logging di kawasan TNLL dalam setahun terakhir kembali marak dan petugas Polhut yang terbatas harus bekerja keras mengamankan kawasan hutan seluas 211.991,28 hektar itu.

BTNLL hanya memiliki 54 orang Polhut. Dengan demikian setiap orang harus menjaga 20 ribu hektar.

Karena kekurangan personil ini, BTNLL terpaksa merekrut 40 tenaga partisipatif dari masyarakat lokal yang ada di sekitar kawasan

Guna menekan kasus illegal longging dan perambahan hutan di TNLL, pihaknya menggencarkan operasi rutin terbuka maupun tertutup.

Illegal logging dan perambahan hutan untuk lahan perkebunan di kawasan TNLL dikhawatirkan menyusutkan beberapa vegetasi yang dilindungi seperti eucalyptus, deglupta, pteros permum, serta obat-obatan dan rotan.

Juga dapat mengancam habitat sekitar 117 jenis mamalia, 29 reptilia, 14 jenis amfibia, dan lebih dari 50 persen diantaranya satwa endemik Sulawesi yang selama ini hidup dikawasan hutan TNLL. [TMA, Ant]

 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Kevin Sites

Get coverage of

world crises.

Yahoo! Groups

Discover healthy

living groups and

live a full life.

Find Balance

on Yahoo! Groups

manage nutrition,

activity & well-being.

.

__,_._,___

No comments: