22 September 2008

[sobat-hutan] Fw: [mediacare] Siaran Pers: Perkebunan Monokultur Skala Besar Ancaman Bagi Kehidupan



 
----- Original Message -----
Sent: Monday, September 22, 2008 5:27 PM
Subject: [mediacare] Siaran Pers: Perkebunan Monokultur Skala Besar Ancaman Bagi Kehidupan

Siaran Pers WALHI – 22 September 2008

Perkebunan Monokultur Skala Besar Ancaman Bagi Kehidupan

Jakarta, 22 September 2008. Pembangunan perkebunan monokultur skala besar merupakan ancaman bagi kehidupan rakyat, karena akan menghadirkan peningkatan bencana ekologis dan hilangnya sumber-sumber kehidupan rakyat. Hutan yang selama ini memberikan layanan ekologis dan menopang kehidupan rakyat, secara perlahan semakin menghilang.

"Perkebunan monokultur skala besar telah mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya bencana ekologis, hancurnya ketahanan pangan dan hilangnya budaya lokal" ujar Teguh Surya, Kepala Departemen Kampanye dan Advokasi WALHI.

Hingga saat ini, luas perijinan yang telah diberikan pemerintah untuk Hutan Tanaman Industri kepada 248 unit telah mencapai 10.226.374 juta hektar, sementara yang ditanam baru seluas 2.882.575 juta hektar. Dimana sebagian besar kawasan tersebut diberikan ijin pada kawasan dengan potensi kayu lebih dari 20 meter kubik setiap hektarnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa perluasan kebun kayu monokultur hanya mencapai 7.100 hektar/tahun belum mampu menjawab hilangnya 2,72 juta hektar kawasan hutan Indonesia setiap tahunnya.

Hutan, bukanlah semata-mata kayu. Produksi kayu dari kawasan hutan hanyalah 5% dari bagian fungsi hutan. Fungsi ekologi dan sosio-kultur dari hutan, jauh lebih memberikan topangan kehidupan bagi generasi manusia yang ada saat ini di dunia. Hutan sebagai rumah kehidupan, area belajar, apotek raksasa, serta penyedia air dan udara bersih dan beragam manfaat ekologis dan sosial-budaya lainnya, harus terus dipertahankan keberadaannya.

Niatan pemerintah untuk melakukan percepatan hutan tanaman, merupakan sebuah langkah yang bisa jadi semakin mendorong pengelolaan hutan Indonesia ke arah jurang terdalam. Orientasi pembangunan kehutanan yang masih menekankan produksi kayu, hanya akan semakin menjauhkan cita-cita menuju kesejahteraan rakyat.

"Sudah saatnya negara mengakui sistem pengelolaan hutan oleh komunitas lokal/adat, yang telah terbukti mampu memberikan kesejahteraan rakyat" ujar Teguh Surya. "Pemerintah harusnya lebih memfasilitasi komunitas lokal/adat, tidak lagi memberikan layanan kepada kelompok modal yang hanya menghancurkan kehidupan sosial-budaya rakyat Indonesia"

WALHI mendesak pemerintah untuk segera melahirkan peraturan perundang-undangan yang memberikan jaminan terhadap ekologi penting dan mengakui sistem kelola rakyat. Secara cepat, Pemerintah juga harus mulai menyusun rencana restorasi ekologi di wilayah ekosistem genting.

Informasi lebih lanjut:

  1. Teguh Surya – Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan WALHI – 081371894452 – teguhriau@walhi.or.id
  2. Ade Fadli – Pengkampanye Isu Hutan WALHI – 08152055331 – adefadli@walhi.or.id

 
Devi R. Ayu
Media Relation
(WALHI - Friends of The Earth Indonesia)
Jl. Tegal Parang Utara no.14 Jakarta 12790
Phone : +62 21 794 1672, 7919 3363
Fax     : +62 21 794 1673
Mobile Phone: +62 8156 100 353
Email  : relasi.media@walhi.or.id
            devi@walhi.or.id
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun kemampuan untuk menghadapi rasa takut dan berkata 'aku mensyukuri apa yang aku rasakan saat ini'. Dan apapun yang dirasakan saat ini, aku akan terus maju ke depan!"
- Philip Baker -




Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Get in Shape

on Yahoo! Groups

Find a buddy

and lose weight.

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

.

__,_._,___

No comments: