28 September 2008

[sobat-hutan] Surat Terbuka untuk Lembaga Amil Zakat dan Sosial lainnya

Surat Terbuka untuk Lembaga Amil Zakat dan Sosial lainnya

Kepada Yth.
Direktur Eksekutif
Lembaga Amil Zakat dan Sosial lainnya

Dengan hormat,
Pada sekitar bulan Agustus 2008 yang lalu saya menerima email dari seorang kawan yang sehari-hari mendampingi korban lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo-Jawa Timur.

Email tersebut menyebutkan bahwa ada seorang ibu korban Lapindo, bernama Ibu Jumik yang sedang menderita penyakit semacam kista di perutnya. Sebelumnya keluarga ibu tersebut telah membawanya ke rumah sakit di Sidoarjo namun karena tidak mampu membayar akhirnya ia di bawa kembali pulang ke pengungsian.

Pada tanggal 19 September 2008 saya mencoba datang ke Porong, Sidoarjo. Kerena sesuatu hal saya tidak dapat melihat secara langsung penderitaan Ibu Jumik di pengungsian korban Lapindo.

Namun, ada fakta yang tak kalah memprihatinkan saat saya datang ke Porong. Ketika kendaraan kami sampai ke Porong, bau busuk segera menyergap saya dan beberapa teman saya di dalam kendaraan. Menurut seorang sopir yang membawa kami, bau busuk itu muncul sejak adanya semburan lumpur panas Lapindo.

Menurut sopir tersebut, para pendatang baru pasti mengeluhkan bau busuk itu. Namun, jika sudah lama tinggal di Porong akan segera beradaptasi. Saya tidak habis mengerti, hingga kini belum ada satu pun instansi atau organisasi yang mengadakan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma terhadap warga Porong terkait dengan polusi udara yang ditimbulkan dari semburan lumpur itu. Warga Porong seakan dipaksa untuk tidak memiliki pilihan lain selain menghirup udara yang telah tercemar itu setiap harinya.

Kemudian kabar yang saya baca di web korban lapindo (www.korbanlumpur.info) dan juga perbincangan dengan kawan-kawan yang selama ini mendampingi korban menyebutkan hingga kini sudah ada empat warga Porong meninggal dunia yang diduga kuat akibat menghirup gas beracun dari lumpur Lapindo.

Terkait dengan hal itulah maka bersama surat ini saya memohon kawan-kawan dari lembaga Amil Zakat atau lembaga social lainnya sudi kirannya untuk datang ke Porong guna memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma bagi warga Porong yang setiap harinya dipaksa menghirup udara (dan mungkin juga memanfaatkan air tanah) yang telah tercemar.

Sebelumnya saya telah menulis surat yang intinya sama dengan surat ini pada sebuah kolom surat pembaca di media nasional dengan tujuan mengetuk hati pemerintah pusat dan daerah agar segera melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan bagi korban Lapindo. Namun, nampaknya surat tersebut belum atau tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah yang seharusnya melindungi keselamatan warganya.

Sebagaimana diketahui bahwa selama ini persoalan ganti-rugi korban Lapindo hanya direduksi menjadi sekedar persoalan jual beli asset korban dengan Lapindo, sementara dampak buruk kesehatan akibat pencamaran lingkungan hidup (polusi udara dan air) tidak pernah dimasukan dalam skema ganti rugi. Akibatnya, tidak ada satu pihak pun yang merasa bertanggungjawab atas keselamatan warga yang sekarang hidup di lingkungan yang telah tercemar.

Demikian surat terbuka ini ditulis dengan harapan kawan-kawan di lembaga Amil Zakat dan social lainnya dapat segera memberikan bantuan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan secar cuma-cuma bagi korban lumpur Lapindo.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan banyak terimakasih.

Salam,
Firdaus Cahyadi


__._,_.___
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

All-Bran

10 Day Challenge

Join the club and

feel the benefits.

Discover photos

and scrapbooking

groups in the

Familyographer Zone

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Selamat Hari Raya Idul Fitri

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Perkebunan Monokultur Skala Besar Mengancam

 
SUARA PEMBARUAN DAILY

Perkebunan Monokultur Skala Besar Mengancam

 

[JAKARTA] Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan, pembangunan perkebunan monokultur skala besar akan menjadi ancaman bagi kehidupan rakyat pada masa depan. Perkebunan monokultur ini akan menghadirkan peningkatan bencana ekologis dan hilangnya sumber-sumber kehidupan rakyat karena hutan yang selama ini memberikan layanan ekologis dan menopang kehidupan rakyat, secara perlahan semakin menghilang.

Demikian dikatakan Kepala Departemen Kampanye dan Advokasi Walhi, Teguh Surya, di Jakarta, Kamis (25/9). Teguh mengatakan, hingga saat ini luas perizinan yang telah diberikan pemerintah untuk hutan tanaman industri (HTI) kepada 248 unit telah mencapai 10.226.374 juta hektare, sementara yang ditanam baru seluas 2.882.575 juta hektare.

Celakanya, kata Teguh, sebagian besar lokasi tersebut diberikan izin pada kawasan dengan potensi kayu lebih dari 20 meter kubik setiap hektarenya.

Kondisi ini, menurut Teguh, menunjukkan perluasan kebun kayu monokultur hanya mencapai 7.100 hektare/tahun belum mampu menjawab hilangnya 2,72 juta hektare kawasan hutan Indonesia setiap tahunnya.

Menurutnya, hutan bukanlah semata-mata persoalan kayu. Produksi kayu dari kawasan hutan, jelasnya, hanyalah 5 persen dari bagian fungsi hutan.

Namun, fungsi ekologi dan sosio-kultur dari hutan, jauh lebih memberikan topangan kehidupan bagi manusia yang ada saat ini di dunia. "Hutan sebagai rumah kehidupan, area belajar, apotek raksasa, penyedia air dan udara bersih dan beragam manfaat ekologis, serta sosial-budaya lainnya, harus terus dipertahankan keberadaannya," ujarnya.

Dia melanjutkan, rencana pemerintah untuk melakukan percepatan hutan tanam-an, merupakan sebuah langkah yang bisa jadi semakin mendorong pengelolaan hutan Indonesia ke arah jurang terdalam.

Teguh menilai, orientasi pembangunan kehutanan yang tetap saja menekankan produksi kayu, hanya akan semakin menjauhkan cita-cita menuju kesejahteraan rakyat.

Walhi meminta kepada pemerintah agar negara mengakui sistem pengelolaan hutan oleh komunitas lokal/adat, yang telah terbukti mampu memberikan kesejahteraan rakyat daripada kelompok yang datang dengan modal dana yang besar yang justru malah menghancurkan kehidupan sosial-budaya masyarakat.

Untuk menjamin, terpenuhinya hak-hak masyarakat tersebut, Walhi mendesak pemerintah segera melahirkan peraturan perundang-undangan yang memberikan jaminan terhadap ekologi penting dan mengakui sistem kelola rakyat. [E-7]


Last modified: 27/9/08

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Yahoo! Groups

Stay healthy

and discover other

people who can help.

.

__,_._,___

26 September 2008

[sobat-hutan] 25 Anggota DPR Diduga Terima Suap Rp 5 Miliar

Refleksi: Bagus sekali ada rejeki, jadi adalah pantas sekali dikatakan bahwa DPR adalah juga selain Dewan Penipu Rakyat, tentu sebagai penipu bisa seperti bunglon menjadi  Dewan Penadah Rejeki. Dirgahayu NKRI!
 
Jawa Pos
Jum'at, 26 September 2008
 
25 Anggota DPR Diduga Terima Suap Rp 5 Miliar
Terkait Pelepasan Hutan Lindung Tanjung Api-Api


JAKARTA - Dugaan suap terhadap wakil rakyat kembali terungkap. Sedikitnya 25 anggota Komisi IV DPR periode 2004-2009 diduga pernah menerima uang terkait pelepasan kawasan hutan lindung Tanjung Api-Api (Pantai Air Telang), Sumatera Selatan.

Mereka menerima jatah bervariasi. Mulai Rp 25 juta hingga Rp 775 juta. Fakta itu semakin menambah panjang kasus bagi-bagi uang yang berindikasi suap di gedung wakil rakyat tersebut. Sebelumnya, mantan anggota DPR Hamka Yandhu pernah membeber bagi-bagi uang senilai Rp 31,5 miliar dari Bank Indonesia. Juga Agus Condro yang menyebut rekan-rekannya di Komisi IX DPR periode 1999-2004 menerima cek perjalanan setelah pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia yang dimenangkan Miranda Goeltom.

Adalah Sarjan Tahir, anggota Komisi IV DPR periode 2004-2009 yang mengungkap keterlibatan 25 nama itu dalam kasus dugaan suap proyek Tanjung Api-Api. Sarjan kemarin disidangkan di Pengadilan Tipikor dalam kasus tersebut.

Jaksa penuntut umum (JPU) Mochamad Rum yang membacakan surat dakwaan membeberkan keterlibatan para wakil rakyat serta jumlah uang yang diterima sebagai tanda ''terima kasih". Dalam kasus itu, ada dua tahap pembagian dana. Tahap pertama, sekitar Oktober 2006, Sarjan menerima uang dari pengusaha Chandra Antonio Tan sekitar Rp 2,5 miliar. Chandra merupakan investor pembangunan proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api.

Uang tersebut kemudian dibagi-bagikan. Sarjan mendapat Rp 150 juta, Yusuf Emir Faishal Rp 275 juta, Hilman Indra Rp 175 juta, Azwar Chesputra Rp 325 juta, dan Fachri Andi Leluasa Rp 175 juta. Sisanya diserahkan kepada 17 nama (lihat grafis).

Jaksa menyebutkan, kasus itu bermula dua tahun lalu. Saat itu Sarjan memperoleh informasi bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengajukan surat kepada Menteri Kehutanan untuk pelepasan hutan lindung Pantai Air Telang. Namun, setelah berbulan-bulan, surat itu belum juga direspons. ''Ini karena belum ada tanggapan dari parlemen,�'' jelas Rum.

Sarjan pun mengadakan pertemuan dengan sejumlah anggota Komisi IV. Ketika itu Yusuf Erwin (anggota Komisi IV) meminta Sarjan menjadi penghubung antara Komisi IV dan Pemprov Sumsel. Sarjan juga bertugas menanyakan kompensasi yang akan diberikan kepada Komisi IV mana kala proses tersebut berhasil.

Karena permintaan itu, Sofyan Rebuin, mantan Sekda Sumsel yang juga menjabat direktur pengembangan Tanjung Api-Api menghubungi Syahrial Oesman, gubernur saat itu dan bertemu Chandra Antonio Tan. Chandra adalah direktur PT Chandratex Indo Artha yang akan menggarap pembangunan jalan Palembang-Tanjung Api-Api. ''Terdakwa kemudian menghubungi Sofyan Rebuin agar disediakan dana Rp 5 miliar,'' jelas jaksa. Rupanya, Chandra menyetujui dana tersebut dan akan menyerahkannya dalam dua tahap dalam bentuk Mandiri Traveller Cheque (MTC) dan BNI Cek Multi Guna (CMG).

Sebelum persetujuan DPR turun, para wakil rakyat tersebut sempat mengadakan kunjungan kerja ke Pemprov Sumsel. Kunjungan itu merupakan tindak lanjut atas usul pelepasan hutan lindung tersebut. Ketika itu Gubernur Sumsel Syahrial Oesman juga sempat memaparkan pentingnya pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Api-Api. Pertemuan itu berlangsung di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Saat pulang, Sarjan kembali menerima Rp 170 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Darna Dachlan. Uang itu dibagi-bagikan lagi kepada sepuluh anggota DPR lain.

Selanjutnya, Juni 2007, Sarjan kembali mengontak Sofyan. ''Dia meminta pelunasan uang Rp 2,5 miliar yang sempat dijanjikan,'' jelasnya. Dana itu juga dibagi-bagikan kepada sejumlah anggota DPR.(git/nw

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Cat Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about cats.

.

__,_._,___

[sobat-hutan] Re: [mediacare] Siaran Pers Greenpeace - Kapal Greenpeace 'Esperanza' akan mengunjungi Indonesia dengan pesan - Stop Penghancuran Hutan, Stop Penghancuran Iklim


----- Original Message -----
From: "findi k" <blueroadrunner_21@yahoo.com>
To: "media jakarta" <media-jakarta@yahoogroups.com>; "mediacare"
<mediacare@yahoogroups.com>; "jurnalisme" <jurnalisme@yahoogroups.com>
Sent: Friday, September 26, 2008 5:33 PM
Subject: [mediacare] Siaran Pers Greenpeace - Kapal Greenpeace 'Esperanza'
akan mengunjungi Indonesia dengan pesan - Stop Penghancuran Hutan, Stop
Penghancuran Iklim

Kapal Greenpeace 'Esperanza' akan
mengunjungi Indonesia dengan pesan – Stop Penghancuran Hutan, Stop
Penghancuran Iklim
Jakarta/Jayapura, 26 September 2008: Kapal Greenpeace Esperanza (dalam
bahasa Spanyol berarti "harapan")
akan berlayar ke Indonesia dalam bagian tour "Hutan untuk Iklim" mulai dari
tanggal 6 Oktober sampai 15November
2008. Kapal ini akan tiba di Jayapura, Papua pada tanggal 6 Oktober untuk
menyoroti masalah pertahanan hutan alam asli terakhir di Indonesia.
Hutan Alam asli terakhir yang membentang
dari Asia Tenggara, melalui Papua New Guinea dan Kepulauan Solomon Islands
di
Pasifik. Hutan Alam asli terkhir terdiri dari hutan hujan tropis, hutan
bakau,
hutan pesisir dan hutan gambut. Di dalamnya terdapat spesies tumbuhan dan
hewan
yang luarbiasa jumlahnya, sebagian besar tidak terdapat di bagian lain di
dunia
ini. Dalam hutan ini juga terdapat ratusan adat dan kebudayaan asli.
"Hutan Indonesia makin menyusut dengan
kecepatan yang luarbiasa. Penghancuran hutan merusak masyarakat, kebudayaan
dan
keanekaragaman hayati. Deforestasi juga melepas sekitar 20 persen dari emisi
gas
rumahkaca dunia tiap tahunnya, dan menyumbang ke memburuknya perubahan
iklim.
Jumlah ini lebih banyak dari emisi dari mobil, truk, keretaapi, kapal laut
dan kapal
terbang di seluruh dunia pada tahun 2004," kata Bustar Maitar, Juru Kampanye
Hutan, Greenpeace Asia Tenggara.
"Kapal Esperanza membawa spanduk
yang bertuliskan: 'Stop Penghancuran Hutan, Stop Penghancuran Iklim'. Hutan
tropis menyimpan karbon yang disimpan di dalam tanah dan pepohonan. Seperti
spons, mereka menyerap karbondioksida
yang dilepas ketika bahan bakar fosil dibakar untuk keperluan energi. Kita
memerlukan hutan yang luas untuk menyerap gas rumahkaca, memerangi perubahan
iklim dan melindungi planet ini," tambahnya.
Di Indonesia, hutan gambut dihabisi
oleh pembalakan, mengeringan dan pembakaran untuk memberi tempat bagi
perkebunan kepala sawit. Di beberapa tempat, hutan gambut ini kedalamannya
mencapai lebih dari 12 meter. Saat hutan gambut dibuka dan dibakar, hal ini
bagaikan mengaktifkan bom karbon, dengan melepas hamper dua milyar ton
karbondioksida yang berbahaya tiap tahunnya.
"Esperanza hadir di Indonesia untuk menyerukan
pada pemerintah Indonesian untuk menerapkan moratorium secepatnya bagi semua
bentuk konversi hutan, termasuk untuk penebangan industrial, ekspansi
perkebunan kelapa sawit dan berbagai penyebab deforestasi. Hal ini
dibutuhkan
untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi kekayaan
keanekaragaman hayati tropis dan melindungi kehidupan jutaan orang yang
hidup
dan bergantung pada hutan di seluruh Indonesia," Shailendra Yashwant,
Direktur
Kampanye, Greenpeace Asia Tenggara.
Esperanza adalah kapal terbesar
dalam armada Greenpeace, diluncurkan pertama kali pada Februari 2002, saat
kampanye penyelamatan hutan alam asli 'Ancient Forests Save or Delete'.
Kapal
ini juga merupakan kapal Greenpeace pertama yang diberi nama oleh pengunjung
website kami. Dengan panjang 72 metres, dan
kecepatan maksimum mencapai 16 knot, kapal ini akan dinakhodai oleh Kapten
Madeline
Habib dalam perjalanannya di Indonesia.
For
more details:
Nabiha
Shahab, Media Campaigner, 0813 14213432
Findi
Kendartanti, Media Assistant, 0816 1681840
Martin
Baker, Asia Communications Coordinator, 0813 1582 9513

ESPERANZA
Spesifikasi
Kapal ini sebelumnya merupakan kapal
perang Rusia yang telah ditata ulang oleh Greenpeace sebaik mungkin menjadi
kapal yang ramah lingkungan. Perubahan ini termasuk: pelucutan atau
pengemasan
asbes yang aman; instalasi sistem bahan
bakar khusus untuk mencegahnya tumpah; propulsi diesel elektrik baru yang
lebih
efisien; pengolahan air limbah dengan hanya air bersih yang dipompa keluar
kapal; sistem pemanas berdasar limbah; pemurni air yang 15 kali di atas
tuntutan hukum yang berlaku saat ini; cat lambung kapal yang bebas-TBT;
sistem pendingin
berdasarkan amonia dan tidak menggunakan gas Freon yang merusak ozon dan
memperburuk perubahan iklim – dan merupakan kapal Belanda pertama yang
dipasangi alat-alat seperti ini; sistem propulsi yang efisien dan ekonomis,
dan
ramah lingkungan untuk mereduksi emisi CO2.
Sebagai tambahan, peralatan operasi standar
Greenpeace juga telah ditambahkan. Sebuah dek helicopter juga telah
dipasang,
serta crane-crane khusus untuk meluncurkan perahu-perahu karet bermotor.
Pelabuhan pendaftaran: Amsterdam, Belanda
Nama Sebelumnya: Echo Fighter
Tanggal carter: 2000
Jumlah penumpang: 33
Perahu karet: 2 berukuran besar dengan lambung keras dan 4 kapal karet kecil
Pengangkut Helikopter: Ya
Jenis kapal: ekspedisi/penelitian
Call sign: PD 6464
Dibangun di/tahun: Poland Gdansk, 1984
Tonase kotor: 2076 BRT
Panjang o.a: 72.3m
Lebar: 14.3m
Kedalaman: 4.7m
Kecepatan maksimum: 14 knot
Mesin utama: 5.876 BHP, 2*2.938 BHP Sulzer V12

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

Family Photos

Learn how to best

capture your

family moments.

.

__,_._,___

25 September 2008

[sobat-hutan] 7,4 Juta Hektare Lahan Kalteng Bermasalah...????

7,4 Juta Hektare Lahan Bermasalah
Jumat, 26-09-2008 | 00:30:18

PALANGKA, BPOST - Para kepala daerah di Kalimantan Tengah diminta berhati-hati melepaskan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, akibat belum kelarnya usulan rencana tata ruang wilayah (RTRWP) di provinsi ini.

Anggota Komisi IV Bidang Kehutanan DPR RI asal Kalteng, Rusnain Yahya, mengatakan, masalah RTRW Kalteng hingga kini masih belum clear. Masalah tersebut kini masih dikaji oleh Tim Departemen Kehutanan dan Komisi IV DPR RI.

Menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi masih melakukan pemaduserasian terhadap peraturan daerah Kalteng dengan Keputusan Menteri Kehutanan tentang penunjukan areal hutan di wilayah Kalteng seluas 15.300.000 hektare.

Rusnain mengatakan, dari pemaduserasian tim tersebut, diketahui lahan seluas 7,4 juta hektare yang diajukan masih bermasalah karena terjadi tumpang tindih. Sedangkan 7,6 juta hektare lainnya dinyatakan tidak bermasalah.

"Pelepasan lahan pada kawasan yang tidak bermasalah tidak akan menjadi hambatan bagi kepala daerah untuk mengeluarkan izin bagi investor, tetapi bila bupati atau gubernur melepaskan lahan pada kawasan yang bermasalah, tentu akan membahayakan kepala daerah itu sendiri," ujarnya.

Tokoh Partai Persatuan Pembangunan Kalimantan Tengah ini menegaskan, para bupati agar tidak gegabah melepaskan lahannya sebelum adanya kejelasan terkait dua aturan tersebut.

"Jika telah dilakukan pemaduserasian, silakan memberikan izin operasional pada kawasan yang tidak bermasalah," ujarnya.

Sementara itu, rencana investasi keluarga kerajaan Yaman yang akan membuka lahan perkebunan sebanyak satu juta hektare dengan nilai investasi mencapai Rp 5 triliun di Kalteng tidak dapat dipenuhi sepenuhnya oleh pemerintah setempat.

Pasalnya, dari satu juta hektare lahan yang diperlukan, termasuk untuk membangun sepuluh pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Kalteng, hanya 375 ribu haktare lahan yang dinyatakan tidak bermasalah dan siap dilepas untuk investor tersebut. (tur)


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

24 September 2008

[sobat-hutan] Porong Siaga Satu

Porong Siaga Satu!

 

SatuDunia, Porong. Pagi itu (19/9), waktu menunjukan pukul 08.45 wib, saat rombongan SatuDunia tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Ada tiga orang tim SatuDunia yang diberangkatkan dari Jakarta dengan tujuan Porong, Sidoarjo.

 

Sumber: http://satudunia.net/node/2883

 


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Y! Groups blog

The place to go

to stay informed

on Groups news!

.

__,_._,___

22 September 2008

[sobat-hutan] 18,000 penonton berdonasi ke WWF-Indonesia lewat film EARTH!

Terima kasih kepada semua pihak yang selalu mendukung  kampanye WWF-Indonesia.

-------------------------------------------------------------------

18,000 penonton berdonasi lewat film EARTH!


Jakarta – Bertepatan dengan Hari Bumi 22 April 2008 lalu dan tren isu Pemanasan Global yang tengah berkumandang di Indonesia, distributor film Jive Entertainment bersama jaringan sinema Blitz Megaplex Jakarta dan Bandung memutar film dokumenter EARTH selama hampir 2 bulan.

 

"Earth adalah film dokumenter yang berbeda dari film dokumenter pada umumnya. Pembuatannya memakan waktu 5 tahun dan emosi penonton turut bermain dengan jalan ceritanya," ungkap Trisiska Putri, Manager Marketing Jive Entertainment.

 

Film ini memberikan gambaran jelas bahwa setiap kejadian di bumi saling terkait erat dan dampak kerusakannya tidak hanya dirasakan oleh manusia tapi juga kehidupan liar. Bila mereka terancam, sangat mungkin berikutnya manusia lah korbannya.

 

Untuk mengajak publik turut merayakan Hari Bumi dan berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan hidup, Rp 1000 disumbangkan kepada WWF-Indonesia dari setiap tiket film Earth yang terjual. Dan, hingga akhir masa pemutarannya, film Earth berhasil mengumpulkan 18,000 penonton!

 

"Ini adalah sumbangsih kami kepada gaya hidup hijau yang lebih sehat. Kami berharap agar jumlah yang tidak besar itu dapat membantu upaya pelestarian lingkungan WWF-Indonesia dalam rangka penurunan intensitas pemanasan global," jelas Trisiska.

 

Fitrian Ardiansyah, Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia, menyatakan bahwa penyadartahuan isu perubahan iklim kepada masyarakat luas sangat penting, terutama untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, karena isu ini harus dijawab seluruh masyarakat. Beliau menegaskan, "Kerjasama Jive Entertainment, Blitz Megaplex, dan WWF-Indonesia menandai upaya serius dari institusi yang berbeda namun punya kepedulian yang sama akan kelestarian bumi."

 

Informasi lebih lanjut:

Fitrian Ardiansyah, Direktur Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia,

fardiansyah@wwf.or.id, +62-812 935 5105

Verena Puspawardani, Campaigner Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia, vpuspawardani@wwf.or.id, +62-818 897 383

Trisiska Putri, Marketing Manager, Jive Entertainment Indonesia,

noni@jive-entertainment.com, +62-817 223 064

Rusly Eddy, Marketing Director Blitz Megaplex

rusli@blitzmegaplex.com, 

 

Catatan untuk Editor:

Siaran pers dan informasi terkait bisa diakses secara online di www.wwf.or.id dan www.jive-entertainment.com

 

Tentang Film EARTH

Sutradara:                     Alastair Fothergill

                                    Mark Linfield

Penulis naskah:             Alastair Fothergill

                                    Mark Linfield

Pengisi suara:               Anggun [Voice]

Patrick Stewart [Narrator]

(X-Men Trilogy, Star Trek)

Genre:                          Documentary

Waktu:                          90 min/96 mind

Produksi:                      Germany/UK

Bahasa:                        English

Diluncurkan:                 10 Oktober 2007 (Perancis)

 

Tentang Blitz Megaplex dan Jive Entertainment

Blitz Megaplex adalah jaringan sinema di Indonesia yang terbuka untuk berbagai jenis film dari berbagai

negara. Kini ada di 2 kota: Jakarta dan Bandung. Sinema-sinema yang dimaksud ada di: Grand Indonesia, Mall of Indonesia, Pacific Place, dan Paris van Java (Bandung). Pernah meraih MURI (Musium Rekor Indonesia) sebagai sinema terbesar di Indonesia tahun 2007. Sementara, Jive Entertainment adalah distributor film khusus jenis film yang tidak dikeluarkan oleh major label . Dalam hal ini, keduanya memiliki kepentingan yang sama.

 

Tentang WWF-Indonesia mulai bekerja di Indonesia pada awal 1960-an melakukan penelitian pada spesies mamalia, khususnya badak dan harimau di Jawa dan Sumatera yang terancam punah. Kegiatan ini kemudian berkembang menjadi upaya konservasi hutan habitat satwa-satwa tersebut.

 

Pada April 1998, berubah menjadi WWF-Indonesia; organisasi nasional Indonesia dengan bentuk yayasan. WWF-Indonesia merupakan bagian independen dari jaringan global WWF dan afiliasinya yang bekerja di 110 negara di dunia. Kantor sekretariat WWF-Indonesia memimpin dan mengoordinasi 23 kantor lapangan dengan lebih dari 300 staf. Upaya konservasi WWF-Indonesia saat ini dilakukan di kawasan-kawasan lindung di 16 propinsi di Indonesia.

 

Visi WWF-Indonesia adalah konservasi keanekaragaman hayati Indonesia untuk kesejahteraan generasi sekarang dan masa depan.

 

Misi WWF-Indonesia adalah memelihara keanekaragaman hayati Indonesia dan mengurangi dampak aktivitas manusia melalui:

-          Mendorong etika konservasi yang kuat, kesadaran, dan pelaksanaan di masyarakat Indonesia

-          Membantu usaha-usaha berbagai pihak terkait untuk memelihara keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis dalam skala ekoregional

-          Mendukung kebijakan, hukum, dan pelaksanaan hukum yang mendukung konservasi

-          Mendorong konservasi untuk kesejahteraan manusia melalui pemanfaatan sumber-sumber alam yang terpelihara.


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Kevin Sites

Get coverage of

world crises.

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

All-Bran

10 Day Challenge

Join the club and

feel the benefits.

.

__,_._,___