06 August 2008

[sobat-hutan] Surat Protes WALHI ke Menteri Lingkungan Hidup Terkait PROPER 2006-2007

Protes WALHI kepada Kementerian Lingkungan Hidup Terhadap Hasil

PROPER 2006-2007


Jakarta, 5 Agustus 2008

Hal : PROTES ATAS PROPER




Kepada YTH
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP
Di -
Jakarta


Dengan Hormat

Kerusakan lingkungan hidup merupakan persoalan serius yang harus ditangani
secara komprehensif. Mengingat dampak dari kerusakan tersebut sudah sampai
pada tahap mengkhawatirkan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai
salah satu institusi negara yang mana salah satu misinya adalah
"Mewujudkan pencegahan kerusakan dan pengendalian pencemaran SDA dan
lingkungan hidup dalam rangka pelestarian fungi lingkungan hidup"
seharusnya tetap bisa konsisten dengan misi tersebut dan bukan menjadi
alat cuci tangan (green wash) para perusahaan yang telah melakukan tindak
pengrusakan lingkungan Hidup.

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup (PROPER) sebagai salah satu instrument alternatif
penataan yang dikembangkan oleh KLH sejak tahun 1995, yang mana memiliki
maksud meminimalisasi dampak lingkungan dari kegiatan perusahaan yang
memiliki dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan yang besar, ternyata
gagal dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuannya.

Hal ini dapat dilihat dengan dimasukkannya perusahaan-perusahaan pencemar
dan perusak lingkungan ke dalam peringkat yang dikategorikan tidak
melakukan pencemaran (taat) dalam PROPER sejak tahun 2005 sampai dengan
tahun 2007.

Pemberian kategori tidak melakukan pencemaran (dan taat aturan) bagi
perusahaan-perusahaan yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan skala
luas adalah telah bertentangan dengan tujuan program PROPER itu sendiri
untuk mendorong komitmen pelestarian lingkungan hidup, meningkatkan
penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Berikut adalah
daftar perusahaan perusak lingkungan dan pelangran HAM yang masuk kedalam
program PROPER dan mendapatkan peringkat Hijau dan Biru.


***********************************************************



Daftar Perusahaan PROPER 2006-2007

NAMA PERUSAHAAN PERINGKAT TINDAKAN PENGRUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP
PT.Semen Gresik (Persero), Tbk- Pabrik Tuban Hijau Menyebabkan kekeringan,
polusi debu dan kerusakan pesisir laut akibat operasi dan pelabuhan.
PT.Toba Pulp Lestari Hijau Merusak sekitar 3.100 ha hutan kemenyan milik
masyarakat Pollung di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) sehingga
hingga kini sudah rata dengan tanah. Padahal, pohon-pohon kemenyan (Batak
Toba: haminjon; Latin: Astyrax benzoin) ini telah memberikan mata
pencaharian bagi ratusan petani kemenyan selama berpuluh-puluh, bahkan
beratus-ratus tahun.

PT.TPL mengambil lahan masyarakat Dusun Sitak Kubak, Desa Aek Lung di
Kabupaten Humbahas seluas seluas 35 hektar. Saat ini petani hanya
berharap pemerintah membantu mereka menyelesaikan masalah ini, karena
tanah ini merupakan tanah warisan yang sudah turun temurun. Bukan tanah
kehutanan seperti yang diklaim PT TPL
PT. Newmont Nusa Tenggara Hijau 1. Terjadi penurunan kualitan air laut
akibat pembuangan tailing ke laut. Dampak nyatanya adalah jumlah dan jenis
tangkapan ikan nelayan menjadi menurut.

2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Walhi (Agustus, 2005)
di 7 Desa Pantai di Kabupaten Lombok Timur, terhadap sekitar 300 orang
nelayan atau sekitar 10 persen dari jumlah populasi nelayan yang melakukan
penangkapan dengan menggunakan sampan, diperoleh fakta-fakta bahwa
sebagian besar nelayan (93,67 persen) merasakan bahwa jumlah ikan di
wilayah perairan semakin berkurang, sebanyak 89,67 persen nelayan
mengatakan bahwa banyak jenis ikan dan hewan laut yang bernilai ekonomis
menghilang dari wilayah perairan mereka dan sebanyak 88,33 persen nelayan
mengatakan bahwa semakin lama, semakin sulit mendapatkan ikan di wilayah
perairannya. Terjadi penurunan produksi per nelayan per harinya sebanyak
Rp. 3.284.700

Dengan jumlah nelayan sebanyak 3028 orang nelayan di Lombok Timur berarti
telah terjadi penurunan pendapatan nelayan senilai Rp. 9.946.071.600
(sembilan miliar sembilan ratus
empat puluh enam juta tujuh puluh satu ribu enam ratus rupiah)
setiap harinya.

PT. Arutmin Indonesia Biru 1. Kualitas air pada kegiatan penambangan
batubara PT Arutmin Indonesia tidak memenuhi persyaratan baku mutu air.
2. Kegiatan reklamasi dan revegetasi yang dilakukan oleh PT Arutmin
Indonesia tidak dilakukan dengan baik
3. Tetap melakukan kegiatan penambangan walaupun belum memenuhi kewajiban
menyediakan lahan pengganti seluas 13.623,50 Ha yang dipersyaratkan.

PT.Lapindo Brantas Biru 1. Semburan lumpur yang jelas-jelas telah merusak
lingkungan di daerah Porong adalah karena aktivitas pemboran Lapindo
Brantas Inc. Bahwa penyebab semburan lumpur diakibatkan oleh pengeboran
Lapindo telah diungkapkan oleh Prof Richard Davies dalam Jurnal GSA
(Geological Society America) Today, Februari 2007 berjudul Birth of a mud
volcano: East Java, 29 May 2006; dan kembali diperkuat dalam publikasi
kajiannya di Earth Planetary Science Letters 2008.

2. Keputusan Pengadilan Jakarta Pusat No.
348/PDT.G/2006/PN.JKT.PST,Hal.288 November 2007 dalam salah satu
pertimbangannya menyatakan terdapat hubungan antara pemboran dengan
terjadinya semburan.

3. Berdasarkan penelitian logam berat yang dilakukan oleh Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur pada Maret-Juli 2007,
diketahui bahwa secara umum pada area luberan lumpur dan sungai Porong
telah tercemar oleh logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang cukup
berbahaya bagi manusia. Dan perlu sangat diwaspadai bahwa ternyata lumpur
Lapindo dan sedimen Sungai Porong kadar timbal-nya sangat besar yaitu
mencapai 146 kali dari ambang batas yang telah ditentukan.
4. Berdasarkan penelitian WALHI Jawa Timur, lumpur Lapindo mengandung
mengandung dua jenis senyawa PAH (Polyciclic Aromatic Hydrocarbon) yang
kadarnya diatas ambang batas.

PT. Kaltim Prima Coal Biru - PT. KPC melakukan pencemaran air karena
pembuatan jalan penghubung dan jalan tambang meyebabkan limpahan air
permukaan yang diakibatkan oleh hujan menjadi menjadi lebih besar dan
aliran permukaan membawa material hasil erosi.

Pencemaran air juga disebabkan oleh kegiatan penghancuran (crushing) dan
pencucian (washing). Penghancuran batubara menghasilkan debu yang terbawa
aliran hujan menjadi limpasan aliran permukaan. Proses pencucian
menimbulkan limbah material kerikil dan kotoran-kotoran batubara yang ikut
terlarut dan menurunkan kualitas air. Kegiatan bongkar muat batubara
mengakibatkan ceceran batubara di perairan laut yang mempengaruhi kualitas
air laut karena melarutnya unsur-unsur yang terdapat dalam batubara dalam
air laut.

Akibat pencemaran air ini, masyarakat yang biasanya memanfaatkan air
sungai Sengata untuk minum dan memasak tidak dapat lagi dimanfaatkan.
Masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pencemaran
air ini juga dirasakan oleh petani tambak ikan.

Tahun 2006 terjadi pencemaran air sungai yang menyebabkan puluhan petani
tambak menderita kerugian ratusan juta karena ikan yang dipelihara mati
akibat airnya tercemar.

Selain itu, penggunaan air sungai untuk mandi menimbulkan berbagai macam
penyakit kulit seperti gatal-gatal. Masyarakat harus mengeluarkan biaya
tambahan untuk berobat akibat penyakit kulit ini.

Aktivitas pertambangan batubara PT. KPC merubah kawasan yang sebelumnya
berfungsi sebagai daerah tangkapan air menjadi daerah pertambangan yang
terbuka tanpa tanaman penutup. Akibatnya pada saat musim penghujan, saat
debit air hujan tinggi sementara daerah tangkapan air sudah berkurang
karena telah berubah menjadi areal pertambangan, sementara daerah
tangkapan air yang ada tak mampu lagi menampung air hujan ditambah lagi
dengan terjadinya sedimentasi di sungai Sengata akibat limbah lumpur dari
aktivitas pengolahan batubara PT. KPC. Maka yang terjadi adalah banjir
yang dipastikan selalu melanda Kabupaten Kutai Timur setiap tahun. Hal ini
diungkapkan langsung oleh Bupati Kabupaten Kutai Timur saat ini (Awang
Faroek) saat mengunjungi korban banjir di Kec. Sengata (Tribun Kaltim
Kaltim, 2 Februari 2007).

PT. Kideco Jaya Agung Biru- 1.Melakukan peningkatan produksi tanpa
didukung dokumen Amdal baru.

2. Kualitas air pada kegiatan penambangan batubara memenuhi persyaratan
baku mutu air, sehingga Sungai Kendilo tercemar, dan masyarakat di
sekitarnya harus pindah.

PT. Freeport Indonesia Biru- Pembuangan tailing sebanyak 220.000 ton per
hari ke Sungai Ajwa menciptakan kerusakan lingkungan yang serius dan
diindikasikan terlibat dalam serangkaian tindakan pembunuhan di
Tembagapura dan Timika periode 1994-1995 denagn melibatkan militer.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penting bagi KLH untuk bisa
mengembalikan kepercayaaan masyarakat atas institusi ini dengan
benar-benar menjalankan visi dan misi yang telah digariskan. Sehingga
diharapakan KLH tidak menjadi bagian dalam memperkuat arogansi korporasi
terhadap negara dan masyarakat sipil.

Demikian surat protes ini kami sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan
terimakasih.


Hormat Kami



Berry Nahdian Forqan
Direktur Eksekutif


Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif WALHI,021-7941672
Teguh Surya, Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan,021-7941672

__._,_.___
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Health Groups

for people over 40

Join people who are

staying in shape.

.

__,_._,___

No comments: