28 August 2008

[sobat-hutan] Re: [mediacare] Siaran Pers Greenpeace 28 Agustus 2008


----- Original Message -----
From: "Adhityani Arga" <adhitpa@gmail.com>
To: <mediacare@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, August 28, 2008 1:46 PM
Subject: [mediacare] Siaran Pers Greenpeace 28 Agustus 2008

Greenpeace menantang Industri Kelapa Sawit dan Pemerintah Indonesia
untuk menghentikan penggundulan hutan

Jakarta, 28 Agustus 2008 - Sebuah dialog yang diselenggarakan
Greenpeace minggu ini menyediakan wahana bagi pelaku kunci industri
kelapa sawit Indonesia untuk menyatakan kesungguhan mereka mendukung
jeda atau moratorium deforestasi. Moratorium bagi semua bentuk
konversi hutan termasuk penebangan komersil sangat dibutuhkan guna
mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia, menjaga
keanekaragaman hayati yang kaya serta melindungi penghidupaan jutaan
orang di seluruh Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat yang
bergantung pada hutan.

Dialog bertajuk "Dapatkah Industri Kelapa Sawit Menghentikan
Deforestasi di Indonesia?" bertujuan untuk menyosialisasikan tujuan
kampanye Stop Deforestasi Greenpeace melalui pemaparan kriteria
moratorium. Puluhan produsen dan pemasok besar termasuk Unilever,
Sinar Mas hadir dalam acara ini beserta perwakilan pemerintah dari
Departemen Pertanian penasihat senior Program Aceh Hijau dan Serikat
Petani Kelapa Sawit (SPKS).

"Jelas bahwa industri menginginkan kelapa sawit dari sumber yang
berkelanjutan. Namun kenyataan di lapangan justru lebih jelas
menunjukkan penggundulan hutan terus terjadi dan masyarakat terus
menderita akibat tata kelola buruk serta eksploitasi oleh perusahaan
kelapa sawit yang tidak bertanggung jawab. RSPO telah membuktikan
bahwa mereka belum dapat menyelesaikan masalah yang mendesak ini.
Moratorium dapat menyediakan ruang yang dibutuhkan bagi industri,
pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama demi sebuah solusi
jangka panjang," ujar Bustar Maitar, juru kampanye hutan Asia
Tenggara.

Moratorium deforestasi merupakan suatu mekanisme untuk menghentikan
penghancuran hutan sementara menyediakan waktu dan ruang yang
dibutuhkan untuk membangun jaringan kawasan fungsi lindung serta
kawasan yang diperuntukkan untuk penggunaan hutan yang bertanggung
jawab secara ekologis dan berkeadilan sosial.

Perusahaan-perusahaan pengguna kelapa sawit terbesar di dunia telah
menggeser posisi kebijakan mereka dan menyatakan dukungan mereka
terhadap moratorium deforestasi. Salah satu perusahaan pengguna
kelapa sawit terbesar di dunia, Unilever, telah menyatakan
dukungannya secara terbuka terhadap moratorium deforestasi akibat
perluasan kelapa sawit di Indonesia. Unilever menyadari bahwa
menangguk laba di atas pengrusakan hutan bukanlah cara berbisnis yang
baik dan akan mengakibatkan adanya beban "karbon" yang semakin hari
semakin dianggap sebagai beban dan risiko investasi. (1).

Saat ini Unilever sedang melakukan negosiasi dengan beberapa
perusahaan multinasional di bidang makanan, kosmetik serta bahan
bakar nabati demi membangun koalisi di antara mereka guna mendukung
moratorium. Industri kelapa sawit di Indonesia seharusnya merespon
kemungkinan terjadinya penolakan pasar, khususnya dari Eropa, dan
menggunakan kesempatan ini untuk meletakkan landasan bagi terwujudnya
kelapa sawit dari sumber berkelanjutan sesuai dengan permintaan
pasar.

"Industri kelapa sawit sudah seharusnya tidak lagi menangguk laba
dari lemahnya tata kelola, tetapi tampil sebagai solusi bagi
pembenahan tata kelola yang dibutuhkan. Pemerintah sebaiknya
menanggapi seruan pihak industri dengan segera menerapkan moratorium
deforestasi di seluruh Indonesia", simpul Bustar.

Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang
menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap
masalah lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk
masa depan yang hijau dan damai.

CATATAN BAGI REDAKSI:
(1) Laporan terbaru Greenpeace "Beban Karbon Terselubung Pada Sektor
Kelapa Sawit Indonesia", mengkaji risiko yang dihadapi perusahaan
yang menggunakan minyak kelapa sawit sebagai akibat dari kegiatan
para pemasoknya. Laporan ini memperkirakan, mengambil kasus Unilever
sebagai contoh, diperkirakan perusahaan tersebut akan dibebani ?714
per tahun merujuk asumsi harga CO2 per ton mencapai ?30 dengan hampir
setengah jumlah emisi GRK dari rantai pasokan berasal dari produsen
minyak kelapa sawit Indonesia.

Greenpeace meluncurkan laporan bernada keras bertajuk "Membakar
Kalimantan" yang mengungkapkan bagaimana para pemasok minyak kelapa
sawit mendorong terhadinya deforestasi di propinsi Kalimantan,
mengakibatkan meningkatnya emisi GRK serta mengancam satwa langka
seperti orangutan. http://www.greenpeace.org/seasia/en/press/reports/
how-unilever-palm-oil-supplier

Sejak tahun 1990, 28 juta hektar hutan Indonesia - dengan ukuran sama
dengan Ekuador - telah dihancurkan, sebagian besar akibat pembukaan
lahan perkebunan kelapa sawit. Permintaan akan minyak kelapa sawit
diperkirakan akan meningkat berlipat ganda; dua kali lipat pada tahun
2030 dan tiga kali pada tahun 2050 dibandingkan dengan tahun 2000.

Informasi lebih lanjut hubungi:

Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara,
+6281344666135

Arief Wicaksono, Penasihat Politik Greenpeace Asia Tenggara, +62815
704 400

Adhityani Arga, Juru Kampanye Media Greenpeace Asia Tenggara,
+6281398099977 adhityani.arga@greenpeace.org

situs: http://www.greenpeace.or.id/

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Blog:
http://mediacare.blogspot.com

http://www.mediacare.biz

Yahoo! Groups Links

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Kevin Sites

Get coverage of

world crises.

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Special K Group

on Yahoo! Groups

Join the challenge

and lose weight.

.

__,_._,___

No comments: