01 August 2008

[sobat-hutan] Gajah "DO" pun Ikut Mengamuk

Riau Pos
Selasa, 29 Juli 2008

Warga Duri Masih Resah, Gajah Terus Berkeliaran
Gajah "DO" pun Ikut Mengamuk



Sekitar 30 ekor kawanan gajah liar masih saja berkeliaran siang-malam dalam wilayah Desa Balai Makam, Duri, Kecamatan Mandau. Keresahan warga sekitar masih terus merebak dan menjadi-jadi. Seperti apa situasi di sana?

Laporan SYUKRI DATASAN, Duri  syukri-datasan@riaupos.co.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
SEBANYAK sembilan rumah penduduk dalam kawasan RW 9 telah diluluh-lantakkan rata dengan tanah. Para penghuninya yang berjumlah sekitar 30 orang sudah mengungsi ke rumah sanak famili. Satu rumah lagi yang dikupak bagian dapurnya di RT 2 RW 6 Jalan Karya KM 7 Kulim masih ditinggali pemiliknya setelah diperbaiki.

Kades Balai Makam Agus Har kepada Riau Pos, Ahad (27/7) petang lalu menyebutkan, warga Balai Makam yang berada dalam kawasan pelintasan gajah, saat ini terus dicekam ketakutan mendalam.

Kawasan RT 1 RW 9 tempat mukim korban Ronal Silalahi (49) yang tewas dipijak gajah Sabtu (19/7) lalu, kini dalam kondisi kosong akibat ditinggal para penghuninya, karena mereka takut jadi korban berikutnya.

Usai menginjak korban Ronal Silalahi hingga tewas Sabtu (19/7) pagi itu, kawanan gajah tersebut masih terus berkeliaran dengan wilayah jelajah hingga ke Pesantren Muhammadiyah Jalan Pipa Air Bersih sampai ke KM 7 Kulim bolak-balik.

Selama penjelajahannya itulah, sembilan rumah diluluhlantakkan hingga Kamis (24/7) kemarin. Satu rumah lain di Jalan Karya KM 7 Kulim dirusak pula dapurnya Kamis malam itu.

Hingga Senin (28/7), kawanan gajah tersebut masih enggan beranjak pergi dari kawasan konflik.

''Sabtu (26/7) malam lalu, kawanan gajah itu menjelajah hingga ke Pesantren Muhammadiyah, lalu balik lagi Subuhnya ke kawasan RW 9. Hingga saat ini jumlah tanaman yang rusak gajah itu sudah tidak terhitung,'' ucapnya.

Kades Agus Har pun mengaku, tak ada yang bisa diperbuatnya saat ini selain berupaya menghindari jatuhnya korban jiwa berikutnya. Karena itulah, pihaknya melarang warga atau siapapun yang hendak masuk ke kawasan gajah bergentayangan itu, apakah untuk ke kebun, memancing maupun untuk keperluan lainnya. Gajah itu pun tak lagi kenal rasa takut, tambahnya.

Menurut Agus lagi, sekitar jam 15.00 WIB, Jumat (25/7) petang kemarin, warga yang balik ke rumah hendak menjemput pakaian malah dikejar hingga lari pontang-panting.

Tabiat gajah-gajah liar tersebut kini semakin tak terkendalikan. Menurut Kades, tak semua hewan bertubuh besar itu berasal dari komunitas gajah liar. Beberapa di antaranya merupakan drop out (DO) dari Sekolah Gajah Sialang Rimbun. Itu bisa dikenali dari cap stempel yang ada di tubuhnya. ''Mereka tak takut lagi dengan api atau alat bunyian pengusir lainnya. Ini yang membuat susah,'' ujarnya.

Karena konflik gajah dengan manusia ini adalah masalah nasional, Agus Har minta Gubernur Riau dan Dinas Kehutanan cepat tanggap. Apatah lagi hingga sejauh ini boleh dikata belum ada pihak pemerintah provinsi maupun pihak dinas terkait yang turun membagikan mie instan atau pun beras sebagai penghibur para korban yang mengungsi.

''Saya juga mengundang Pak Wan Abu Bakar turun meninjau ke lapangan. Dulu sewaktu beliau menjabat wakil, rajin turun meninjau korban amuk gajah. Kini setelah beliau menjadi gubernur Riau hendaknya tidak langsung berubah. Mungkin dengan turunnya beliau ke lapangan, bisa membangkitkan kembali semangat petani untuk berusaha,'' pungkas Agus Har

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

Popular Y! Groups

Is your group one?

Check it out and

see.

.

__,_._,___

No comments: