29 April 2008

[sobat-hutan] Bappenas Usulkan Utang Negara Diperbesar

Koran TEMPO/Rabu, 30 April 2008

Headline



Bappenas Usulkan Utang Negara Diperbesar



Sri Mulyani berkukuh APBN tetap aman.

JAKARTA -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merekomendasikan tiga opsi kepada pemerintah untuk mengurangi tekanan terhadap anggaran negara akibat lonjakan harga minyak dunia, yang kini telah mendekati US$ 120 per barel.
Menurut Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Prijambodo, opsi pertama, pemerintah menekan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi dengan program penghematan, seperti penggunaan kartu kendali (smart card), konversi minyak tanah ke gas, dan penghematan konsumsi listrik. "Jika itu efektif, akan sangat membantu mengurangi beban subsidi," katanya kepada Tempo di Jakarta.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008, asumsi harga minyak Indonesia (ICP) dipatok US$ 95 per barel. Kuota konsumsi BBM bersubsidi 35,5 juta kiloliter, dengan nilai subsidi Rp 126 triliun, dari sebelumnya Rp 46 triliun.
Naiknya beban subsidi BBM merupakan salah satu pemicu membengkaknya defisit anggaran 2008 dari semula 1,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 2,1 persen. Pinjaman asing dan lokal--penerbitan surat utang negara--merupakan salah satu sumber untuk menutup defisit itu.
Atas dasar itu, kata dia, Bappenas merekomendasi opsi kedua, yaitu pemerintah menaikkan lagi defisit anggaran lebih dari 2,1 persen. Sesuai dengan Undang-Undang Keuangan Negara, defisit anggaran diizinkan hingga 3 persen PDB. "Untuk menutupnya, pemerintah bisa menambah utang lagi," katanya.
Opsi ketiga, dia melanjutkan, pemerintah mengurangi lagi anggaran belanja kementerian dan lembaga negara lebih dari 10 persen.
Kemarin harga minyak mentah di pasar utama New York ditutup pada US$ 118,12 per barel. Pada kondisi itu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) telah mendekati US$ 104 per barel. Beban subsidi diperkirakan bisa melonjak hingga Rp 200 triliun.
Para ekonom dan pelaku bisnis pun telah mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga BBM supaya anggaran tidak jebol. Tapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih akan mencari cara lain. Pemerintah baru akan memutuskan cara mengatasi lonjakan harga itu pada Juni mendatang.
Bambang Prijambodo menambahkan, Bappenas juga tak merekomendasi pemerintah menaikkan harga BBM karena keputusan itu bukanlah persoalan mudah. "Tak hanya sisi ekonomi yang harus dipertimbangkan, tapi juga sosial dan politik," ujarnya. "Menaikkan harga BBM merupakan opsi terakhir," dia menambahkan.
Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menegaskan APBN 2008 tetap aman kendati harga minyak dunia terus melonjak mendekati US$ 120. "Lagi pula kami sudah menyiapkan pengamanan agar APBN tetap aman," ujarnya di Jakarta kemarin. Agus Surpiyanto | Ezther Lastania


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Kevin Sites

Get coverage of

world crises.

Yahoo! Groups

Special K Challenge

Join others who

are losing pounds.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

.

__,_._,___

No comments: