26 December 2007

Selamatkan hutan Mrawan, Banyuwangi!

Saya Lebaran lalu naik bis melewati hutan Mrawan, Banyuwangi, Jawa Timur. Mata saya tidak henti melihat
hutan di kiri kanan jalan dengan hati yang miris
sekali.

Betapa tidak, tanah dengan kemiringan 45 derajat
sekarang sudah tidak berhutan! Sebagai gantinya adalah
rumah penduduk dengan tanaman pisang dan kebun biasa
yang tidak akan bisa menahan longsor yang
sewaktu-waktu bisa terjadi. Apakah pemerintah setempat
tidak ambil pusing? Kayaknya begitu, biasanya memang
menunggu musibah terjadi dulu baru bertindak!

Hutan Mrawan terletak di perbatasan antara Kabupaten
Banyuwangi dengan Kabupaten Jember. Di dalamnya
terdapat jalur jalan negara yang vital menghubungkan
dua kabupaten itu. Kegiatan ekonomi daerahpun
tergantung pada jalan tersebut. Ini terbukti malam
hari menjadi lintasan truk-truk tronton yang sarat
dengan muatan barang.

Dulu hutan Mrawan terkenal angker. Banyak dihuni
binatang buas dan kelebatan pohon menyelimuti seluruh
wilayah itu. Jalan negara yang vital itu meliuk-liuk
mengikuti lereng jurang yang rata-rata cukup dalam.
Waktu itu kita tidak akan bisa melihat bukit-bukit
yang berada diseberang jurang saking lebatnya
pepohonan.

Sekarang lalu lintas sepanjang jalur Mrawan itu cukup
ramai sepanjang hari. Sayang keselamatan hutan tidak
terjaga. Semakin hari pepohonan semakin menipis.
Disana sini nampak orang mulai membuat gubug yang
lama-lama menjadi rumah. Bukit dikejauhan nampak sudah
banyak yang gundul.

Yang kita khawatirkan adalah terjadinya tanah longsor
besar seperti yang terjadi dikebanyakan daerah saat
ini. Kalau itu terjadi maka jalanan yang penting itu
tidak bisa digunakan lagi. Memperbaikinya akan memakan
anggaran yang tidak sedikit. Pengaruhnya pada ekonomi
di Banyuwangi dan Jember juga akan sangat merugikan.

Untuk itu saya mengetuk perhatian Pemerintah Daerah
setempat baik Banyuwangi maupun Jember untuk segera
bertindak. Usir rumah-rumah liar disitu, dan lakukan
reboisasi yang benar-benar reboisasi (maaf, biasanya
dana reboisasi dikorupsi kan?).

Salam,

Dananjaya

No comments: