27 December 2007

Saatnya Seriusi Kejahatan Lingkungan


Saatnya Seriusi Kejahatan Lingkungan
Thursday, 27 December 2007
Kasus pembalakan liar harus disamakan perlakuannya dengan penanganan kasus korupsi. Sudah saatnya dibentuk badan atau lembaga ad hoc yang khusus menangani kasus illegal logging, seperti halnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangani kasus-kasus korupsi.

Bencana terjadi lagi. Bahkan bulan ini diprediksi akan menjadi bulan yang tidak ramah bagi kehidupan kita.
Hujan deras hanya beberapa jam saja yang mengguyur sebagian besar wilayah Jatim telah mendatangkan bencana dimana-mana. Wilayah Madiun, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi, Malang, Jember, hingga Madura, semua terjamah bencana banjir dan longsor.
Bahkan di Karanganyar, Jawa Tengah, puluhan jiwa menjadi korban longsor. Demikian pula di luar Jawa. Di Padang, Sumatera Barat, juga Jambi, ribuan rumah terendam air bah, dan puluhan ribu orang harus mengungsi.

Musibah ini seolah sudah menjadi bencana rutin bagi kita. Dari tahun ke tahun selalu terulang, di hampir seluruh wilayah. Boleh dikata, setiap bulan Desember dan bulan-bulan berikutnya kita diharuskan ekstra waspada akan datangnya musibah, yang sebenarnya kita sendiri ikut berperan dalam terjadinya musibah itu.
Karenanya diperlukan komitmen bersama, bahwa yang diperlukan tidak hanya menolong korban pascabencana dan merehabilitasi kawasan bencana. Tetapi bagaimana komitmen kita untuk mengantisipasi agar bencana tersebut tidak terulang, atau setidaknya meminimalisir korban dan area bencana.

Di Jombang dua hari lalu, Menteri Kehutanan (Menhut) MS Ka'ban menyatakan, tingkat kerusakan hutan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir telah menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tetapi tetap saja bahwa potensi terjadinya bencana alam berupa banjir dan longsor masih cukup besar.

Menhut menambahkan, di tahun 2007 ini hampir 90 persen lahan Perum Perhutani seluas 210.000 hektare sudah ditanami pohon. Diperkirakan, tahun 2015 mendatang, hasil penanaman hutan tersebut bisa dinikmati masyarakat.

__._,_.___

No comments: