04 December 2007

[sobat-hutan] Program Penanaman 79 Juta Pohon, Seremoni Belaka

Refleksi: Seremoni ini tentunya perlu (a) sebagai usaha mengelabui pendapat umum bahwa penguasa Indonesia sangat prihatin terhadap pemeliharaan alam sekeliling, (b) memperindah profile penguasa pada konferensi tentang iklim di Bali, (c) untuk menunjukkan bahwa pencuruan hutan dilawan dengan reboasasi mendadak, (d) kampanye pemilihan umum jangka panjang. Begitulah kurang latar belakang akal pelanduk seremoni yang dibutuhkan.
 
 

Program Penanaman 79 Juta Pohon, Seremoni Belaka



Jakarta-Program penanaman 79 juta pohon dan kegiatan serupa lainnya dinilai sebagai seremoni belaka dan tidak konkret. Penanaman pohon harus diwujudkan ke dalam kebijakan kehutanan yang lebih luas atau komprehensif. "Jangan kita tanam di kota, di hutan di tebang. Kegiatan itu hanya merupakan tindakan yang bersifat politis saja," kata Ketua Greenomics Elfian Avandi ketika dihubungi SH, Senin (3/12).

Ia mengingatkan kembali lemahnya penegakan hukum dari pemerintah terhadap pembalakan liar di kawasan konservasi dan hutan lindung yang menyebabkan lebih dari 10 juta hektare dari hampir 40 juta hektare kawasan tidak berhutan lagi alias gundul. Pembalakan liar masih terus berlangsung hingga kini.
"Hutan seluas 10 juta hektare jelas-jelas merupakan penyerap karbon yang sangat besar dibanding penanaman 79 juta pohon yang belum jelas juntrungannya. Maka jauh lebih dahsyat menjaga kawasan konservasi dan hutan lindung," katanya.

Selama ini, kata Elfian, pe-negakan hukum di kawasan hutan produksi yang diperuntukkan untuk kegiatan konversi hutan guna meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat sekitar hutan lebih kuat dibanding di kawasan konservasi dan hutan lindung, bahkan lemah.

Menurut hemat Elfian, kegiatan penanaman yang dilakukan menjelang konferensi PBB mengenai perubahan iklim di Bali untuk mendongkrak citra Indonesia di mata negara-negara maju merupakan suatu kesalahan besar. Beberapa hari terakhir hampir semua pejabat, istri pejabat, dan pengusaha melakukan penanaman pohon. Anehnya, mereka menanam pohon tidak tanggung-tanggung, yakni jutaan pohon. "Kita tidak tahu dari mana mendapatkan bibit puluhan juta dalam waktu singkat," katanya.
Elfian juga menyoroti pentingnya Indonesia melakukan rehabilitasi kawasan hutan konservasi dan hutan lindung. "Indonesia harus percaya diri karena sebenarnya saat ini hutan-hutan kita justru sedang menyerap karbon dari negara-negara maju.


Di bagian lain, Kepala Bidang Analisis dan Penyajian Informasi Dephut Ir Masy-hud MM, mengatakan program penanaman 79 juta po-hon itu riil atau nyata. Jumlah 79 juta bibit berasal dari sekitar 78.000 institusi dari pemerintah pusat sampai provinsi, kabupaten, desa, serta institusi Polri, TNI, dan lainnya. "Setiap insitusi tersebut diminta untuk menanam 1.000 pohon. "Namun pada kenyataannya di lapangan lebih dari itu," tuturnya.
(effatha tamburian)

__._,_.___
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Green Y! Groups

Environment Groups

Find them here

connect with others.

.

__,_._,___

No comments: