02 December 2007

Dalam 20 tahun permukaan danau Toba turun 3 meter



Gatra.com
Medan, 30 November 2007 14:32


Dalam kurun waktu 20 tahun, permukaan air Danau Toba mengalami penurunan 2-3 meter, akibat makin gundulnya hutan di Daerah Tangkapan Air (DTA) danau yang memiliki luas 1.130 kilometer persegi tersebut.

Hal itu diketahui berdasarkan penelitian yang dilakukan kelompok Generasi Muda Pecinta Alam (Gemapala) Universitas Sumatera Utara.

Ketua Gemapala, Murtopo MT, mengatakan, sebab lain yang mengakibatkan terjadinya penurunan permukaan air Danau Toba itu karena sejumlah pembangkit listrik menggunakan aliran Sungai Asahan yang merupakan hulu danau itu.

Ia mengatakan akibat pembangunan PLTA Asahan II dibangun terjadi penurunan air Danau Toba akibat pengerukan dasar hulu Sungai Asahan. Selain itu perambahan hutan disekitar danau itu juga semakin meresahkan.

Akibat penurunan permukaan Danau Toba berpengaruh besar pada sarana transformasi menuju Pulau Samosir yang berada ditengah-tengah Danau tersebut.

"Kapal-kapal yang cukup besar tidak bisa lagi bersandar di dermaga, hingga harus menggunakan kapal lebih kecil untuk mengantarkan penumpang ke dermaga," katanya.

Jika hal ini tidak secepatnya diantisipasi dkhwatirkan dalam beberapa tahun kedepan permukaan air Danau Toba akan semakin jauh menurun yang berakibat semakin sulitnya tranportasi menuju ke Pulau Samosir.

"Akibat lain tentunya akan berpengaruh juga pada wisatawan lokal maupun mancanegara yang enggan berkunjung ke Pulau Samosir karena sulitnya sarana trasformasi," katanya.


Yang lebih parahnya, kata dia, akibat penurunan permukaan air Danau Toba tersebut, terusan (Tano Ponggol) di Pangururan Samosir tidak lagi dapat dilalui kapal bermotor.

"Keadaan ini sungguh memprihatinkan,mengingat Danau Toba merupakan salah satu tujuan wisatawan asal mancanegara," katanya. [TMA, Ant]

No comments: