14 December 2007

[sobat-hutan] Ada Apa dengan Cuaca (Iklim)?

 
Selasa, 11 Desember 2007
 
 

Ada Apa dengan Cuaca (Iklim)?
Oleh : Rario, M.S. *)
 
Pola cuaca yang aneh telah memporak-porandakan tempat-tempat di seluruh dunia. Apakah ini berarti bahwa ada yang salah dengan cuaca? Dalam beberapa tahun belakangan ini, cuaca telah menjadi masalah yang sangat memprihatinkan bagi orang-orang di seluruh dunia? Mengapa? Karena cuaca – yang selama ini memang tidak terprediksi – tampaknya semakin tidak menentu.

Misalnya, selama musim panas 2006, Eropa dihantam hujan badai yang luar biasa hebat. Malah, badai itu mengakibatkan apa yang digambarkan sebagai "banjir terparah di Eropa Tengah dalam kurun waktu lebih dari seabad"

TIDAK TERBATAS DI EROPA

Pada bulan Agustus 2006, berdasarkan laporan media yang dikumpulkan terdapat laporan sebagai berikut : "Musim baru berupa hujan dan badai hebat di Asia, Eropa dan Amerika Selatan telah menimbulkan kerusakan yang luas. 50 orang tewas dalam tanah longsor di Nepal. Sebuah taifun menewaskan delapan orang di Cina bagian selatan dan menimbulkan badai hujan yang hebat di Cina bagian tengah. Banjir-banjir di Cina mengakibatkan sungai Mekong mencapai permukaan air tertinggi dalam 30 tahun, menenggelamkan lebih dari 100 rumah di Thailand bagian timur laut…Di Argentina, setidaknya lima orang tenggelam setelah hujan lebat…Lebih dari seribu orang telah tewas karena badai musim panas di Cina.

Sebagian Afrika sebelah Utara telah mengalami kekeringan yang menghancurkan sejak tahun 1960-an. Curah hujan dua puluh hingga empat puluh sembilan persen lebih rendah ketimbang pada paruh pertama abad ke 20, mengakibatkan kelaparan dan kematian dimana-mana.

Pola cuaca El Nino – dipicu oleh menghangatnya perairan di Pasifik bagian Timur – secara berkala menyebabkan banjir dan gangguan cuaca lainnya di Amerika Utara dan Selatan. Organisasi berita CNN melaporkan bahwa El Nino tahun 1983/84 "bertanggung jawab atas lebih 1.000 kematian, menyebabkan bencana yang berkaitan dengan cuaca di hampir setiap benua dan mengakibatkan kerugian harta benda dan ternak senilai total 10 miliar dolar AS". Fenomena ini telah terjadi secara teratur (kira-kira setiap empat tahun) semenjak hal itu pertama kali diidentifikasi pada abad ke -19. Tetapi, beberapa pakar yakin bahwa "El Nino telah meningkatkan jadwalnya dan ia akan lebih sering muncul di masa depan.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Badan Antariksa AS memberikan jaminan ini, "Kebanyakan cuaca aneh yang telah kita rasakan – misalnya, musim gugur yang lebih hangat daripada biasanya atau musim dingin yang sangat basah – disebabkan oleh perubahan cuaca regional yang normal". Meskipun demikian, terdapat tanda-tanda bahwa suatu problem serius mungkin ada. Organisasi aktivis lingkungan Greenpeace memprediksikan, "Pola cuaca yang berbahaya yang mencakup hurikan (angin pusar dengan kecepatan luar biasa di daerah tropis) dan hujan lebat yang lebih dahsyat akan terus menimbulkan kerusakan hebat di seantero planet. Lebih banyak kekeringan dan banjir yang hebat akan secara harfiah mengubah wajah Bumi, menyebabkan hilangnya daerah pantai dan rusaknya hutan." Apakah pendapat semacam itu beralasan? Jika demikian apa penyebab "pola cuaca yang berbahaya ini"?

Apa ada yang benar-benar salah dengan cuaca? Banyak orang khawatir bahwa memang ada yang salah. Apabila kita mengamati cuaca global – curah hujan, banjir, kemarau, badai yang ekstrem – dan memperhatikan perkembangannya, kita dapat dengan tepat mengatakan bahwa ekstrem ini telah meningkat empat kali lipat selama 50 tahun terakhir.

Banyak orang merasa bahwa pola cuaca yang tidak lazim sekarang ini adalah bukti adanya pemanasan global – yakni efek rumah kaca yang meningkat tanpa terkendali. Efek rumah kaca adalah peningkatan temperatur yang dialami Bumi karena gas-gas tertentu di atmosfer (misalnya: uap air, karbon dioksida, nitrit oksida dan metana) memerangkap energi dari matahari. Tanpa gas-gas ini, panas akan hilang kembali ke angkasa luar dan temperatur rata-rata Bumi menjadi sekitar 330 C lebih dingin.

Akan tetapi, banyak orang berpendapat bahwa manusia tanpa sengaja telah merusak proses alami ini. Selama puluhan tahun, banyak pabrik dan mobil buatan manusia telah memuntahkan miliaran ton gas rumah kaca ke atmosfer. Banyak ilmuwan was-was bahwa peningkatan konsentrasi gas rumah kaca telah menghambat keluarnya radiasi termal tambahan dari bumi. Akibatnya, gas-gas ini memerangkap panas yang berlebihan dalam atmosfer Bumi seperti halnya kaca depan memerangkap energi matahari yang memasuki sebuah mobil.

Pihak yang skeptis menandaskan bahwa hanya persentase kecil emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia. Akan tetapi, Dewan Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPPC), sebuah kelompok penelitian yang disponsori oleh Organisasi Meteorologi Dunia dan Program Lingkungan Hidup PBB, melaporkan, "Ada bukti baru yang lebih kuat bahwa sebagian besar pemanasan yang diamati selama 50 tahun terakhir disebabkan oleh aktivitas manusia". Jika harus menyebutkan angkanya bisa dikatakan bahwa 60 persen adalah kesalahan kita…Sisanya yang 40 persen berasal dari sebab-sebab alami."

KONSEKUENSI PEMANASAN GLOBAL

Kalau begitu, apa akibat mencolok penumpukan gas rumah kaca yang disebabkan manusia? Kebanyakan ilmuwan kini setuju bahwa Bumi memang semakin hangat. Seberapa drastiskah peningkatan temperatur ini. Laporan IPPC 2001 mengatakan "Temperatur permukaan global telah meningkat antara 0,4 dan 0,80 C sejak akhir abad ke-19". Banyak peneliti yakin bahwa peningkatan kecil ini dapat menjelaskan terjadinya perubahan dramatis dalam cuaca kita.

Memang, sistem cuaca bumi luar biasa rumit, dan para ilmuwan tidak dapat menyatakan dengan pasti apa saja – jika ada – dampak pemanasan global. Akan tetapi, banyak orang yang percaya bahwa akibat pemanasan global, telah terjadi peningkatan curah hujan di Belahan Bumi Utara, kemarau di Asia dan Afrika, dan eskalasi peristiwa El Nino di Pasifik.

Pemanasan global akan meningkatkan jumlah kasus dan gangguan medis yang serius. Contohnya di beberapa tempat jumlah kematian yang berkaitan dengan gelombang panas berlipat ganda dibandingkan dengan sebelumnya. Yang lebih tersamar adalah peranan pemanasan global dalam penyakit menular. Penyakit yang ditularkan nyamuk diperkirakan semakin meluas, karena nyamuk lebih cepat berproliferasi dan lebih sering menggigit seraya udara menjadi lebih hangat. Kemudian, seraya seluruh wilayah memanas, nyamuk dapat berkembang ke wilayah yang sebelumnya tidak bisa ia tinggali, membawa penyakit bersamanya.

Jelaslah, ancaman pemanasan global harus ditanggapi dengan serius.

DIBUTUHKAN – SOLUSI GLOBAL

Karena banyak orang memandang problem ini sebagai ulah manusia, tidak bisakah manusia memecahkan problem ini? Sejumlah komunitas bahkan telah memberlakukan hukum untuk membatasi emisi polusi dari mobil dan pabrik. Akan tetapi, upaya semacam itu – walaupun patut dipuji – sedikit atau tidak ada pengaruhnya. Polusi merupakan problem global , maka solusinya pun harus global ! Pada tahun 1992, digelar KTT Bumi di Rio de Janeiro. Sepuluh tahun kemudian (2002), di Johannesburg, Afrika Selatan, KTT Dunia tentang Pembangunan secara Lestari diselenggarakan. Sekitar 40.000 delegasi menghadiri pertemuan pada tahun 2002 ini, termasuk sekitar 100 pemimpin nasional. Dan sekarang yang paling menjadi berita hangat dipenghujung tahun 2007 ini adalah Konvensi PBB tentang perubahan iklim di Bali, Desember 2007 ini.

Konferensi demikian banyak berperan untuk menghasilkan konsensus umum di kalangan ilmuwan. Meskipun kebanyakan ilmuwan pada tahun 1992 meragukan efek rumah kaca, sekarang hal itu hampir tidak dipertanyakan lagi. Namun sampai sekarang solusi nyata atas problem ini masih belum ditemukan. Oleh karena itu KTT yang seperti ini hendaknya bukan hanya KTT kata-kata melainkan juga KTT tindakan.

DAPATKAH KERUSAKAN LINGKUNGAN DIHENTIKAN?

Pemanasan global hanyalah satu dari banyak tantangan lingkungan yang dihadapi umat manusia. Mengambil tindakan yang efektif mungkin lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. "Mengingat sekarang kita akhirnya menghadapi kerusakan mengerikan yang telah kita timbulkan atas lingkungan kita," tulis ekolog Inggris Jane Goodal, "kita sedang mengerahkan semua sumberdaya kita yang tersedia guna menemukan solusi teknologi. Tetapi, ia memperingatkan, "Teknologi saja tidak cukup. Kita harus melibatkan hati kita juga."

Pertimbangkanlah kembali problem pemanasan global. Langkah-langkah antipolusi biayanya tinggi; sering kali, bangsa-bangsa yang miskin benar-benar tidak mampu membiayainya. Oleh karena itu, beberapa pakar khawatir bahwa pembatasan energi akan menyebabkan industri-industri pindah ke negara yang lebih miskin agar pengoperasiannya lebih menguntungkan. Dengan demikian , bahkan para pemimpin yang memiliki niat terbaik mengalami dilema. Jika mereka melindungi keuntungan ekonomi bangsa mereka, lingkungan mengalami kerusakan. Jika mereka memprioritaskan perlindungan lingkungan, perekonomian mereka berada dalam bahaya.

Oleh karena itu, perubahan harus datang melalui tindakan individual. Perubahan lingkungan yang nyata bergantung pada kita. Kita tidak dapat bergantung pada para pemimpin kita. Kita harus berfokus pada apa tanggung jawab kita sendiri dan bagaimana kita mewujudkan perubahan ini.

Sangatlah masuk akal untuk mengharapkan orang-orang bertindak dengan merespek lingkungan. Tetapi, menggerakkan orang untuk mengadakan perubahan yang dibutuhkan dalam gaya hidup mereka tidaklah semudah itu. Sebagai gambaran: kebanyakan orang setuju bahwa mobil turut menyebabkan pemanasan global. Oleh karena itu, seseorang mungkin ingin mengurangi frekuensi mengemudi atau sama sekali tidak menggunakan mobil. Tetapi, hal itu mungkin sangat tidak begitu mudah untuk dilakukan. Semua tempat yang berperan dalam kehidupan sehari-hari (tempat kerja, taman kanak-kanak, sekolah atau pusat perbelanjaan) letaknya begitu berjauhan sehingga kita tidak dapat berpergian tanpa mobil…Persoalannya bukan apakah kita secara pribadi menginginkan sebuah mobil atau tidak. Sebagian besar orang sama sekali tidak punya pilihan.

Beberapa ilmuwan bahkan was-was bahwa mungkin sudah sangat terlambat untuk menyelamatkan bumi dari konsekuensi pemanasan global. Mereka yakin bahwa bahkan sekalipun polusi tidak ada lagi hari ini juga, dampak penyalahgunaan atmosfer di masa lalu akan terus ada setidaknya selama 100 tahun lagi!

Manusia modern telah kehilangan respek atas bumi karena ketamakannya akan kenyamanan, kecepatan dan keuntungan komersial. Demikianlah bunyi sampul luar buku 5000 Days to Save the Planet. Kehidupan kita sekarang dipengaruhi oleh akibat-akibat ketamakan manusia. Dan, tidak soal teori-teori mengenai pemanasan global terbukri benar atau tidak, ada satu hal yang pasti – manusia sedang merusak planet kita yang indah ini.

*) Dosen Faperta Unpar-Jurusan Perikanan

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Kevin Sites

Get coverage of

world crises.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Wellness Spot

A resource for living

the Curves lifestyle.

.

__,_._,___

No comments: