17 December 2007

Re: [sobat-hutan] Kelapa Sawit Bukan Jawaban untuk Papua

Hemat saya sekalipun peserta konferensi, telah menandatangani Bali  Road Map, tetapi harus pula diratifikasikan oleh DPR. Selama DPR  belum ratifikasikan  Road Map selama itu bisa dimainkan atau tidak diperhatikan. 
 
 Kadangkala sekalipun sudah diratififasi oleh DPR belum tentu pemerintah Indonesia memenuhi kewajibannya utuk memenuhi syarat-syarat konfensi tsb. sebagai contoh ialah konvensi tentang Hak Azasi Manusia, hingga kini para ex Tapol belum dikembalikan hak-hak mereka sebagaimana mestinya.
 
Tentu adalah suatu langkah bagus bila telah ditandatangani Bali Road Map, yang diperlukan sekarang ialah apakah benar pemerintah NKRI menerapkan persetujuan itu dengan aplikasi nyata. 
 
Wassalam,
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, December 17, 2007 2:03 PM
Subject: Re: [sobat-hutan] Kelapa Sawit Bukan Jawaban untuk Papua

Dari konfrensi UNFCCC
Kebetulan saya ikut sebagai NGO, di
presentasi-presentasi di Side-Event, memang merubah
hutan menjadi kebun kelapa sawit berdampak :
1. Deforestation, tidak diperkenankan bagi Indonesia
yang sudah meratifikasi Bali Road-Map, palagi juga
meratifikasi REDD (Reduction Emission from
Deforestation in Developing Country)
2. Banyak NGO dari negera-negara Selatan yang
memprotes pemerintahnya karena deforestation, lalu
mengganti dengan tanaman monoculture, karena berdampak
:
a. Mengurangi kemampuan menyerap carbon
b. Merusak habitat, sehingga binatang-binatang yang
tadinya nyaman hidup di hutan, lalu punah karena tak
ada makanan yang cocok lagi.
c. Kebun Kelapa Sawit (KKS) menyerap banyak air tanah,
sehingga mengeringkan mata air yang ada di hutan.
d. KKS adalah demi kepentingan pemerintah yang kong
kali kong dengan pengusaha perkebunan besar.
e. Pengalaman di Jambi, Sumatra, dan Kalimantan, KKS
menggusur pribumi dari lingkungannya. Pribumi yang
biasa hidup di hutan bebas, jadi terbelenggu, dan
karena tidak mempunyai SDM memadai lalu tersingkir
dari persaingan lapangan kerja.
-------------------------------------------------------

--- Sunny <ambon@tele2.se> wrote:

>
> Kompas
> Kamis, 06 Desember 2007
>
>
> Kelapa Sawit Bukan Jawaban untuk Papua
>
>
>
> Nusa Dua, Kompas - Laju deforestasi di Pulau Papua
> diperkirakan akan semakin tidak terkendali apabila
> rencana pembukaan hutan alam untuk perkebunan kelapa
> sawit benar-benar terealisasi. Tingkat alienasi
> masyarakat setempat di wilayahnya sendiri juga
> dikhawatirkan akan semakin parah. Pemerintah
> Provinsi Papua dan Papua Barat harus mengkaji
> rencana itu dari sudut pandang masyarakat setempat.
>
> "Kerusakan hutan dan hilangnya keanekaan hayati di
> Papua akan tetap berlangsung bila kebijakan
> pemerintah tetap berorientasi pada pembukaan hutan
> untuk perkebunan sawit demi memenuhi permintaan
> pasar global. Eksploitasi hutan selama ini terbukti
> tidak bermanfaat bagi masyarakat adat pemilik hak
> ulayat," kata Septer Manufandu, Sekretaris Eksekutif
> Forum Kerja Sama (Foker) LSM Papua di sela-sela
> Konferensi Perubahan Iklim, Rabu (5/12).
>
> Septer menyatakan, eksploitasi hutan di Papua
> terjadi beriringan dengan penghancuran sistem
> kearifan lokal. Hal itu dilakukan secara sistematis
> dan terstruktur. Negara justru gagal melayani dan
> meningkatkan taraf hidup masyarakat.
>
> "Sawit boleh ditanam di lahan-lahan kritis di Papua
> dan bukan di hutan alam. Ada tiga juta hektar lahan
> kritis yang bisa digunakan," kata Septer.
>
> Luas hutan di Papua 42,2 juta hektar atau 95 persen
> dari total daratannya. Dari jumlah itu, 48 persen
> adalah hutan lindung dan konservasi, 30 persen hutan
> produksi, dan 22 persen hutan konversi. Hutan di
> Papua terkenal sangat kaya keragaman hayatinya,
> bahkan diperkirakan terlengkap di kawasan Asia
> Pasifik. Taman Nasional Lorentz, misalnya, adalah
> tempat hidup flora dan fauna endemis.
>
> Data LSM lingkungan Greenpeace menunjukkan, hutan
> Papua berperan besar sebagai paru-paru Bumi, yakni
> dua persen dari total 10 persen hutan yang masih
> murni di dunia. Namun, saat ini sembilan juta hektar
> hutan di Provinsi Papua dan Papua Barat telah
> diidentifikasi oleh Departemen Kehutanan untuk
> dikonversi. Menurut Septer, ada dua perusahaan yang
> siap mengonversinya menjadi perkebunan sawit.
>
> Pengelolaan mandiri
>
> Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat bertekad
> mengelola hutan di Tanah Papua secara mandiri dan
> berkelanjutan. Kini tengah dicari formula untuk
> mencegah laju deforestasi yang sekaligus
> memberdayakan masyarakat.
>
> Gubernur Papua Barnabas Suebu menyatakan, saat ini
> pihaknya bekerja sama dengan Papua Barat untuk
> menyiapkan perangkat pengelolaan hutan. Kebijakan
> baru itu, antara lain, mencakup pengembalian hak
> atas hutan kepada penduduk asli, melarang penjualan
> kayu gelondongan keluar Papua, dan percepatan
> pengembangan industri kayu rumahan.
>
> Dia juga melihat kemungkinan mekanisme perdagangan
> karbon dari hutan di Papua sebagai alternatif
> penghentian deforestasi sekaligus sarana peningkatan
> taraf hidup masyarakat. "Kami akan berdagang karbon.
> Ketika dana turun, semua akan dikelola secara benar
> untuk menurunkan kemiskinan masyarakat," ujar Suebu.
> (B
>

__________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.4/1187 - Release Date: 12/16/2007 11:36 AM

__._,_.___
Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

HDTV Support

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

Yahoo! Groups

Endurance Zone

b/c every athlete

needs an edge.

.

__,_._,___

No comments: