13 November 2007

[sobat-hutan] Pohon di Tangan Kiriku, Buku di Tangan Kananku

 


Kearifan lokal yang dianggap primitif ternyata adalah kesadaran manusia mengatur hubungan dengan alam. Pohon merupakan keperkasaan yang menjaga manusia dari ancaman longsor serta bencana lainnya. Lantas, dalam perayaan pohon, pohon diberi busana seperti manusia. Diajak berkomunikasi  yang mengandung afirmatif hubungan yang membangun kesejahteraan. Sebuah cara sederhana dalam tradisi beragama di Bali yang sudah berlangsung sekian waktu.

----------------------------------

Pohon di Tangan Kiriku, Buku di Tangan Kananku
Oleh I Nyoman Wirata
 

 

AKHIR tahun 2007 ini Bali menjadi pusat perhatian dunia dengan berlangsungnya pertemuan internasional tentang pemanasan global/perubahan iklim. Di luar kegiatan tersebut sejumlah organisasi sosial melakukan kegiatan khusus berkaitan dengan isu pemanasan global yang diterjemahkan melalui tindakan nyata. Misalnya menanam 10 ribu pohon, menggalang anak-anak sekolah menamam pohon.

---------------------------

Semua kegiatan nyata tadi seperti mengajak kita kembali merenungkan keberadaan sebatang pohon. Menanam sebatang pohon guna melindungi kehidupan manusia ternyata menjadi persoalan besar. Diperlukan gerakan, dana serta energi yang besar untuk menjelaskan sebatang pohon. Sementara di lain pihak, pada lingkungan yang hijau di mana pohon hidup dalam habitatnya yang terjaga oleh kearifan lokal, pohon menjadi satu nafas dengan kehidupan. Tidak ada yang luar biasa dari tindakan mereka yang merayakan pohon dalam putaran 6 bulan sekali yang disebut perayaan tumpek pengatag.

Apakah artinya ini bagi realitas sosial sekarang? Sementara di sisi lain masih ada anggapan bahwa pengkeramatan terhadap pohon-pohon melalui perayaan tradisi beragama dianggap kurang rasional, berbau klenik dan juga primitif. Nyatanya, apa pun adanya, pohon dapat hidup serta kehidupan antara alam dan manusia saling menjaga. Bentuk kebijaksanaan yang terdapat dalam hubungan itulah yang seharusnya diterima.

Kearifan lokal yang dianggap primitif ternyata adalah kesadaran manusia mengatur hubungan dengan alam. Pohon merupakan keperkasaan yang menjaga manusia dari ancaman longsor serta bencana lainnya. Lantas, dalam perayaan pohon, pohon diberi busana seperti manusia. Diajak berkomunikasi  yang mengandung afirmatif hubungan yang membangun kesejahteraan. Sebuah cara sederhana dalam tradisi beragama di Bali yang sudah berlangsung sekian waktu.

Van Peursen mengatakan bahwa istilah primitif itu tidaklah tepat. Mitos juga sebagai bagian dari tahapan mistis, menurutnya juga memberikan arah, pedoman untuk kebijaksanaan manusia. Itulah cara manusia melakukan hubungan dengan makhluk bernama pohon.

 

Pendidikan Lingkungan

Pernyataan Peursen menjelaskan bahwa budaya perayaan pohon dengan memberikan busana pada tubuh pohon, diperhatikan keberadaannya dan ''diorangkan'', dapat diterima dengan tanpa menyebutnya sebagai tindakan primitif. Namun kerap kali hal ini gagal diterjemahkan ketika transformasi nilai mengalami kebuntuan kreatif. Etos hidup tadi bahkan mudah terjerumus ke dalam dongeng dan keraguan penerimaan. Peran guru menjadi penting di sini.

Keadaan yang sering terjadi, pengembangan kesadaran tentang lingkungan hidup seringkali berhenti pada ranah kognitif. Pembelajaran muatan lokal bahkan tipis batas-batasnya dengan pembelajaran upacara (agama). Dengan demikian nilai tradisi yang indah tentang tumpek pengatag gagal dipahami oleh kalangan siswa yang berbeda budaya. Kegagalan inilah salah satu penyebab, mengapa orang-orang memerlukan bentuk pernyataan baru dengan biaya tinggi, sebuah organisasi yang besar untuk merayakan keberadaan sebatang pohon. Jika seseorang tidak terserap dalam organisasi itu, berarti dia gagal mengekspresikan perayaan terhadap pohon. Dengan demikian, persoalannya bagaimana menjadikan pertemuan tingkat dunia dalam membicarakan lingkungan hidup ini, sebagai momentum kembali melihat kekayaan tradisi dalam menjaga lingkungan.

Keindahan tradisi dalam perayaan pohon adalah keindahan beragama yang mengikat hubungan manusia dengan alam dan membangun kesadaran tentang Tuhan. Setiap hari kegiatan tradisi beragama menggunakan bunga, daun dan air. Ini merupakan ungkapan jelas hubungan dengan lingkungan. Ketersediaan nilai-nilai itu pada lingkungan domestik dapat  menggugah kesadaran dan aktivitas penyediaan. Ini berarti pohon-pohon aman tumbuhnya di lingkungan komunitas terkecil bernama keluarga. Secara teoretis jika itu terwujud, menanam pohon tidak lagi memerlukan slogan, gerakan sosial dan dana besar.

Buku dan Pohon

Beberapa tahun lalu sebelum krisis ekonomi melanda negeri ini, kerap kali para guru diikutkan dalam kegiatan penulisan. Seperti dalam bentuk penulisan naskah buku berkaitan dengan lingkungan. Sebuah peluang yang dapat dijadikan wilayah ekspresi sosialisasi nilai budaya berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan. Selain itu, Daud Yusuf, Mendikbud di zaman Orba, memiliki kesadaran tentang perlunya kehadiran sebuah teks dalam proses pemahaman nilai di sekolah. Pernyataan sloganisnya menggambarkan seorang siswa yang satu tangannya memegang buku dan satu tangan lainnya memegang pohon. Ini dapat diresepsi sebagai sebuah pernyataan bahwa teks kebudayaan belum sepenuhnya dibaca, dipelajari, dikaitkan dengan lingkungan sehingga kerap terjadi salah tafsir. Teks seharusnya dipahami untuk memahami aktivitas budaya dalam menjaga lingkungan. Kelemahan kita, miskinnya sumber berupa teks dalam dunia pendidikan sehingga menimbulkan pemiskinan pemahaman terhadap nilai budaya. Sloganis Daud Yusuf ini dapat menjadi sebuah istilah lain mirip lirik lagu pop menjadi, ''Buku di tangan kananku pohon di tangan kiriku''.

Entah yang mana lebih dulu harus dilakukan, apabila dikaitkan dengan kesadaran lingkungan. Apakah dimulai dari teks atau menanam pohon dalam situasi alam yang tengah menjerit menimbulkan rasa gelisah serta ancaman pada setiap musim hujan ataupun kemarau.

Konsumerisme

Masih banyak yang dapat dilakukan dalam pengembangan konsep lingkungan di sekolah. Namun tetap saja tidak bisa dibiarkan sedemikian rupa, jika kita ingin agar efektif arahnya. Misalnya bagaimana agar pemahaman terhadap istilah taman sebagai bentuk penataan lingkungan sekolah tidak tergiring ke arah pemahaman yang konsumtif. Sebab, budaya konsumerisme telah menjadi bagian dari keberadaan taman, tatkala definisi tentang taman dicari melalui majalah hiburan. Taman menjadi sebentuk barang/wilayah mewah, eksklusif bahkan terasa asing. Dengan demikian ini berarti konsumerisme bukan hanya berkaitan dengan benda melainkan juga ideologi.

Tradisi lokal (Bali) perlu diketengahkan sebagai bagian bagaimana manusia memaknai lingkungan. Berbagai jenis atraksi budaya dan beragam ritual adalah pesona kehidupan. Suatu kegiatan adat jadi memiliki hubungan dengan isu global. Dengan demikian nilai budaya masyarakat dapat dipercaya mengandung pemecahan masalah sosial.

Bukankah tradisi beragama juga dimulai dari haturan, sebuah upacara keseharian yang sederhana juga berbahan bunga dan daun? Dari bukti ini saja, menjaga lingkungan merupakan kebutuhan dasar penyatuan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Menanam pohon berarti juga bagaimana mananamkan kesadaran dalam diri sehingga tindakan keseharian kita menjadi searah dengan sikap mencintai lingkungan. Ini ternyata sangat penting.

Penulis, guru di Denpasar

--------------------------------

* Keindahan tradisi dalam perayaan pohon adalah keindahan beragama yang mengikat hubungan manusia dengan alam dan membangun kesadaran tentang Tuhan.

* Tradisi lokal (Bali) perlu diketengahkan sebagai bagian bagaimana manusia memaknai lingkungan. Suatu kegiatan adat jadi memiliki hubungan dengan isu global.

* Kelemahan kita, miskinnya sumber berupa teks dalam dunia pendidikan sehingga menimbulkan pemiskinan pemahaman terhadap nilai budaya



I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 46 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try SPAMfighter for free now!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Cat Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about cats.

Yahoo! Groups HD

The official Samsung

Y! Group for HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

No comments: