14 November 2007

[sobat-hutan] Perambahan Hutan Masih Terjadi

 
 
Perambahan Hutan Masih Terjadi
Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Mengalami Degradasi
 

SUKABUMI, (PR).-
Aksi perambahan hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), masih terus berlangsung. Berdasarkan catatan di TNGHS, dari 113.000 hektare luas kawasan tersebut, 6.113 hektare di antaranya mengalami degradasi.

BARANG bukti tumpukan kayu balok rasamala hasil curian diamankan di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Halimun Seksi Konservasi Wil. III Sukabumi, beberapa waktu lalu. Kemiskinan masyarakat mendorong aksi perambahan hutan di Gunung Halimun.* ADANG JUKARDI/"PR"

Menurut Kepala Balai TNGHS, Dr. Bambang Supriyanto, Selasa (13/11), lahan yang rusak akibat perambahan hutan tersebut, sebagian besar berasal dari lahan perluasan Perum Perhutani yang digabungkan dengan kawasan TNGHS sejak tahun 2003.

"Semua ini terjadi akibat kebutuhan warga yang sangat terdesak. Karena tidak ada pekerjaan, masyarakat memanfaatkan kawasan hutan sebagai ladang kehidupan mereka. Situasi dan kondisi seperti ini secara bertahap harus segera dihentikan dengan memberikan alternatif pekerjaan bagi masyarakat yang berada di kawasan hutan," ujar Bambang.

Diakui Bambang, selain masih ada perambahan dalam skala kecil, juga penggalian-penggalian bahan tambang. Ini sangat menyulitkan, terlebih lagi jika sudah dikaitkan dengan kondisi perekonomian masyarakat. Catatan menunjukkan, dari 48 desa yang ada di sekitar kawasan TNGHS, 24 desa di antaranya tercatat sebagai warga miskin dengan jumlah keluarga mencapai 15.699 jiwa.

"Ini tidak boleh dibiarkan dan kami bersama-sama Pemkab Sukabumi sebenarnya sudah menandatangani memorandum of understanding untuk menangani masalah ini melalui program sistem dukungan pemberdayaan masyarakat hulu," kata Bambang.

Program tersebut digulirkan sebagai langkah awal dalam mengalihkan pekerjaan masyarakat dipadukan dengan program pelestarian alam dan konservasi. Prinsip pembangunan berkelanjutan sangat penting diterapkan, mengingat peran daerah hulu untuk daerah hilir sebagai pengendali banjir dan penyedia carbon.

"Jadi, dengan insentif yang diberikan oleh pemda dipadukan dengan program konservasi dan pelestarian hutan, masyarakat akan memperoleh alternatif pekerjaan yang diciptakan sendiri, sekaligus dapat mengamankan kawasan," kata Bambang.

Ke depan diharapkan kerusakan hutan melalui perambahan kawasan untuk kepentingan hidup masyarakat akan semakin kecil. Sebab kalau tidak diantisipasi melalui program seperti ini, kawasan TNGHS sebagai penyangga banjir dan penyedia carbon akan semakin rusak. Korbannya adalah masyarakat di bagian hilir.

TNGHS merupakan 117 hulu sungai yang mengalir ke DKI Jakarta (Cisadane), Banten (Ciujung, Cidurian, Cimadur, Cibareno), serta Kab. Sukabumi, Jawa Barat melalui Sungai Cimandiri. (



I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 83 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try SPAMfighter for free now!

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

HDTV Support

on Yahoo! Groups

Help with Samsung

HDTVs and devices

Best of Y! Groups

Check it out

and nominate your

group to be featured.

.

__,_._,___

No comments: