23 October 2007

[sobat-hutan] Press release - Greenpeace mengkonfrontasi Deforestasi di Kebun Kelapa Sawit

 
----- Original Message -----
Sent: Monday, October 22, 2007 11:12 AM
Subject: [mediacare] Press release - Greenpeace mengkonfrontasi Deforestasi di Kebun Kelapa Sawit


Greenpeace mengkonfrontasi Deforestasi di Kebun Kelapa Sawit

Riau, 22 Oktober 2007 - Greenpeace hari ini membentang spanduk
berukuran 10x12 meter yang bertuliskan "Save our forest, save our
climate" (Selamatkan hutan, selamatkan iklim) di sisa hutan dekat
perkebunan kelapa sawit di Indragiri Hulu, Riau, untuk menunjukkan
pengrusakan yang terus terjadi di hutan gambut Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Indonesia Anton Apriyantono melakukan
kampanye "Promosi Minyak Kelapa Sawit Lestari" di Inggris dan beberapa
negara Eropa lainnya. Disebutkan, Anton memproklamasikan bahwa
pelestarian lingkungan menjadi pusat dari produksi minyak kelapa sawit
di Indonesia di masa mendatang dan perusahaan yang kedapatan merusak
hutan lindung akan diproses secara hukum. Namun pada kenyataannya,
perusakan terhadap hutan-hutan gambut Sumatera tetap berlanjut.
Aktivitas pembentangan spanduk ini menjadi bagian dari kegiatan "Kamp
Pembela Hutan" (Forest Defenders Camp/FDC) yang berlokasi tepat di
perbatasan perkebunan kelapa sawit (1). Saat ini, kegiatan lain juga
sedang berlangsung di kamp, seperti pelatihan pemadam kebakaran
bersama dengan masyarakat di Desa Kuala Cenaku dan Kuala Mulia.
Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat setempat dalam
menghadapi kebakaran di hutan dan lahan gambut. FDC sendiri menjadi
bagian dari usaha internasional yang dilakukan Greenpeace untuk
melindungi sisa hutan di dunia dan perubahan iklim global yang menjadi
bahasan negosiasi Kyoto Protokol dalam konperensi UNFCCC di Bali,
bulan Desember mendatang.
"Perubahan dari hutan ke perkebunan tidak hanya merusak hutan yang
berharga, namun juga menjadikan Indonesia sebagai penyumbang gas rumah
kaca secara ketiga terbesar di dunia. Salah satu penyebabnya adalah
kerusakan di hutan lahan gambut Kalimantan dan Sumatera, terutama
untuk produksi kelapa sawit," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia
Tenggara Hapsoro.
Lahan gambut tropis, terbentuk dari ribuan tahun di bawah hutan-hutan
rawa gambut. Seiring hilangnya hutan rawa maka terbentuklah tumpukan
gambut, dan menambah kekayaan karbon dari generasi ke generasi bagi
pepohonan. Indonesia mempunyai 22,5 juta hektar lahan gambut atau
sekitar 12 persen dari daratannya dan 83 persen dari lahan gambut di
Asia Tenggara. Diperkirakan lahan gambut di Asia Tenggara menyimpan 42
miliar ton karbon.
Susanto Kurniawan, Koordinator Jikalahari menyatakan, "Kelapa Sawit
yang diproduksi belakangan sangat tidak lestari, karena telah merusak
sisa hutan di Riau dan bagian lain di Sumatera, dan juga telah merusak
habitat dari sejumlah spesies yang dilindungi. Masyarakat setempat
juga telah diusir dari lahan mereka dan sejumlah besar gas telah
terlepas."
Hapsoro menambahkan, "Kerusakan hutan menjadi agenda utama pemerintah
Indonesia. Mereka sadar, sorotan Internasional akan mengarah ke
Indonesia karena akan menjadi tuan rumah suatu pertemuan besar di
dunia yang membahas perubahan iklim dunia. Namun, jika ingin dianggap
serius dalam pembahasan internasional tentang perubahan iklim,
Indonesia harus banyak melakukan tindakan dari pada hanya bicara,
harus berbuat banyak untuk melindungi karbon."
"Menjelang pertemuan Protokol Kyoto di Bali bulan Desember mendatang,
Greenpeace ingin agar pemerintah Indonesia bersungguh-sungguh terhadap
moratorium pengalihan hutan lahan gambut dan menjamin tindakan yang
efektif untuk melawan kebakaran hutan," tambah Hapsoro.
Di masa mendatang, pemerintah Indonesia harus bertindak lebih jauh dan
bersungguh-sungguh pula dengan moratorium deforestrasi dan industri
perkayuan, meninjau-ulang peraturan dan perundangan, tata kelola dan
penegakan hukum, serta melaksanakan perencanaan tata guna lahan yang
adil dan bertanggung jawab.

Catatan untuk editor:
(1) Relawan di FDC, berlokasi di desa Kuala Cenaku,Indragiri Hulu,
Riau, juga melakukan pengamatan kebakaran hutan,baik di lapangan
maupun dari udara dengan menerbangkan paramotor serta melakukan survei
kedalaman lahan gambut dan akan meneliti keanekaragaman-hayati di area
ini.

Greenpeace adalah organisasi kampanye independen yang menggunakan
konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap masalah
lingkungan hidup dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan
yang hijau dan damai

Informasi lebih lanjut dan kontak wawancara:
Hapsoro, Forest Campaigner Greenpeace Asia Tenggara (saat ini berada
di FDC) +62 813 784 89 700.
Susanto Kurniawan, Koordinator Jikalahari (Jaringan Kerja Penyelamat
Hutan Riau) +62 812 763 1775.
I. Christianto Nusatya, Media Campaigner Greenpeace Asia Tenggara +62
21 3101873 / +62 812 107 8050.
Untuk foto dan video tentang protes Greenpeace, kontak:
I. Christianto Nusatya, Media Campaigner Greenpeace Asia Tenggara +62
21 3101873 / +62 812 107 8050.


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.15.5/1084 - Release Date: 21/10/2007 15:09

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Going Green

Share your passion

for the planet.

.

__,_._,___

No comments: