30 October 2007

[sobat-hutan] Greenpeace membendung pengrusakan hutan gambut Indonesia

 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, October 30, 2007 4:07 PM
Subject: [mediacare] Release - Greenpeace membendung pengrusakan hutan gambut Indonesia


Greenpeace membendung pengrusakan hutan gambut Indonesia untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca

Kuala Cenaku, Riau/Jakarta, 29 Oktober 2007 - Para relawan Greenpeace
dan masayakat di Kuala Cenaku hari ini menghentikan pengrusakan suatu
kawasan hutan gambut di Riau yang dikuasai oleh perusahaan kelapa
sawit PT Duta Palma. Mereka membangun lima bendungan di kanal-kanal
yang digunakan untuk menyimpan kayu gelondongan dan mengeringkan lahan
gambut yang dijadikan kebun kelapa sawit komersial; yang merupakan
suatu tindakan melanggar hukum tentang perlindungan hutan, serta dapat
melepas gas rumah kaca dalam jumlah besar.

Lebih dari 30 relawan akan bekerja selama seminggu bersama masyarakat
dari desa Kuala Cenaku untuk membangun bendungan itu. Bendungan
tersebut akan mencegah kawasan gambut menjadi kering dan melepas
karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca yang utama, dengan cara
membatasi alirannya (1). Bendungan itu juga akan mencegah perusahaan
kelapa sawit itu untuk membakar lahan gambut secara ilegal sebelum
penanaman bibit, yang akan memperburuk pemanasan global.

"Perusahaan-perusahaan kelapa sawit tersebut telah melanggar hukum dan
terus mengeringkan hutan-hutan gambut yang tersisa dan benar-benar
menambah rumit masalah pemanasan global," kata Hapsoro, Juru Kampanye
Hutan Greenpeace Asia Tenggara. "Greenpeace menyerukan agar pemerintah
Indonesia memberlakukan moratorium atas penghancuran hutan lahan
gambut dan memastikan implementasi efektif dari rencana aksi
penanggulangan kebakaran hutan."

PT Duta Palma dan anak-anak perusahaannya dengan leluasa melanggar
peraturan tentang pengelolaan hutan, termasuk Keppres No 32 tahun 1990
tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, termasuk sebuah Keppres, untuk
perlindungan ekosistem gambut (2), demikian hasil penyelidikan
Greenpeace dari lokasi Kamp Pembela Hutan (Forest Defenders Camp/FDC)
di desa Kuala Cenaku, Indragiri Hulu, Riau, yang berada dekat dengan
lokasi perkebunan kelapa sawit tersebut.

"Ekosistem gambut adalah habitat utama bagi berbagai jenis
keanekaragaman hayati, serta merupakan sumber daya penting bagi
masyarakat setempat di seluruh Indonesia. Pengeringan hutan gambut
melepaskan sejumlah besar CO2 dan pelepasan karbon menjadi lebih cepat
karena dibakarnya gambut," kata Profesor Suwido Limin, ahli gambut
dari Universitas Palangkaraya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Greenpeace mendirikan FDC menjelang diselenggarakannya perundingan
internasional tentang iklim yang akan berlangsung di Bali bulan
Desember mendatang, untuk menunjukkan keterkaitan deforestasi dengan
pemanasan global. Greenpeace mendesak agar penghentian deforestasi
dapat dicantumkan dalam Protokol Kyoto, selain mencakup target-target
pengurangan emisi gas rumah kaca dari penggunaan energi, yang mengikat
secara hukum dan lebih tegas.

Greenpeace percaya bahwa dampak terburuk dari perubahan iklim -seperti
perubahan cuaca yang ekstrim, krisis air dan bertambahnya kelaparan-
yang dapat membahayakan jutaan manusia adalah hal yang masih mungkin
untuk diatasi. Dibutuhkan sebuah revolusi dalam cara kita dalam
memproduksi dan menggunakan energi, serta komitmen yang teguh untuk
menghentikan deforestasi di seluruh dunia. Untuk memastikan hal
tersebut dibutuhkan lebih banyak komitmen dari pemerintah
negara-negara di dunia dalam target penurunan emisi gas rumah kaca
yang lebih besar pada putaran kedua Protokol Kyoto. Hal inilah yang
harus disetujui dalam konferensi perubahan iklim di Bali nanti.

Catatan untuk editor:
(1) Wetlands International memperkirakan bahwa 1.400 juta ton karbon
dioksida dilepaskan tiap tahun karena dibakarnya hutan gambut di Asia
Tenggara selama kurun 1997-2006, ditambah lagi dengan 600 juta ton per
tahun dari emisi akibat rusaknya lahan gambut karena dikeringkan.
(2) Keppres 32/1990 tertanggal 25 Juli 1990 tentang Pengelolaan
Kawasan Lindung menyatakan, "Hutan alam yang terdapat pada tanah
gambut dengan kedalaman tiga meter atau lebih yang terletak di hulu
sungai dan rawa seharusnya dilindungi."
Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 376/1998 tertanggal 8
April 1998 tentang Kriteria Penyediaan Areal Hutan Untuk Perkebunan
Budidaya Kelapa Sawit menyatakan, "Pembangunan perkebunan di lahan
gambut dengan kedalaman lebih dari dua meter tidak diijinkan."
Penelitian Greenpeace, yang dilakukan bersama ahli lahan gambut,
menunjukkan bahwa kedalaman gambut di wilayah konsesi kelapa sawit PT
Duta Palma mencapai hingga delapan meter.

Penelitian Greenpeace tentang kedalaman gambut, yang berjudul
"Peatland Survey in Duta Palma Concessions. Riau Province, Sumatra,
Indonesia", dapat dilihat di:
www.greenpeace.org/international/press/reports/palmoilexpansion


Keterangan mengenai FDC dapat dilihat di:
http://www.greenpeace.org/international/press/reports/forest-defenders-camp-briefing

Greenpeace adalah organisasi kampanye independen yang menggunakan
konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap masalah
lingkungan hidup dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan
yang hijau dan damai.

Informasi lebih lanjut dan wawancara:
- Hapsoro, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara (saat ini
berada di FDC), +62 815 8571 9872 atau +62 813 784 89 700
- Chris Nusatya, Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia media campaigner,
+62 21 310 1873 / +62 812 107 050
- Sue Connor, Greenpeace International forests campaigner, +62 813
1765 3644
- Suzette Jackson, Greenpeace International communications, +62 813
1582 9513 / +64 21 614 899

Video tentang protes, gambar deforestasi dan FDC dari udara dapat
dilihat di:
http://www.greenpeace.org/international/press/video-previews

Untuk foto dan video tentang protes Greenpeace:
Arie Rostika Utami, Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia media
assistant, +62856 885 7275,arie.utami@id.greenpeace.org

Untuk klip versi MPEG2, hubungi:
video.production@int.greenpeace.org atau +31 6 5350 4721 di Amsterdam
(GMT +1)


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.12/1098 - Release Date: 29/10/2007 9:28

__._,_.___
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Food Lovers

Real Food Group

on Yahoo! Groups

find out more.

.

__,_._,___

No comments: