30 October 2007

[sobat-hutan] DAS Empat Sungai Besar di Kalimantan Makin Kritis

Refleksi: Hadiah istimewa kepada rakyat Dayak.
 
-----
KOMPAS
Rabu, 31 Oktober 2007
 
 

Pembabatan Hutan
DAS Empat Sungai Besar di Kalimantan Makin Kritis

Banjarmasin, Kompas - Daerah aliran sungai atau DAS pada empat sungai besar di Kalimantan kini membutuhkan penanganan prioritas utama untuk direhabilitasi karena kondisi lahannya sudah kritis. Ini terjadi akibat sebagian DAS itu sudah tidak berhutan lagi karena mengalami deforestasi hebat lebih dari 30 tahun terakhir.

Keempat DAS di Kalimantan yang kritis itu adalah Sungai Barito sepanjang 1.160 kilometer, Kahayan (993,1 km), Mahakam (1.963 km), dan Sungai Kapuas (1.808,2 km).

Selain kerusakan ekosistem akibat hutannya terus dibabat, kondisi sebagian sungai dan anak-anak sungainya juga rusak, terus mendangkal, bahkan di antaranya ada yang tercemar akibat penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan emas tanpa izin dan tercemar limbah rumah tangga.

Menurut Kepala Subbidang Pengembangan Kelembagaan dan Pengembangan DAS pada Balai Rehabilitasi Lahan dan Penghutanan Sosial pada Departemen Kehutanan Nandang Sunarya, seusai Lokakarya Pembentukan Forum DAS Barito Kalsel, Selasa (30/10) di Banjarmasin, keempat DAS di Kalimantan yang kritis itu merupakan bagian dari 60 DAS kritis di Indonesia yang menjadi prioritas direhabilitasi. Di Indonesia saat ini ada 458 DAS yang kritis, 60 DAS yang menjadi prioritas utama untuk ditangani, 222 DAS dalam prioritas kedua, dan 176 DAS prioritas ketiga.

Di Kalsel

Nandang mengatakan, dari luas hutan Indonesia 120,35 juta hektar, saat ini 30,83 juta hektar sudah tidak berhutan lagi. Dalam lima tahun terakhir (2000-2005), laju deforestasi (penghilangan hutan) 1,08 juta hektar. Sementara laju rehabilitasi lahan yang rusak itu setiap tahun hanya 500.000 hektar hingga 700.000 hektar.

Salah satu upaya, ujarnya, pemerintah kini memfasilitasi terbentuknya wadah para pihak yang peduli dengan penyelamatan DAS-DAS kritis tersebut. Wadah itu berupa pembentukan forum DAS di setiap provinsi.

Saat ini ada 13 provinsi di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi yang sudah membentuk forum ini. Sementara di Kalimantan, semuanya masih dalam persiapan.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah Kalsel Rachmadi Kurdi menyatakan, ada 6 dari 12 DAS di empat kabupaten yang kondisinya sangat kritis karena sebagian besar tidak berhutan lagi dan lingkungan sungai-sungai yang buruk. "Kondisi inilah yang menyebabkan banjir berkali-kali di daerah itu," katanya.

Menurut Rachmadi, enam DAS yang sangat kritis itu adalah DAS Barito pada daerah dua sub- DAS (Riam Kiwa dan Kanan) di Kabupaten Banjar. Di Kabupaten Tanahlaut terjadi pada DAS Tabonio dengan sub-DAS (Asam- asam, Sawangan, dan Sabuhur). Selain itu juga pada DAS Kintap, yakni sub-DAS Kintan dan Kintap Kecil.

Di Kabupaten Tanahbumbu terjadi di DAS Satui pada sub- - DAS Satui Hulu dan Satui Hilir. Sedangkan di DAS Batulicin, kondisi itu terjadi pada sub-DAS Batlucin dan Sungai Dua di Kotabaru, dan di DAS Cengal pada sub-DAS Cengal Hulu dan Hilir.

"Kondisi hutan enam DAS tersebut saat ini tinggal 30 persen. Itu akibat penebangan pohon, perladangan, kebakaran hutan, dan penambangan, baik yang legal maupun ilegal," ucapnya.

Sungai-sungainya juga mengalami sedementasi tinggi sehingga daerah tersebut dalam dua tahun terakhir menjadi langganan banjir besar. Sedikitnya 201 desa pada 26 kecamatan di Kalsel mengalami banjir musiman ini.

Sedangkan empat DAS lainnya, kata Rachmadi, adalah DAS Kusan, DAS Pulaulaut, DAS Sebuku, dan DAS Manunggal, berpotensial kritis.

__._,_.___
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Get info and support

on Samsung HDTVs

and devices.

.

__,_._,___

No comments: