20 September 2007

[sobat-hutan] [Peduli Bengkulu] Tidak Ada Dapur Umum di MukoMuko


 
Andhika Purbo. S
Partnership Officer
Aksi Cepat Tanggap
021 741 4482 ext 108
www.aksicepattanggap.com
CARE FOR HUMANITY

Sepanjang menangani dan membantu para korban bencana di berbagai lokasi bencana, mulai dari Aceh, Jogja, Pangandaran, hingga Papua, baru kali ini menemui kondisi yang cukup berbeda, yakni tidak ada dapur umum untuk pengungsi.
Pasca gempa yang mengguncang Bengkulu dan Sumatera secara umum, tidak ditemukan posko umum serta dapur umum di Bengkulu secara keseluruhan, termasuk di MukoMuko. Area bencana yang mencakup wilayah yang sangat luas, bisa dibayangkan, jarak dari Kota Bengkulu ke Kabupaten MukoMuko saja bisa memakan waktu perjalanan hingga 9 jam. Jika dihitung jarak, tidak kurang dari 300 km. Nah, sepanjang area tersebut tidak satupun ditemukan dapur umum, meski sepanjang jalan itu pula bisa ditemukan tak terhitung tenda-tenda darurat pengungsi.
Tidak hanya dapur umum, tenda peleton yang biasa dipakai untuk sejumlah pengungsi pun tidak cukup 'laku' untuk ditempati. Memang bukan hanya di MukoMuko, melainkan secara keseluruhan tidak akan ditemukan dapur umum tersebut. Penyebabnya yakni masyarakat pengungsi di Bengkulu sendiri yang nampaknya lebih suka berkumpul dengan keluarga masing-masing.
Entah karena pihak yang berwenang di Bengkulu memberlakukan sistem seperti itu atau memang masyarakat di Bengkulu sendiri yang cenderung lebih suka berkumpul dengan keluarga masing-masing. Unik memang, di hampir seluruh wilayah bencana, terutama bila dilihat di wilayah-wilayah terparah seperti di Kecamatan Lais, Kecamatan Batiknau, Kec. Ketahun, Kec. Putri Hijau di Bengkulu Utara hingga ke Kabupaten MukoMuko hanya akan ditemukan tenda family (keluarga).
Kondisi yang demikian pun cukup mempengaruhi dalam hal distribusi bantuan. Pihak Satkorlak di MukoMuko misalnya, mengaku kesulitan dalam mendistribusikan bantuan karena harus membagi-bagikannya per kepala keluarga. "tidak ada dapur umum, mereka lebih suka masak untuk keluarganya sendiri. Dan hampir semua masyarakat di Bengkulu cenderung demikian," ujar Indra, relawan yang sejak hari kedua pasca gempa sudah berada di MukoMuko.
***
Secara umum, boleh dikatakan kondisi MukoMuko cukup parah. Kerusakan bangunan dan infratruktur di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Barat ini sangat jelas terlihat dan tersebar di berbagai titik. Namun demikian, kehidupan masyarakat pasca bencana sudah berangsur normal. Masyarakat sudah mulai bekerja kembali, toko-toko sudah dibuka sejak Senin (17/9), meski sebagian masyarakat masih tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah mereka.
Sebenarnya, bagi masyarakat yang rumahnya tidak roboh sudah bisa kembali ke rumah. Hanya saja mereka masih trauma lantaran gempa susulan masih terus terjadi. (gaw/mukomuko)
 


Bayu Gawtama
Communication Senior Manager ACT
bayugautama@yahoo.com
085219068581


Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us.



Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

__._,_.___
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Yahoo! Groups

Beauty & Fashion

Connect & share

tips and advice.

.

__,_._,___

No comments: