18 May 2007

Degradasi hutan penyebab Kutai Timur banjir

15/05/2007

Samarinda (ANTARA News) - Kerusakan hutan merupakan salah satu
penyebab terjadinya banjir yang melanda empat kecamatan di pedalaman
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dalam dua pekan terakhir.

"Pada bulan ini, daerah pedalaman dilanda banjir karena tingginya
curah hujan di kawasan itu yang menyebabkan sungai meluap, ditambah
kondisi hutan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kelinjau yang cukup
memprihatinkan, " kata Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak, ketika
dihubungi dari Samarinda, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa degradasi hutan telah terjadi di DAS Kelinjau
terkait dengan gundulnya kondisi hutan akibat adanya ekploitasi dan
perambahan di kawasan tersebut. "Saya perkirakan kerusakan di sana
mencapai sekitar 10.000 hektare," imbuh dia.

Hal tersebut juga menyebabkan sungai-sungai lain, yang masih merupakan
cabang sungai Kelinjau, meluap dan membanjiri empat kecamatan di
sekitarnya.

Daerah tersebut antara lain Kecamatan Telen, Muara Calong, Muara
Bengkal, dan Muara Wehea.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah menyalurkan
bantuan bagi para korban bencana banjir.

Sementara itu, warga Desa Nehas Liah Bing di Kecamatan Muara Wehea
mengatakan banjir kali ini adalah banjir yang terparah sejak musibah
serupa pada 1983.

Pasalnya, banjir sudah tiga kali melanda desa sejak awal bulan ini
karena meluapanya Sungai Wahau. Dan banjir tidak seperti biasanya yang
cepat surut sekitar empat hingga lima hari.

"Yang terakhir ini lebih parah daripada yang biasanya karena baru
surut hingga seminggu. Hari ini mulai surut sekitar 50 Cm," kata
Christ Djoka, seorang warga.

Ia mengatakan enam desa di Kecamatan Muara Wehea, termasuk Nehas Liah
Bing, terendam dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter. Akibatnya
aktivitas warga terganggu dan sekolah terpaksa diliburkan.

"Warga banyak yang terpaksa berdiam di rumah karena untuk menjangkau
rumah lain dan keluar desa hanya bisa menggunakan sampan," kata Chris
yang juga penggiat lingkungan dari The Nature Conservancy di Nehas
Liah Bing.

Ia juga mengatakan masyarakat banyak yang mulai mengalami penyakit
kulit antara lain, diare dan penyakit kulit akibat musibah itu. (*)

Copyright © 2007 ANTARA

------------------------------------
http://sobat-hutan.blogspot.com

No comments: