17 March 2007

RI tercepat merusak hutan

Greenpeace masukkan ke Guiness Book

Jakarta, BPost

Indonesia kembali mencatat rekor terburuk, kali ini klaim datang dari
pegiat lingkungan hidup Greenpeace Indonesia. Organisasi independen ini
menilai Indonesia merupakan negara penghancur terbesar dan tercepat areal
hutan. Dan untuk prestasi ini, Greenpeace berniat untuk mendaftarkan Indonesia
ke buku rekor dunia atau Guiness Book of World Records.

"Tingkat penghancuran hutan di Indonesia sangat luar biasa dan ini
membuat Indonesia layak untuk masuk dalam Guiness Book, bergabung dengan
Brasil yang saat ini memegan rekor kawasan deforestasi terluas di dunia,"
ucap Hapsoro, juru kampanye hutan regional, Greenpeace Asia Tengara,
dalam acara pencatatan rekor Indonesia sebagai perusak terbesar hutan, di
Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (16/3).

Berdasarkan data Organisasi PBB Food and Argiculture Organization (FAO),
Indonesia menghancurkan kira-kira 51 kilometer persegi hutannya setiap
hari atau setara dengan 300 kali ukuran lapangan sepakbola setiap jamnya.

Masih menurut FAO, angka deforestasi Indonesia 2000-2005 mencapai 1,8
juta hektar pertahun. Angka ini lebih rendah bila dibandingkan dengan
angka resmi yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan yakni 2,8 juta
hektar pertahun.

Indonesia sebenarnya masih di bawah Brasil yang menempati urutan pertama
dengan kerusakan 3,1 juta hektar pertahun, dengan kawasan deforestasi
terbesar dunia. Namun karena luasan wilayah hutan di Indonesia yang jauh lebih kecil dari Brasil (Indonesia luas hutannya sekitar 120,35 juta hektar, Brasil
477,698 juta hektar), maka laju deforestasi Indonesia adalah 2 persen
pertahun dianding dengan Brasil yang hanya 0.6 persen.

"Kita harus menghentikan pembalakan hutan. Ini bukan prestasi yang
membanggakan. Karena itu Greenpeace menyerukan kepada pemerintah untuk
tidak lagi memberikan izin HPH kepada pengusaha kayu dan mengajak seluruh
komponen bangsa untuk menjaga kelestarian hutan," lanjut Hapsoro.

Acara Greenpeace kemarin dihadiri artis-artis yang mempunyai perhatian
besar terhadap lingkungan hidup, seperti ‘Si Oneng‘ Rieke Diah Pitaloka,
Novelis Ayu Utami, dan penyanyi reggae Tony Qiu. Sementara di kalangan
tokoh politik di antaranya Sarwono Kusumaadmaja, mantan Menteri Kehutanan
Sony Keraf, dan wartawan senior Fikri Jufri. JBP/why

http://www.indomedia.com/bpost/032007/17/nusantara/nusa1.htm


http://sobat-hutan.blogspot.com

No comments: