22 October 2009

[sobat-hutan] Diskusi Poster "Exploring Root of Identity" Festival Kesenian Indonesia

 

ACARA FESTIVAL KESENIAN INDONESIA VI 2009

 

 

Pameran Seni Rupa Kontemporer "Tahta Tanda"

Galeri Cipta 2 dan Galeri Cipta 3 (Taman Ismail  Marzuki) dan Galeri Seni Rupa IKJ

17-23 Oktober 2009

Jam buka: 10.00 – 20.00 WIB

 

Pameran Poster, Komik dan Kartun

"Exploring Root of Identity"

Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki

Jam buka: pk.10.00 – 20.00 wib

 

Diikuti oleh 37 perupa dari BKSPTSI dan profesional disain komunikasi visual.

 

Diskusi Poster  "Exploring Root of Identity"

Sabtu, 24 Oktober 2009

Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki

Pk. 14.00-17.00

 

Pembicara:

Priyanto Sunarto:

Desainer Grafis, Pendidik Senior di ITB dan IKJ, aktivis Museum Kartun, Kartunis Majalah Tempo.

Hanny Kardinata:

Desainer Grafis, Pendiri & aktivis DGI, MDGI dan chairman IGDA

Danu Widhyatmoko:

Desainer Grafis, Pendidik di Binus, pendiri kepakgaruda.wordpress.com

Arif PSA (moderator):

Desainer Grafis, aktivis FDGI, pendidik di Binus

 

GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM

 

Tempat terbatas:

Mohon mengkonfirmasikan kehadiran pada:

Sdri Sita 081585962232, Sdri.Nisaa 0818111997

 

 

 

 


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

12 October 2009

[sobat-hutan] Pembunuh Tiga Ekor Harimau Hanya Divonis Setahun

 

 
Sabtu, 10 Oktober 2009 13:04

Pembunuh Tiga Ekor Harimau Hanya Divonis Setahun

OLEH: DENNY WINSON


Tembilahan - Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Tembilahan—sekitar 380 kilometer dari Pekanbaru—memvonis pembunuh tiga ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan hukum­an setahun penjara dan denda sebesar Rp 2 juta.

Kedua terpidana itu, ayah dan anak, M Ajad bin Abdullah (73) dan Mistar bin Ajad (43), juga diwajibkan membayar ongkos perkara sebesar Rp 5.000.


Vonis untuk kedua terpidana itu dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Tembilahan, Wasdi Permana SH didampingi Hakim Anggota Jimmy Hendrik Tanjung SH dan Adiswarna SH, Kamis (8/10) siang. Sidang pembunuhan terhadap satwa langka ini menyedot perhatian para pengunjung dan wartawan, karena sangat jarang kasus-kasus seperti ini sampai di pengadilan. Khusus untuk Provinsi Riau, kasus serupa pernah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Kabupaten Indragirihulu.


Hukuman yang diterima Ajad dan anaknya Mistar ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Hendry SH yang mengingin­kan keduanya masing-masing dihukum dua tahun penjara dan denda Rp 3 juta. Dalam persidangan, terungkap para terpidana terbukti melanggar Undang-undang (UU) No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dalam UU tersebut, aturan hukum bagi pembunuh satwa langka diancam dengan tuntutan maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.


Peristiwa pembunuhan terhadap tiga harimau sumatera itu terjadi pada 10 Februari lalu. Saat itu, warga Desa Tanjung Pasar Simpang, Kecamatan Pelangiran, Indragirihilir diliputi ketakut­an karena diperkirakan puluhan harimau sumatera muncul di perkampungan mereka, yang berada sekitar 6 jam perjalanan laut dari Kota Tembilahan.


Harimau-harimau ini tidak hanya muncul di perumahan warga, tetapi juga di sekolah. Sehingga, murid-murid SD di daerah itu tidak berani ke sekolah lagi. Selain itu, harimau-harimau itu sering memangsa ternak warga seperti kambing, sapi dan ayam.
Warga Desa Tanjung Pasar Simpang lalu meminta bantuan M Ajad untuk mendoakan sekaligus menjerat harimau tersebut. Ajad yang merupakan pensiunan Dinas Kehutanan Indragirihilir ini semula menolak permintaan warga. Namun, warga tetap mendesaknya. Akhirnya, pada permintaan ketiga, Ajad tak menolaknya. Apalagi, selama ini Desa Tanjung Pasar Simpang memang rawan terhadap konflik harimau dengan manusia. Karena kawasan ini berhampir­an dengan Suaka Margasatwa Kerumutan. Ajad bersama warga desa lalu memasang tiga buah jerat di daerah-daerah yang sering dilalui hewan langka itu. Di hari pertama, 10 Februari 2009, berhasil dijerat sepasang harimau.


Harimau itu lalu dibunuh dengan cara ditombak. Dua hari setelah itu, seekor harimau lagi juga terparangkap jerat warga dan kemudian kembali dibunuh beramai-ramai.
Setelah dibunuh, daging dan tulangnya lalu dibagi-bagikan untuk warga. Sedangkan kulit dan batok kepala harimau sumatera ini diambil Ajat, dan kemudian dijual seharga Rp1,2 juta kepada seorang penampung yang mengaku berasal dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Transaksi bagian tubuh harimau ini berlangsung di tengah laut Indragirihilir.


JPU Hendry yang ditemui SH usai persidangan mengata­kan, pihaknya masih memikir­kan untuk melakukan banding. Sementara kuasa hukum ter­pidana, Edwar SH, langsung menyatakan banding. Alasan­nya, kliennya bukanlah pelaku pembunuhan terhadap tiga ekor harimau sumatera itu."Yang membunuh hewan-hewan itu kan warga, tetapi mengapa hanya klien saya saja yang dihukum?" ujarnya.

Sindikat
Pihak Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan World Wild Found (WWF) Wilayah Riau yang mengajukan kasus ini ke pengadilan mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. "Kami betul-betul kecewa. Tuntutan dan vonis ini tidak begitu maksimal," ujar Syamsidar, Humas WWF Wilayah Riau kepada SH.


Padahal, kata Syamsidar, UU No 5 Tahun 1990 menyebutkan pelaku pembunuhan satwa langka dapat diancam dengan tuntutan maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Jika undang-undang betul-betul diterapkan, para pelaku penjerat harimau dan penampung kulit dan batok kepala harimau dapat terkena efek jera. Apalagi, ia mensinyalir ada sindikat penjualan hewan langka di daerah ini.


"Selama ini kami mensinyalir ada sindikat perdagangan hewan langka, termasuk kulit harimau. Dalam kasus ini misalnya, pelaku tidak mungkin mau menjual kulit dan batok kepala harimau sumatera jika tidak ada pihak pembeli atau pemesannya," ujarnya.
Syamsidar mengatakan, beberapa bagian tubuh harimau sumatera memang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Harga kulitnya saja di tingkat pengumpul dan pemburu oportunis mencapai Rp 7-10 juta. n

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

09 October 2009

Re: [sobat-hutan] Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?

 

Gempa Padang Tertulis Dalam Al-Quran??
 dari goresan blog sahabatku.. anas

Pukul 17.16 waktu setempat, hari Kamis, 30 September 2009, Sumatera Barat diguncang dengan kekuatan 7,6 skala ricter (SR). Data terakhir menyebutkan, gempa di Padang sudah lebih dari 500 orang tewas yang sudah berhasil ditemukan dari reruntuhan. Diprediksi jumlah Korban tewas akan terus bertambah.

Betulkah gempa di Pariaman, Padang, Sumatera Barat itu sudah tertulis dalam al-Qur'an?? Menelisik waktu, tanggal serta bulan kejadian Gempa Padang, Sumatera Barat dengan mengkorelasikan ayat-ayat al-Quran. Dan hasilnya, Astagfirullah, aku berlindung dari azab dan murka-Mu, dalam dua ayat dari dua angka (waktu dan tangal-bulan) kejadaian gempa itu, Allah benar-benar membuktikan janji-Nya yang tertulis dalam al-Qur'an.

Pertama, dilihat dari waktu kejadian, yakni pukul 17.16 waktu setempat dikorelasikan dengan surat ke 17 (Al-Isra) ayat 16, dikutip dari al-Quran dan Terjemahnya, Departemen Agama, terjemahannya adalah:

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami). Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya". (Surat 17 (Al-Isra) ayat 16).

Kedua, dilihat dari tanggal dan bulan kejadaian, atau Tanggal 30 Bulan ke 9 (September) terjadinya gempa dikorelasikan dengan surat ke 30 (Ar-Rum) ayat 9. Dikutip dari sumber yang sama, terjemah ayat tersebut adalah:

"Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri," (surat 30:9)

Dan pada ayat selanjutnya atau ayat 10 surat yang sama , Allah berfirman: "Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu mengolok-oloknya," (Surat 30:10).

Tidak bermaksud menjustifikasi, namun sekedar mengingatkan kembali, dalam lima tahun terakhir ini ada lima rentetan gempa bumi skala besar dengan menwaskan puluhan hingga ribuan orang. 26 Desember 2004, Gempa yang disertai badai Tsunami di Aceh dengan 133.029 korban tewas. 28 Maret 2005 Gempa Nias dan P Simeulue jumlah korban tewas 900 orang. Disusul dengan gempa di Selatan Yogyakarta pada 27 Mei 2006, 3.000 orang meninggal dunia.

Dua peristiwa gempa besar terjadi pada tahun September 2009, yakni di Tasikmalaya dengan korban tewas 85 orang. Dan terakhir Gempa mengguncang di Pariaman, Padang, Sumatera Barat, pukul 17.16 atau beberapa jam saja sebelum anggota DPR/MPR dilantik yang banyak menghabiskan dana belasan milyaran rupiah….

"Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali (dalam setahun) atau dua kali (dalam setahun), namun mereka juga (tidak mau) bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran" [QS Attaubah (9): 126]

Kutipan ayat itu bukan untuk menjustifikasi korban adalah pendosa, karena bisa jadi mereka korban dari tangan-tangan berdosa. Dari QS itu saya hanya ingin mnegatakan bahwa Tuhan tidak pernah alfa dengan janjinya, dan bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita itu patut menjadi moment evaluasi dan pertaubatan nasuha massal sembari tetap berempati…

karena bisa jadi, besok, lusa, bulan depan, tahun depan giliran daerah kita, dan kita lah yang menjadi korban…

"Anas

--- On Fri, 10/9/09, sunny <ambon@tele2.se> wrote:

From: sunny <ambon@tele2.se>
Subject: [sobat-hutan] Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Date: Friday, October 9, 2009, 5:09 AM

 

 
Kamis, 8 Oktober 2009
BURAS
Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?

H. Bambang Eka Wijaya

 

"BANYAK orang protes gempa 7,6 SR, pada 30 September pukul 17.16 dikaitkan Surat 17 Ayat 16 Alquran; Tuhan akan membinasakan suatu negeri karena keingkaran orang-orang yang hidup mewah di negeri itu, kenapa terjadi di Sumbar, bukan di Jakarta yang serbamewah?" ujar Umar. "Warga Sumbar banyak yang miskin, taat beribadah!"

"Jawabnya di cerpen pujangga Sumbar, A.A Navis, Robohnya Surau Kami," timpal Amir. "Baca dari sini!"

Umar baca--Haji Saleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. "O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadah, paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau masukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman kami ditinjau kembali dan memasukkan kami ke surga seperti janji dalam Kitab-Mu."

"Kalian di dunia tinggal di mana?" tanya Tuhan./ "Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku."/"O, di negeri yang tanahnya subur itu?"/"Ya, benarlah itu, Tuhanku."

"Tanahnya yang mahakaya-raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai bahan tambang lainnya bukan?"/"Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami."/"Di negeri di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh tanpa ditanam?"/"Benar. Itulah negeri kami!"/"Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain yang mengambilnya, bukan?"/"Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau."/"Engkau rela tetap melarat bukan?"/"Benar. Kami rela sekali, Tuhanku."

"Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?"/"Sungguhpun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala."/"Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?"/"Ada, Tuhanku."

"Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu tetap melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Aku beri kau negeri yang kaya-raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka."/Semua jadi pucat pasi. ***


__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___

08 October 2009

[sobat-hutan] Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?

 

 
Kamis, 8 Oktober 2009
BURAS
Protes, Kenapa Bencana di Sumbar?

H. Bambang Eka Wijaya

 

"BANYAK orang protes gempa 7,6 SR, pada 30 September pukul 17.16 dikaitkan Surat 17 Ayat 16 Alquran; Tuhan akan membinasakan suatu negeri karena keingkaran orang-orang yang hidup mewah di negeri itu, kenapa terjadi di Sumbar, bukan di Jakarta yang serbamewah?" ujar Umar. "Warga Sumbar banyak yang miskin, taat beribadah!"

"Jawabnya di cerpen pujangga Sumbar, A.A Navis, Robohnya Surau Kami," timpal Amir. "Baca dari sini!"

Umar baca--Haji Saleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. "O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadah, paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau masukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman kami ditinjau kembali dan memasukkan kami ke surga seperti janji dalam Kitab-Mu."

"Kalian di dunia tinggal di mana?" tanya Tuhan./ "Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku."/"O, di negeri yang tanahnya subur itu?"/"Ya, benarlah itu, Tuhanku."

"Tanahnya yang mahakaya-raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai bahan tambang lainnya bukan?"/"Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami."/"Di negeri di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh tanpa ditanam?"/"Benar. Itulah negeri kami!"/"Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain yang mengambilnya, bukan?"/"Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau."/"Engkau rela tetap melarat bukan?"/"Benar. Kami rela sekali, Tuhanku."

"Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?"/"Sungguhpun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala."/"Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?"/"Ada, Tuhanku."

"Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu tetap melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Aku beri kau negeri yang kaya-raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka."/Semua jadi pucat pasi. ***

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Yahoo! Groups

Auto Enthusiast Zone

Discover Car Groups

Auto Enthusiast Zone

Group Charity

Food Bank

Feeding America

in tough times

.

__,_._,___

02 October 2009

[sobat-hutan] 20 E-Book Menuju Masyarakat Sadar Bencana

 

Urgensi Hidup di Wilayah Cincin Api*  

 

Tanpa melupakan prioritas utama bagi penanganan korban/tanggap darurat atas rangkaian bencana yang terjadi di Sumbar, Jambi dan Bengkulu atau tahap rehabilitasi di wilayah bencana lainnya,  ada urgensi yang tidak bisa ditunda lagi untuk mempercepat tumbuhnya (atau revitalisasi) masyarakat sadar bencana dan masyarakat tanggap bencana.

 

Berikut adalah kompilasi 20 E-book/Buku Online yang semoga relevan untuk mendorong tumbuhnya Masyarakat Sadar Bencana dan Masyarakat Tanggap Bencana.

 

Mohon kesediaannya untuk menyebarluaskan bacaan-bacaan ini. Selain itu mohon bantuannya untuk memberikan referensi buku-buku online atau artikel yang relevan.

 

salam solidaritas untuk saudara yang berduka dan berbeban berat serta doa untuk yang berpulang. amin

 

E-Book Manual Panduan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PPBM)

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/e-book-manual-panduan-penanggulangan.html

 

E-Book Serial Komik Panduan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/e-book-komik-panduan-penanggulangan.html

 

E-Book Publikasi Untuk Keadaan Darurat

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/masyarakat-sadar-bencana-e-book.html

 

E-Book Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/masyarakat-sadar-bencana-e-book-rencana.html

 

E-Book Upaya Organisasi Masyarakat Sipil dalam Pengurangan Resiko Bencana

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/masyarakat-sadar-bencana-e-book-upaya.html

 

E-Book- Prinsip-prinsip Panduan Bagi Pengungsian Internal PBB

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/masyarakat-sadar-bencana-e-book-prinsip.html

 

E-Book Partisipasi Anak-Anak Dalam Situasi Konflik dan Bencana

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/masyarakat-sadar-bencana-e-book_02.html

 

E-Book Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/10/masyarakat-sadar-bencana-e-book-pedoman.html

 

 

Lain-lain :

 

E-Book : Kapitalisme Bencana dan Bencana Kapitalisme

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/seri-lawan-neoliberalisme.html

 

TAJUK RENCANA

Jumat, 2 Oktober 2009 | 04:58 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/02/0458077/tajuk.rencana

Urgensi Hidup di Cincin Api

Masih segar ingatan kita pada kejadian siang 2 September lalu, ketika sejumlah tempat di Jawa, Bali, dan Sumatera diguncang gempa besar.

 

Dampak gempa itu belum sepenuhnya selesai kita tangani, pada Rabu (30/9) petang gempa besar kembali mengguncang Indonesia. Kali ini guncangan besar berukuran 7,6 skala Richter melanda Sumatera Barat.

 

Dari apa yang kita ikuti melalui berita, sungguh dahsyat gempa yang terjadi di Sumatera Barat ini, khususnya di Kota Padang yang porak poranda. Menjadi harapan kita, korban yang tertimbun dapat segera dievakuasi dan korban selamat dapat diberikan pertolongan sebaik-baiknya.

 

Mari kita singsingkan lengan baju untuk menolong saudara kita yang kini menderita akibat bencana alam yang hebat ini. Solidaritas, satu perasaan, itulah yang kita yakini dapat meringankan hati para korban.

 

Kita juga berharap program tanggap darurat pemerintah dapat diimplementasikan dengan efektif. Efektivitas itu antara lain diperlihatkan dengan kecepatan memberikan pertolongan.

 

Memang, sekarang ini fokus dan prioritas sepenuh-penuhnya kita pusatkan untuk mengevakuasi korban yang terjepit dan tertimbun dalam reruntuhan, lalu selekas-lekasnya memberikan pertolongan medis kepada korban yang luka-luka. Kita tangani pula korban yang kehilangan tempat tinggal, yang mungkin harus tinggal dalam tenda yang dingin.

 

Selanjutnya, manakala suasana sudah lebih baik, sebaiknya kita memikirkan langkah serius guna meminimalkan dampak dan jumlah korban gempa.

 

 

Misalnya saja untuk bantuan, sudah waktunya kita menyiapkan sarana pengiriman selain materi bantuannya sendiri. Soal-soal ini sudah waktunya kita pikirkan serius agar kita ke depan tidak setiap kali kaget oleh bencana.

 

Pada dasarnya, kita perlu menginventarisasi lebih cermat perlengkapan keselamatan bagi kita yang ditakdirkan hidup di Cincin Api, kawasan yang dikelilingi gunung berapi dan lempeng tektonik aktif. Ini kita angkat agar kita tidak lalai.

 

Apa yang kiranya bisa disebut sebagai tanggung jawab dan kewajiban dalam kaitan ini? Antara lain, kita membutuhkan lebih banyak lagi ahli gempa, yang akan membuat peta lengkap kawasan bencana. Mereka juga bertugas melakukan riset dan pemantauan.

 

Dengan demikian, kita akan bisa membuat persiapan lebih baik, seperti menyiagakan kawasan yang rawan bencana; kita latih penduduknya untuk menghadapi setiap kemungkinan bencana. Program mitigasi—upaya untuk meminimalkan dampak bencana—kita jadikan sebagai bagian dari gaya hidup warga; kita siagakan alat-alat ekskavasi berat di kawasan bencana karena satu hari nanti gempa akan terjadi lagi.

 

Pekerjaan lain masih banyak, tetapi itulah kira-kira amanat yang seharusnya menjadi urgensi bagi bangsa Indonesia. Mari kita perlihatkan bahwa kita adalah bangsa pembelajar.





__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Fashion News

What's the word on

fashion and style?

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Find helpful tips

for Moderators

on the Yahoo!

Groups team blog.

.

__,_._,___